Ekosistem Kendaraan Listrik di Yogyakarta Kian Matang, Sleman Jadi Pasar Potensial
Iwan Al Khasni May 16, 2026 07:14 AM

 

 

Yogyakarta Tribunjogja.com -- Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kini menjadi salah satu wilayah dengan ekosistem kendaraan listrik yang semakin matang.

Kehadiran Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) serta dukungan pemerintah menjadikan DIY sebagai pasar yang menjanjikan bagi produsen sepeda motor listrik. 

Tidak mengherankan jika para produsen optimis mampu merebut pangsa pasar yang signifikan.

Target Pasar 10 Persen

President Director Sumber Baru Group, Hendra Kurniawan, menyampaikan optimismenya bahwa sepeda motor listrik mampu menguasai sekitar 10 persen pasar sepeda motor di DIY. 

Hal ini disampaikan dalam ajang Indomobil Expo “EVperience” di Pakuwon Mall, Jumat (15/5/2026). 

Menurut Hendra, penjualan sepeda motor konvensional di DIY mencapai 6.000–7.000 unit per bulan. Dengan tren tersebut, ia yakin sepeda motor listrik bisa menembus angka 600 unit per bulan sepanjang 2026.

Sleman Jadi Fokus Utama

Dari lima kabupaten/kota di DIY, Kabupaten Sleman disebut sebagai wilayah dengan potensi terbesar. Selain memiliki jumlah populasi terbanyak, tingkat perekonomian Sleman juga relatif lebih baik dibandingkan daerah lain. 

Hal ini menjadikan Sleman sebagai target utama pemasaran sepeda motor listrik. Hendra menambahkan, kawasan pinggiran DIY juga akan berkembang seiring meningkatnya pendapatan masyarakat.

Keunggulan Sepeda Motor Listrik

Hendra menegaskan bahwa sepeda motor listrik memiliki keunggulan biaya yang jauh lebih murah dibandingkan kendaraan konvensional. 

Dari sisi bahan bakar, pengguna bisa menghemat hingga 80 persen per bulan. Selain itu, biaya perawatan dan pajak kendaraan juga lebih rendah, dengan potensi penghematan hingga 70 persen. 

Faktor-faktor ini diyakini akan mendorong masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik.

CEO PT Indomobil International, Pius Wirawan, menegaskan bahwa produk Indomobil eMotor dirancang sesuai dengan karakter masyarakat Yogyakarta yang dinamis, kreatif, dan terbuka terhadap teknologi. 

Menurutnya, kendaraan listrik adalah solusi mobilitas masa kini yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Indomobil eMotor telah memperkenalkan berbagai produk, mulai dari Adora, Tyranno, Sprinto, hingga QT dan QT Pro. Semua model tersebut dirancang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi jalan di Yogyakarta.

Segmen Pasar yang Disasar

Indomobil eMotor menyasar segmen ibu rumah tangga dan pelajar. Pius optimis bahwa kesadaran masyarakat Yogyakarta terhadap keberlanjutan lingkungan akan mempercepat penerimaan sepeda motor listrik. 

Bahkan, dalam sebulan terakhir, penjualan sepeda motor listrik di Yogyakarta mampu menembus angka 200 unit hanya dari satu showroom.

Dengan dukungan infrastruktur, potensi pasar, serta kesadaran masyarakat terhadap lingkungan, sepeda motor listrik diyakini akan semakin diterima di DIY. 

Kabupaten Sleman menjadi titik awal yang strategis, namun perkembangan di wilayah lain juga diprediksi akan meningkat. Optimisme Indomobil Group menunjukkan bahwa Yogyakarta bisa menjadi salah satu pusat pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia. (hda)

• Penggunaan Mobil Listrik di DIY Meningkat, SPKLU Diperluas untuk Dukung Ekosistem

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.