Punya Histori Temuan Hantavirus di 2 Daerah Ini, Dinkes Jateng Tingkatkan Kewaspadaan
TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Tengah sejauh ini belum menemukan adanya laporan positif kasus Hantavirus di tengah daerah lain seperti Jakarta sudah ada temuan kasus.
Namun, Dinkes bakal terus meningkatkan kewaspadaan.
Terlebih, penyakit yang berasal dari hewan pengerat seperti tikus ini sudah pernah terjadi di Jateng dengan temuan 50 kasus selama rentang tahun 2023 hingga 2025.
"Iya pernah ada kasus (hantavirus) di Jateng. Tapi itu terjadi tahun sebelumnya,” terang Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Jateng, Heri Purnomo, Jumat (15/5/2026)
Baca juga: Kasus Leptospirosis di Semarang Melonjak, Dinkes Gencarkan Program Gembira Ria
Heri mengungkap, temuan ini juga pernah tercatat dalam Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Pestorita periode 2023-2024.
Riset itu menunjukkan adanya temuan kasus di Demak dan Semarang dalam kasus leptospirosis.
Sementara catatan dari Dinkes Jateng, satu kasus Hantavirus pernah ditemukan pada tahun 2025. Namun, Heri enggan menyebut daerah itu.
“Iya riset BRIN tersebut ada di Demak dan Semarang total ada 238 kasus leptospirosis, 49 positif Hantavirus jenis Seoul virus,” bebernya.
Skema Pencegahan
Heru mengatakan, langkah-langkah antisipasi pencegahan Hantavirus dilakukan dengan meningkatkan pengawasan terhadap laporan kasus demam yang disertai gangguan ginjal atau pernapasan akut yang merupakan gejala khas infeksi Hantavirus.
Langkah lainnya berupa pengendalian vektor dan rodent (hewan pengerat), upaya terpadu untuk memantau dan mengurangi populasi organisme penular penyakit—seperti tikus, hingga tingkat aman. Apalagi penularannya terjadi melalui droplet atau kontak dengan ekskresi tikus seperti kotoran dan air liurnya.
"Maka fokus utama kami juga menekan populasi tikus di area berisiko tinggi,” terangnya.
Pihaknya juga melakukan koordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan seperti Tanjung Emas Semarang. Langkah koordinasi ini dilakukan karena Hantavirus bisa saja masuk melalui aktivitas di pelabuhan.
"Langkah ini untuk mencegah masuknya tikus dari kapal-kapal logistik internasional,” paparnya.
Ia juga meminta masyarakat untuk melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
"Jaga kebersihan rumah dan lingkungan. Sehingga tidak menjadi sarang tikus yang merupakan faktor dari penularan hantavirus," tuturnya. (Iwn)