Mengenal Endolift, Treatment Kecantikan yang Bikin April Warga Semarang Alami Kerusakan Wajah
muh radlis May 16, 2026 01:57 PM

 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kasus dugaan malpraktik perawatan kecantikan di Kota Semarang menjadi perhatian setelah seorang perempuan mengaku mengalami gangguan serius pada wajahnya usai menjalani treatment endolift di sebuah klinik estetika.

Kini, laporan tersebut telah masuk ke Satreskrim Polrestabes Semarang dan masih dalam tahap penyelidikan.

Korban berinisial AH atau yang akrab disapa April, warga Tugu, Kota Semarang, melaporkan dugaan kerusakan saraf wajah setelah menjalani tindakan kecantikan pada September 2025 lalu.

Kondisi yang dialaminya disebut memengaruhi kemampuan berbicara, makan, hingga aktivitas sehari-hari.

Kasi Humas Polrestabes Semarang, Kompol Riki Fahmi Mubarok, membenarkan bahwa laporan dugaan kasus tersebut telah diterima penyidik.

“Untuk LP-nya sudah diterima oleh Satreskrim dengan pelapornya inisial AH, kemudian terlapornya inisial YH.

Saat ini sudah berproses di Reserse Polrestabes Semarang,” ungkap Kompol Riki, Jumat (15/5/2026) sore.

Menurutnya, proses penyelidikan masih berjalan dengan meminta klarifikasi dari korban dan sejumlah saksi terkait.

“Sementara penyidik masih melakukan klarifikasi terhadap korban ataupun saksi,” imbuh Kompol Riki.

Baca juga: Miris, Perempuan Penyandang Autis di Semarang Diduga Diperkosa Anggota LSM hingga Hamil 5 Bulan

 

Apa Itu Treatment Endolift?

Perawatan kecantikan berbasis teknologi laser semakin diminati masyarakat karena dinilai mampu memberikan hasil cepat tanpa operasi besar.

Salah satu prosedur yang kini populer di dunia estetika adalah endolift, treatment non-bedah yang diklaim dapat membantu mengencangkan kulit sekaligus mengurangi lemak berlebih pada wajah maupun tubuh.

DIlansir dari berbagai sumber, Endolift dikenal sebagai prosedur estetika modern yang bekerja menggunakan teknologi laser melalui serat optik mikro berukuran sangat kecil, bahkan disebut sehalus rambut.

Serat tersebut dimasukkan ke bawah lapisan kulit untuk menghantarkan energi panas langsung ke area target.

Metode ini bertujuan merangsang pembentukan kolagen alami sekaligus membantu memperbaiki kontur kulit dari dalam.

Karena dilakukan tanpa operasi besar, prosedur ini menjadi pilihan banyak orang yang ingin mendapatkan efek pengencangan wajah dengan waktu pemulihan lebih singkat.

 

Cara Kerja Endolift pada Kulit dan Lemak

Dalam prosedur endolift, dokter memasukkan micro fiber optic ke bawah jaringan kulit.

Serat mikro tersebut kemudian menghantarkan energi panas dari laser khusus seperti Eufoton LASEmaR 1500.

Energi laser bekerja secara selektif pada kandungan air dan timbunan lemak di bawah kulit.

Panas yang dihasilkan disebut mampu membantu menghancurkan lemak lokal sekaligus merangsang produksi kolagen.

Kolagen sendiri merupakan protein penting yang berperan menjaga elastisitas dan kekencangan kulit.

Karena itu, stimulasi kolagen dinilai dapat membantu membuat kulit tampak lebih kencang dan muda.

 

Diklaim Bisa Kencangkan Kulit dan Bentuk Kontur Wajah

Salah satu manfaat utama endolift adalah membantu mengatasi kulit kendur di beberapa area wajah maupun tubuh.

Treatment ini banyak digunakan untuk area pipi, garis rahang, dagu ganda atau double chin, hingga leher.

Selain skin tightening, endolift juga diklaim mampu membantu mengurangi lemak di area tertentu seperti kantung mata, lengan, hingga perut.

Tidak sedikit pasien memilih prosedur ini untuk mempertegas kontur wajah atau jawline agar terlihat lebih tegas dan proporsional.

 

Jadi Alternatif Facelift Tanpa Operasi

Popularitas endolift meningkat karena dianggap sebagai alternatif facelift non-bedah.

Prosedur ini tidak memerlukan sayatan besar maupun operasi invasif seperti facelift konvensional.

Pasien umumnya hanya memerlukan anestesi lokal saat tindakan dilakukan.

Selain itu, waktu pemulihan atau downtime disebut lebih singkat sehingga pasien bisa kembali beraktivitas lebih cepat.

Karena alasan tersebut, endolift banyak diminati oleh masyarakat yang ingin mendapatkan hasil estetika menyerupai facelift atau sedot lemak, namun belum siap menjalani operasi besar.

Meski demikian, masyarakat tetap disarankan berkonsultasi dengan dokter kompeten dan memahami risiko maupun kondisi medis sebelum menjalani prosedur estetika apa pun. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.