Renungan Harian Katolik
Oleh: Bruder Pio Hayon SVD
Hari Sabtu biasa Pekan Paskah VI– 16 Mei 2026
Bacaan I: Kis. 18: 23-28
Injil: Yoh. 16: 23b-28
Tema: “Mintalah dalam NamaKu”
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,
Salam damai dan sukacita bagi kita semua. Sering kali kita berdoa dengan cara yang beragam: kadang penuh harap, kadang terburu-buru, kadang juga hanya meminta tanpa memahami apa yang sungguh kita butuhkan.
Dalam Injil hari ini, Yesus memberikan sebuah cara berdoa yang lebih dalam: “Mintalah dalam nama-Ku.” Doa bukan sekadar menyampaikan keinginan, tetapi masuk ke dalam relasi dengan Dia agar permohonan kita diarahkan oleh kehendak Allah.
Saudara-saudari terkasih.
Dalam bacaan ini (Kis 18:23-28) Paulus kembali menguatkan murid-murid di berbagai tempat. Ia tidak sekadar “pergi”, tetapi meneguhkan komunitas agar tetap bertahan dalam iman.
Di Efesus, pembicaraan dengan Apolos menyingkap sesuatu yang penting: kebenaran iman perlu dijelaskan dengan lebih tepat.
Saat Priskila dan Akwila meneguhkan ajarannya, Apolos menjadi pewarta yang lebih kuat. Ini menunjukkan bahwa iman bertumbuh ketika kita terbuka pada bimbingan Tuhan melalui Gereja. Dalam Injil (Yoh 16:23b-28) berdoa “dalam Nama-Ku” berarti berdoa dalam pengenalan akan Yesus. Yesus menegaskan bahwa murid akan beroleh akses kepada Bapa.
Namun frasa “dalam nama-Ku” bukan rumus mantera. Maknanya: berdoa dalam hubungan dengan Yesus (bukan terputus dari Dia), mengikuti kehendak-Nya yang benar dan menemukan bahwa doa yang benar lahir dari “mengenal” Allah melalui Kristus. Refleksi kita adalah “Meminta atau mengenal”: saat kita berdoa, apakah doa kita lebih sering “meminta” atau “mengenal”?
Permenungan kita: saat kita berdoa, apakah kita hanya menuntut hasil, atau kita juga mencari kehendak Tuhan? Minggu ini, pilih satu doa yang kita buat, lalu tambahkan: “Tuhan, ajari aku apa yang Engkau kehendaki.” “Doa dalam iman”: bagaimana kita merespons bimbingan yang meneguhkan iman seperti Priskila dan Akwila dalam bacaan pertama?
bertumbuh karena mau diluruskan. Permenungan kita: apakah kita terbuka untuk dinasihati, diajar, atau koreksi saat iman saya belum utuh? “Dalam NamaKu”: Ungkapan “Dalam Nama-Ku” berarti bersandar pada Yesus. Di mana kita perlu kembali pada relasi dengan-Nya? Permenungan kita: bisa jadi kita perlu memperbaiki cara kita berdoa, meluangkan waktu membaca Sabda, atau mengubah sikap batin yang masih jauh dari Tuhan. Langkah kecil apa yang akan kita mulai mulai hari ini?
Saudara-saudari terkasih,
Pesan untuk kita, pertama, Yesus mengundang kita untuk berdoa bukan sebagai orang yang terpisah, melainkan sebagai murid yang berada dalam Dia.
Mintalah dalam Nama-Ku artinya berdoa dengan relasi, dengan pengenalan, dan dengan kesiapsediaan untuk mengikuti kehendak Bapa.
Kedua, bacaan Kisah Para Rasul menegaskan pertumbuhan iman terjadi saat kita tekun meneguhkan diri dan mau dibimbing agar ajaran kita makin tepat. Ketiga, maka, saat kita berdoa, mohonlah juga agar Tuhan membentuk hati kita agar permohonan kita benar-benar menjadi doa dalam Nama Yesus. Tuhan memberkati kita semua. (*)