TRIBUN-MEDAN.com - Pihak keluarga pengacara kondang Kamaruddin Simanjuntak, terutama kakak kandungnya protes terkait viralnya foto-foto kondisi kesehatan sang advokat di media sosial.
Keluarga menyatakan protes dan kecewa yang mendalam lantaran privasi Kamaruddin dianggap telah dieksploitasi saat sedang berjuang untuk pulih.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan oleh kakak kandung Kamaruddin, Rustani Simanjuntak, melalui unggahan di akun Facebook pribadinya.
Ia menyayangkan tindakan sejumlah pihak, terutama rekan sesama profesi hukum, yang menyebarkan foto-foto kondisi fisik adiknya tanpa izin keluarga.
Dalam unggahan bertajuk "ETIKA DI BALIK LENSA DAN LAYAR", Rustani menekankan bahwa pihak keluarga selama ini sangat menjaga kerahasiaan kondisi kesehatan Kamaruddin.
Baca juga: Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Jerome Polin hingga Maudy Ayunda Ungkap Kemirisan
Ia merasa terluka saat melihat kerentanan adiknya justru dijadikan konsumsi publik demi eksistensi di dunia digital.
"Terkhusus untuk rekan seprofesi (advokat/hukum) dengan adik saya Kamaruddin Simanjuntak, yang memviralkan kondisi adik saya yang sedang pada tahap pemulihan kesehatannya," tulis Rustani, dikutip pada Sabtu (16/5/2026).
Rustani mengingatkan bahwa sebagai penegak hukum, para advokat seharusnya tidak hanya menjaga martabat klien, tetapi juga memiliki kewajiban moral untuk menjaga martabat rekan sejawat.
Menurut Rustani, menyebarkan foto fisik seseorang yang tengah sakit bukan sekadar masalah kepatutan, melainkan juga melukai prinsip dasar persaudaraan sesama profesi (collegiality).
"Mengunggah atau menyebarkan kondisi fisik seorang rekan yang sedang berjuang melawan sakit bukan hanya soal pelanggaran etika kepatutan, tetapi juga melukai prinsip dasar collegiality," bebernya lebih lanjut.
Baca juga: NASIB Kepsek SMK di Tangsel Dicopot, Diduga Terlibat Child Grooming
Singgung Pencari Viewers
Keluarga menilai, penyebaran foto tersebut bukan lagi bentuk simpati, melainkan tindakan yang tidak etis demi mengejar eksistensi digital dan jumlah penonton (viewers).
Rustani secara terbuka menyindir pihak-pihak yang menggunakan musik sedih atau narasi berlebihan untuk membungkus kondisi Kamaruddin yang sedang sakit.
"UNTUK KONTEN KREATOR DAN PENCARI 'VIEWS'
Kreativitas tidak boleh kehilangan nurani. Di balik setiap potongan video yang anda edit dengan musik sedih atau narasi bombastis.
Kami keluarga satu perut/satu darah yang sedang berjuang, tidak setuju privasi ito Kamaruddin Simanjuntak, S.H kalian sebarkan," ujarnya pada Jumat (16/5/2026).
Ia menekankan bahwa kondisi sakit seseorang bukanlah sebuah tontonan atau batu loncatan untuk menaikkan perhatian warganet.
Baca juga: KEPSEK Indang Maryati Tuai Pujian Usai Tolak Tanding Ulang LCC Meski Sekolahnya Dirugikan
"Ingatlah bahwa doa tidak membutuhkan validasi visual yang mengekspos fisik. Jangan menjadikan rasa sakit orang lain sebagai batu loncatan untuk menaikkan statistik akun Anda," tambahnya.
Selain masalah privasi, keluarga juga menyoroti maraknya video atau foto hoaks yang sengaja disebarkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Rustani mengimbau netizen agar lebih cerdas dan tidak terjebak dalam narasi buruk yang hanya bertujuan mencari keuntungan pribadi.
Sebagai bentuk dukungan yang nyata, keluarga mengajak publik untuk lebih fokus pada prestasi dan karya-karya Kamaruddin daripada mengurusi kehidupan pribadinya saat sedang lemah.
Rustani mencontohkan bagaimana keluarga lebih memilih mendukung dengan cara menjaga wibawa sang pengacara melalui penampilan publiknya, seperti kemeja etik premium yang sering ia kenakan.
"Mari tunjukkan solidaritas melalui doa yang tulus kepada keluarga, bukan melalui unggahan yang mengekspos kerentanan seseorang demi eksistensi digital," tutup Rustani.
Sebelumnya, beberapa foto-foto di media sosial memperlihatkan kondisi Kamaruddin yang tidak seperti biasanya.
Pada foto yang beredar di media sosial Facebook, tampak Kamaruddin hanya bisa duduk bersandar di kursi.
Terlihat tubuhnya lemas, bahkan untuk tersenyum saja perlu perjuangan.
Di foto lainnya bahkan memperlihatkan Kamaruddin terbaring tak berdaya di atas tempat tidur.
Di atas ranjang beralaskan sprei hijau, ia tampak tak berdaya.
Dua orang pria tampak berdiri dan duduk di dekat Kamaruddin.
Foto itu diambil di Kecamatan Kebon Jeruk, pada 21 Maret 2026.
Rupanya Kamaruddin sedang jatuh sakit, namun tidak diketahui penyakit apa yang dideritanya.
Sontak penyakit pengacara kondang Kamaruddin Simanjuntak kini jadi sorotan.
Pengacara yang berani melawan Ferdi Sambo demi membela Brigadir J itu kini lemas tak berdaya.
Tampaknya Kamaruddin Simanjuntak sedang menderita sakit.
Ada yang menyebut kalau Kamaruddin sakit karena diguna-guna.
Hal itu diungkap oleh akun X (Twitter) BangPino__, beredar pula video saat Kamaruddin disambangi oleh rekan-rekan sejawat lainnya.
Ia pun memposting foto terkini Kamaruddin dengan tulisan soal penyakitnya.
Dirinya cuma menebar senyum tipis sembari memberikan gestur anggukan kepala.
"Pak Kamaruddin semakin hari semakin sehat, semakin segar, Puji Tuhan. Bahwa kabar-kabar yang dulu menyatakan dia meninggal, penyakitnya lah yang meninggal. Sekarang sudah hidup baru ya pak Kamaruddin," ujar teman Kamaruddin dalam video tersebut.
Menyaksikan keadaan Kamaruddin yang tidak lagi bugar seperti sedia kala, kerabat dekatnya merasa iba.
Namun, kehadiran mereka justru bertujuan untuk membangkitkan semangat dan menguatkan mental sang pengacara kondang.
"Pada hari ini kita bertiga, kondisi Pak Kamaruddin memang lemah, dia kurus. Tapi saya yakin Tuhan akan menyembuhkan," kata salah satu teman yang hadir.
Sebelum dikonfirmasi jatuh sakit, Kamaruddin sempat diterpa rumor hoaks yang menyebutkan dirinya telah tutup usia pada Maret 2026 lalu.
Geram dengan desas-desus tidak berdasar tersebut, sahabat sekaligus rekan profesinya, Martin Lukas Simanjuntak, langsung memberikan klarifikasi resmi.
Martin menegaskan bahwa meski tengah dalam masa pemulihan, Kamaruddin masih terus berjuang untuk pulih.
(Tribun-Medan.com)