8.500 Paving Block dari Olahan Sampah Plastik Dipasang di Taman Kota Lumintang Denpasar
Aloisius H Manggol May 16, 2026 11:24 AM

 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Olahan sampah plastik di Pusat Daur Ulang (PDU) Padangsambian, Kota Denpasar mulai dimanfaatkan di area publik.

Salah satunya dipasang di jogging track Taman Kota Lumintang.

Tercatat sebanyak 8.500 paving blok berbahan daur ulang sampah plastik terpasang di sana.

Kabid Tata Lingkungan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar, Ida Ayu Widhiyanasari mengatakan, 8.500 buah paving block tersebut telah terpasang pada lahan seluas 180 meter persegi.

Baca juga: PERHATIAN! Cegah Hantavirus di Denpasar, Jangan Sampai Kontak dengan Hewan Ini

Pengerjaan paving block berbahan daur ulang sampah plastik ini telah berlangsung sejak November 2025 lalu. 

Untuk saat ini pihaknya mengaku masih kekurangan 6.000 buah paving block untuk dipasang di Taman Kota. 

Baca juga: KRONOLOGI LENGKAP! Modus Cari Kos di Denpasar, Korban Kaget Pelaku Sudah Sekamar Dengannya

"Pemasangan paving block ini masih terus berlanjut sembari menunggu produksi yang terus berlangsung," katanya. 


Sementara itu, kepala Unit PDU Kota Denpasar, Viktor Andika Putra, mengatakan, hasil produksi paving berbahan daur ulang sampah plastik tersebut telah digunakan di sejumlah titik, termasuk taman kota. 


Sejauh ini kualitas paving block ini dinilai cukup baik dan tahan lama. 


Menurutnya, sudah lebih dari 10 ribu unit paving block berbahan daur ulang sampah plastik yang telah dimanfaatkan. 


Untuk produksi paving dilakukan secara rutin sebagai bagian dari percepatan pengolahan sampah. 


Dalam sepekan, proses pencetakan paving dapat dilakukan hingga dua kali, menyesuaikan ketersediaan bahan baku dan kondisi operasional.


Bahan baku utamanya berasal dari plastik yang telah dicacah dan dikeringkan. 


Dalam prosesnya, sekitar 1 kilogram plastik dapat menghasilkan satu buah paving. 


Proses produksi sendiri relatif cepat, dengan tahapan utama pemanasan material hingga mencapai suhu sekitar 150 derajat celsius sebelum dicetak. 


"Kalau bahan sudah siap, prosesnya cepat. Tantangannya hanya di pemanasan awal," jelasnya.


Viktor menambahkan, paving berbahan plastik memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan paving beton. 


Selain lebih ringan, produk ini juga tidak mudah pecah meskipun mendapat tekanan berat, termasuk saat dilindas kendaraan.


Di sisi lain, teksturnya dinilai lebih tahan terhadap kondisi cuaca. 


Meski demikian, pemanfaatan produk ini masih dalam tahap uji coba dan belum memiliki skema tarif resmi. 


Hal ini lantaran produksi masih menggunakan anggaran pemerintah, sehingga belum ada payung hukum untuk komersialisasi. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.