TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Trenggalek Menari #5 berganti-ganti tema yang diangkat, serta berpindah lokasi selama 5 tahun mendapatkan apresiasi dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Trenggalek.
Jumat malam sukses membius ratusan penonton untuk menyaksikan pertunjukan seni tari, yang sarat akan pesan makna kehidupan di Hutan Kota Trenggalek.
Berlanjut pada Sabtu malam (16/5/2026) nanti juga akan menampilkan penari dari berbagai sanggar serta lembaga pendidikan yang tidak kalah menarik.
Plt Disparbud Trenggalek, Toni Widianto mengungkapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada panitia. Terutama Kabul Culture Space yang sudah secara konsisten hingga tahun kelima menyelenggarakan event Trenggalek Menari dalam rangka Hari Tari Sedunia.
Baca juga: Puluhan Pelajar Dapat Materi Water Rescue di Diklat Brigade Penolong Trenggalek
"Maksud dari temen teman KCS yang saya tahu selain nguri-nguri kebudayaan seni tari dan seni lainnya. Juga berupaya untuk selalu menyatu dalam alam untuk penyelenggarannya," ujar Toni Widianto.
Sehingga selain melestarikan kesenian, menurut Toni ikut membantu Pemkab dalam mempromosikan wisata. Jika tahun kemarin di Wisata Tebing Telung Lintang, Desa Gandusari, tahun ini di Hutan Kota Trenggalek.
"Selain melestarikan potensi alam yang ada di Trenggalek, juga akan membantu kami dalam mempromosikan potensi pariwisata," ulasnya.
Toni mendorong ke seluruh panitia di tahun depan bisa di sawah atau pantai di pinggir sungai. Sehingga bisa lebih meriah lagi.
"Mudah-mudahan penyelenggara Trenggalek Menari berikutnya bisa dikonsep baik. Diadakan lebih meriah, baik peserta maupun pengunjung yang lebih besar lagi," bebernya.
Toni mengajak kepada masyarakat Trenggalek untuk menyaksikan nanti malam sebagai pertunjukan terakhir.
Dengan menonton Trenggalek Menari, berarti ikut serta menjaga kelestarian seni di Kabupaten Trenggalek.
Terpisah, Koordinator Panitia Trenggalek Menari, Rhesajaya menerangkan untuk hari ini, sore ada Yoga Class. Dan malamnya akan dilanjutkan pertunjukan Trenggalek Menari lanjutan dari malam sebelumnya.
Jaya bersyukur untuk antusiasme penonton dan peserta cukup banyak. Tahun 2025 lalu, panitia hanya membatasi 18 penampil di Trenggalek Menari.
"Kalau untuk antusiasme peserta alhamdulillah, kemarin kita hanya membatasi dari 18 peserta. Lalu di tahun ini kita alhamdulillah kita ada 21 peserta dalam 2 hari," beber Jaya.
Jaya mengaku Trenggalek Menari ini dalam rangka perayaan Hari Tari Sedunia. Jadi semua di sini penari berhak untuk merayakan Hari Tari.
Baca juga: Blitar Menjadi Daerah Tercepat Pembangunan Gerai Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih di Indonesia
Disinggung alasan memilih tempat yang berbeda-beda apa di setiap tahun yaitu karena memang harus berbeda-beda.
Panitia melihat Trenggalek memiliki banyak potensi. Sehinhga selalu mencari tempat tempat yang mempunyai potensi sebagai pariwisata.
"Tempat-tempat yang berpotensi artinya ini berpotensi untuk untuk ramai, ini berpotensi untuk hidup lagi. Jadi kita ada misi reaktivasi tempat seperti itu," tandasnya.
(Madchan Jazuli/TribunMataraman.com)