PSM vs Persib: Satu Laga, Seribu Makna
Abdul Azis Alimuddin May 15, 2026 09:22 PM

Oleh: Hidayat Marmin Tayjeb
Dosen Universitas Bosowa / Pemerhati PSM Makassar

TRIBUN-TIMUR.COM - Secara matematis, laga antara PSM Makassar menjamu Persib Bandung di Stadion Gelora B.J. Habibie pada 17 Mei mendatang mungkin tidak lagi menentukan hidup-mati Juku Eja.

Kepastian aman dari jerat degradasi setelah pekan ke-32 memberikan napas lega bagi publik sepak bola Sulawesi Selatan.

Namun, bagi siapa pun yang darahnya mengalir semangat Ewako, pertandingan ini jauh melampaui sekadar angka di papan skor atau posisi di klasemen.

Laga ini adalah tentang satu hal: Restorasi Martabat!

Ujian Siri’ Na Pacce

Musim 2025/2026 bukanlah musim yang ramah bagi sang juara bertahan dua musim silam ini.

Terseok-seok di papan bawah hingga nyaris terperosok ke jurang degradasi tentu melukai harga diri fans.

Di sinilah filosofi Siri’ na Pacce diuji.

Dalam budaya Bugis-Makassar, Siri’ (harga diri) adalah nyawa.

Ketika prestasi sedang terpuruk, maka satu-satunya cara untuk membayarnya adalah dengan menunjukkan kegigihan yang tak kenal kompromi di lapangan hijau.

Menghadapi Persib Bandung yang datang dengan status calon kuat juara (campione), PSM tidak boleh sekadar menjadi “pelengkap jadwal”.

Menang atas calon juara di penghujung musim adalah cara paling elegan untuk mengatakan pada publik sepak bola Indonesia bahwa Juku Eja tetaplah raksasa, meski sedang terluka.

Batu Sandungan Sang Calon Juara

Persib Bandung mungkin datang dengan ambisi mengunci gelar juara di Parepare.

Namun, Stadion Gelora B.J. Habibie bukanlah tempat untuk berpesta bagi tim tamu.

Ada harga diri yang harus dijaga di setiap jengkal rumputnya.

Mengalahkan Persib berarti memberikan pesan tegas: untuk menjadi yang terbaik di negeri ini, Anda harus mampu melewati hadangan mentalitas petarung Ayam Jantan dari Timur.

Bagi para pemain PSM, kemenangan atas Maung Bandung adalah “penawar racun” atas performa buruk sepanjang musim.

Ini adalah kesempatan emas untuk membuktikan bahwa posisi papan bawah hanyalah anomali, bukan representasi kualitas mereka yang sebenarnya.

Merahkan GBH

Namun, perjuangan di lapangan tidak akan lengkap tanpa gemuruh dari tribun Stadion Gelora B.J. Habibie.

Laga klasik ini memanggil kita semua untuk hadir dan memerahkan Parepare.

Mari kita buktikan bahwa meski di musim yang sulit, cinta kita pada lambang Phinisi di dada tidak pernah luntur.

Kehadiran setiap pasang mata suporter adalah bahan bakar utama bagi para pemain untuk memenangi pertarungan penuh gengsi ini.

Biarkan para pemain Persib tahu bahwa mereka tidak hanya menghadapi sebelas pemain di lapangan, melainkan menghadapi ribuan jiwa yang bersatu dalam doa dan teriakan Ewako.

GBH harus menjadi saksi bagaimana dukungan tulus kita mampu mengangkat harkat dan martabat tim kesayangan kita hingga titik darah penghabisan.

Momentum Berbenah

Di balik semangat juang di lapangan, potensi kemenangan atas Persib nanti sejatinya adalah fondasi kokoh untuk memulai babak baru.

Drama degradasi dan bayang-bayang sanksi yang menghantui musim ini jangan sampai terulang.

Suporter sudah cukup bersabar dengan dinamika non-teknis, mulai dari persoalan finansial hingga keterlambatan gaji yang sempat mencuat dan mengganggu fokus tim, hasil-hasil minor di sepanjang musim ini tidak boleh dipandang sebagai kegagalan permanen, melainkan sebagai proses pendewasaan dan pelajaran berharga bagi jajaran manajemen.

Kita semua menaruh optimisme besar bahwa manajemen akan menjadikan pengalaman musim ini sebagai titik balik untuk berbenah secara menyeluruh.

Dengan perencanaan yang lebih matang dan pengelolaan yang semakin profesional, kita percaya PSM Makassar akan kembali ke khitahnya sebagai kekuatan utama sepak bola nasional.

Melalui sinergi antara manajemen yang tangguh, tim yang solid, dan dukungan suporter yang tak pernah padam, masa-masa sulit ini akan bertransformasi menjadi energi positif untuk membangun kejayaan yang lebih stabil di musim depan.

Kita tidak ingin melihat PSM hanya “sekadar bertahan”.

Manajemen harus segera melakukan evaluasi menyeluruh dan perencanaan yang lebih profesional menyongsong musim depan.

Membenahi pondasi klub adalah cara terbaik untuk menghargai semangat Siri’ na Pacce yang selalu diteriakkan para suporter dan pemain di lapangan.

Jangan biarkan marwah tim sebesar PSM Makassar kembali dipertaruhkan hanya karena ketidaksiapan manajerial.

Lebih dari Tiga Poin

Laga nanti bukan sekadar mengejar tiga poin tambahan.

Laga ini bermakna tentang penghormatan kepada suporter yang tak lelah bersuara di tribun, tentang menjaga wibawa kandang, dan tentang menutup musim dengan kepala tegak.

Jika PSM mampu menumbangkan sang calon juara, kemenangan itu akan dikenang lebih lama daripada deretan kekalahan di awal musim. Itulah makna terdalam dari laga ini.

Sebab di Makassar, sepak bola bukan hanya soal menang atau kalah, tapi soal bagaimana Anda memperjuangkan harga diri hingga peluit panjang dibunyikan. Ewako!

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.