Pergi Lebih Cepat Lebih Baik, Alvaro Arbeloa Terlalu Toxic untuk Real Madrid
Arif Tio Buqi Abdulah May 16, 2026 03:30 PM

TRIBUNNEWS.COM - Situasi internal Real Madrid disebut semakin memanas seiring rentetan hasil buruk yang dialami klub sepanjang musim 2025/2026.

Ketegangan di ruang ganti Los Blancos kini terus menjadi sorotan setelah berbagai laporan mengenai konflik antarpemain hingga hubungan yang kurang harmonis dengan pelatih bermunculan ke publik.

Setelah sebelumnya muncul kabar mengenai konfrontasi fisik antara Aurelien Tchouameni dan Federico Valverde, kini perhatian tertuju pada gaya kepemimpinan pelatih Alvaro Arbeloa.

Menurut laporan Mundo Depotivo, Arbeloa disebut memiliki pendekatan yang terlalu keras dan mulai menciptakan suasana toxic di dalam skuad Real Madrid.

PRA LAGA - Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa dalam sesi jumpa pers setelah kalah dari Bayern Munchen 2-1 di leg pertama perempat final Liga Champions 2025/2026 pada Rabu (8/4/2026) dini hari WIB.
PRA LAGA - Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa dalam sesi jumpa pers setelah kalah dari Bayern Munchen 2-1 di leg pertama perempat final Liga Champions 2025/2026 pada Rabu (8/4/2026) dini hari WIB. (UEFA)

Salah satu pengungkapan terbaru menyebut Arbeloa sempat secara terang-terangan mengatakan kepada Fran Garcia bahwa dirinya tidak akan mendapatkan menit bermain di bawah kepemimpinannya.

“Kamu tidak akan bermain satu menit pun di bawah kepemimpinanku,” ujar Arbeloa kepada Fran Garcia kala itu.

Pernyataan tersebut terjadi tidak lama setelah Arbeloa menggantikan Xabi Alonso sebagai pelatih Real Madrid pada Januari lalu.

Baca juga: Jose Mourinho Sudah Tentukan Pemimpin Ruang Ganti Real Madrid, Bukan Kylian Mbappe

Saat itu, Fran Garcia memang nyaris meninggalkan Santiago Bernabeu setelah dikabarkan hampir bergabung dengan Bournemouth.

Namun transfer tersebut batal terjadi pada detik-detik terakhir.

Ironisnya, situasi justru berubah dalam beberapa pekan terakhir.

Fran Garcia kini mulai mendapatkan menit bermain lebih reguler setelah adanya konflik lain di sektor bek kiri Real Madrid.

Arbeloa disebut juga terlibat perselisihan dengan Alvaro Carreras.

Hubungan keduanya memanas setelah Carreras mempertanyakan salah satu keputusan sang pelatih dalam sesi latihan maupun pertandingan.

Arbeloa kabarnya merespons dengan nada tinggi dan berkata:

“Dapatkan lisensi kepelatihanmu sendiri.”

Konflik tersebut membuat Carreras mulai tersisih, sementara cedera yang dialami Ferland Mendy membuka jalan bagi Fran Garcia untuk kembali mendapatkan kesempatan tampil.

Situasi internal Real Madrid semakin menjadi sorotan karena Arbeloa juga disebut pernah berselisih dengan beberapa pemain senior lainnya.

Nama-nama seperti Kylian Mbappe, Dani Carvajal, Dani Ceballos, hingga Raul Asencio dikabarkan pernah terlibat ketegangan dengan mantan bek kanan Real Madrid tersebut.

Hubungan Arbeloa dengan Mbappe bahkan sempat menjadi perhatian besar media Spanyol setelah sang penyerang mengeluhkan dirinya hanya dianggap sebagai “striker pilihan keempat” di skuad.

Rangkaian konflik tersebut membuat banyak pihak mulai mempertanyakan kemampuan Arbeloa dalam mengelola ruang ganti yang dipenuhi pemain bintang dan ego besar.

Tidak sedikit pendukung Real Madrid yang kini mulai menilai bahwa kepergian Arbeloa dari kursi pelatih akan menjadi solusi terbaik demi mengembalikan stabilitas tim.

Apalagi, performa Los Blancos musim ini terus menurun baik di kompetisi domestik maupun Eropa.

Jika situasi internal tidak segera membaik, tekanan terhadap Arbeloa diperkirakan akan semakin besar dalam beberapa pekan ke depan.

Mourinho Kian Dekat ke Real Madrid

Real Madrid dikabarkan bergerak cepat untuk memulangkan Jose Mourinho ke Santiago Bernabeu.

Manajemen Los Blancos disebut semakin yakin bahwa Mourinho merupakan sosok yang tepat untuk memulihkan ketertiban di ruang ganti yang tengah bergejolak musim ini.

Menurut laporan Diario AS, kepulangan Mourinho kini dianggap tinggal menunggu waktu dibanding sekadar rumor belaka.

Presiden klub, Florentino Perez, bahkan dijadwalkan menggelar pembicaraan langsung dengan Mourinho pada pekan depan.

Dalam beberapa pekan terakhir, Real Madrid memang terus mempelajari berbagai opsi pelatih. Namun, jajaran direksi akhirnya disebut mencapai kesimpulan bahwa Mourinho menjadi kandidat paling ideal.

Faktor pengalaman, wibawa, dan kemampuan Mourinho dalam mengendalikan ruang ganti dianggap menjadi alasan utama.

Real Madrid menilai skuad mereka saat ini kehilangan kepemimpinan, kekompakan, dan keseimbangan kompetitif. Situasi tersebut semakin terlihat setelah berbagai konflik internal mencuat ke publik sepanjang musim.

Mulai dari pertengkaran antar pemain di ruang ganti hingga hubungan yang memburuk dengan staf pelatih membuat kondisi klub dinilai semakin tidak stabil.

Karena itu, Real Madrid merasa membutuhkan pelatih yang mampu langsung menerapkan disiplin secara tegas.

Menariknya, Mourinho dikabarkan sudah membuka pintu untuk kembali menangani Real Madrid.

Proses reuni tersebut disebut mulai berkembang setelah pelatih asal Portugal itu memberikan sinyal positif kepada pihak klub. Kini, dukungan penuh dari jajaran direksi semakin memperbesar peluang Mourinho kembali ke Bernabeu.

Meski belum ada kontrak resmi yang ditandatangani, kedua pihak disebut sudah memahami keinginan masing-masing. Saat ini, pembahasan lanjutan masih menunggu musim kompetisi berakhir.

Faktor lain yang ikut memperlancar proses ini adalah membaiknya hubungan Real Madrid dengan agen ternama Jorge Mendes. Hubungan tersebut diyakini membantu membuka kembali jalur komunikasi yang sebelumnya sempat merenggang.

Dari sisi finansial, langkah ini juga dianggap realistis. Klausul pelepasan Mourinho dilaporkan hanya berada di angka sekitar 3 juta euro atau setara Rp61 miliar, nominal yang dinilai cukup masuk akal bagi Real Madrid demi memperbaiki kondisi klub saat ini.

(Tribunnews.com/Ali)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.