POS-KUPANG.COM, KUPANG- Peneguhan sidi bukan sekadar tradisi gerejawi bagi Marsya Niken Wulandary Tuan, melainkan sebuah gerbang menuju kedewasaan iman.
Remaja asal Bello ini resmi berkomitmen untuk melangkah lebih dekat dengan Tuhan setelah diteguhkan bersama belasan pemuda lainnya dalam momentum sakral Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus di GMIT Efata Bello, Kota Kupang
Bertepatan dengan Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus pada Kamis (14/5/2026) ini menjadi momentum berkesan bagi remaja yang akrab disapa Niken Tuan.
Remaja asal Bello itu bersama 16 pemuda dan pemudi lainnya resmi diteguhkan sebagai anggota sidi baru di GMIT Efata Bello, Kota Kupang.
Baca juga: 17 Remaja Lingkup GMIT Efata Bello Diteguhkan Menjadi Anggota Sidi Baru
Prosesi peneguhan berlangsung khidmat dan penuh sukacita. Di tengah suasana ibadah yang sarat makna, Niken mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh penghayatan sebagai bagian dari perjalanan kedewasaan imannya.
Putri kedua pasangan Anton Tuan dan Nur Aini Tuan itu mengaku bersyukur dapat melewati salah satu tahapan penting dalam kehidupan kerohanian.
Bagi siswi SMA Negeri 6 Kupang tersebut, peneguhan sidi bukan sekadar tradisi gereja, melainkan simbol komitmen untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan.
“Senang sekali karena bisa mengikuti sidi baru. Saya bersyukur bisa sampai di tahap ini bersama teman-teman lainnya,” ujar Niken.
Baca juga: Jubah Mini dan Koor Merdu Gemparkan Kapela Bello pada Perayaan Minggu Panggilan
Di balik kepribadiannya yang sederhana, Niken menyimpan cita-cita besar untuk menjadi polisi wanita (Polwan). Keinginan itu tumbuh dari semangat untuk mengabdi kepada masyarakat sekaligus membanggakan keluarga.
Menurut Niken, menjadi aparat penegak hukum bukan hanya soal profesi, melainkan panggilan untuk membantu sesama dan menghadirkan manfaat bagi banyak orang.
Ia juga memiliki motto hidup yang terus dipegang teguh, yakni “selalu utamakan Tuhan dalam segala hal”. Prinsip tersebut menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun pergaulan.
Sebagai remaja, Niken mengaku tidak menyukai sikap saling membenci antarsesama.
Baca juga: Ketua RW di Kelurahan Bello Minta Dukungan BI untuk Petani dan UMKM
Baginya, kehidupan akan terasa lebih damai apabila dijalani dengan saling menghargai, menjaga hubungan baik, dan menumbuhkan rasa peduli terhadap orang lain.
Momentum peneguhan sidi baru itu menjadi pengalaman berharga bagi Niken dalam menapaki perjalanan hidup sebagai generasi muda gereja.
Selain memperkuat iman, prosesi tersebut juga menjadi pengingat untuk terus bertumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab serta membawa nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat.(*)