TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi hingga saat ini dilaporkan masih berada pada tingkat yang cukup tinggi.
Berdasarkan pengamatan terbaru selama enam jam terakhir, aktivitas kegempaan dan guguran lava masih terus terjadi.
Teratat, Gunung Merapi meluncurkan 6 kali guguran lava yang mengarah ke Kali Krasak. Jarak luncur maksimum dari guguran lava ini dilaporkan mencapai 1.700 meter (1,7 km) dari puncak.
"Teramati 6 kali guguran lava ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1700 meter,"tulis dalam laporan harian yang dirilis oleh magma.esdm seperti yang dikutip Tribunjogja.com, Sabtu (16/5/2026).
Tingginya aktivitas vulkanik ini diperkuat oleh data dari pos pengamatan kegempaan. Tercatat didominasi oleh gempa guguran dan gempa fase banyak, dengan rincian sebagai berikut:
33 kali gempa Guguran: Tercatat memiliki amplitudo 2–10 mm dengan durasi gempa berkisar antara 73.86 hingga 171.87 detik.
24 kali gempa Hybrid/Fase Banyak: Memiliki amplitudo yang cukup signifikan antara 2–31 mm. Gelombang S-P (Sisi-Primer) tidak teramati, dengan lama gempa berlangsung selama 16.06 hingga 52.49 detik. Banyaknya gempa hybrid ini mengindikasikan adanya pertumbuhan kubah lava atau tekanan magma yang masih aktif di dalam tubuh gunung.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Sabtu 16 Mei 2026, Sleman dan Kulon Progo Diguyur Hujan
Kondisi cuaca di kawasan lereng Merapi saat ini dilaporkan mendung dengan pergerakan angin yang tenang cenderung mengarah ke barat.
Kelembaban udara sangat tinggi, menyentuh angka 99 persen hingga 99.2 persen, dengan suhu udara yang cukup dingin berkisar antara 18.5°C hingga 21°C. Sementara itu, tekanan udara tercatat berada pada rentang 871.6–915 mmHg.
Masyarakat yang beraktivitas di sekitar alur sungai yang berhulu di Merapi, khususnya Kali Krasak, diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat jarak luncuran lava pijar masih cukup jauh dan potensi bahaya yang sewaktu-waktu dapat meningkat.
Hingga saat ini status Gunung Merapi masih level III.
BPPTKG meminta masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi bahaya yang ada, terutama pada sektor-sektor berikut:
Peringatan Penting:
Masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas apapun di daerah potensi bahaya tersebut.
Selain itu, warga diimbau mewaspadai potensi bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di hulu sungai, serta mengantisipasi gangguan abu vulkanik.
Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Merapi akan terus dipantau secara ketat. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, status aktivitas akan segera ditinjau kembali. (*)