TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman serius di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara). Bahkan, kejadian karhutla disebut masih mendominasi jumlah bencana yang terjadi di wilayah perbatasan tersebut.
Fakta itu terungkap dalam kegiatan sosialisasi penanganan kebakaran lahan dan kebun yang digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Nunukan di Aula Kantor Camat Nunukan beberapa waktu lalu.
Kegiatan yang diikuti sekitar 40 peserta dari aparat kecamatan, kelurahan dan desa, Babinsa,
Bhabinkamtibmas, penyuluh pertanian lapangan (PPL), hingga petani itu menghadirkan narasumber dari BPBD Kabupaten Nunukan.
Turut hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut Kasubbag Umum Kecamatan Nunukan mewakili Camat Nunukan dan Wakapolsek Nunukan.
Baca juga: Karhutla Kembali Mengganas di Nunukan Kaltara, BPBD Keluarkan Imbauan untuk Warga
Kepala Sub Bidang Penyelamatan BPBD Nunukan, Hasanuddin, mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena dampaknya sangat berbahaya.
“Karhutla bukan hanya merusak lingkungan, tapi juga mengganggu kesehatan masyarakat dan aktivitas ekonomi. Ini jadi tanggung jawab bersama,” tegas Hasanuddin.
Dalam pemaparannya, Hasanuddin mengungkap sejumlah tantangan penanganan karhutla di Nunukan. Salah satunya adalah luas wilayah dengan kondisi geografis yang sulit dijangkau sehingga proses pemadaman sering terkendala.
Tak hanya itu, personel di lapangan juga disebut masih minim perlengkapan keselamatan saat melakukan pemadaman.
“Kondisi wilayah yang jauh dan sulit dijangkau membuat penanganan kebakaran tidak mudah. Ke depan perlengkapan keselamatan personel juga perlu ditingkatkan,” ujarnya.
BPBD Nunukan bersama instansi terkait kini terus memperkuat langkah pencegahan melalui deteksi dini hotspot, patroli terpadu, sosialisasi kepada masyarakat hingga operasi modifikasi cuaca (OMC).
Selain upaya pencegahan, pemerintah juga menyiapkan tindakan tegas terhadap pelaku pembakaran lahan melalui sanksi pidana dan denda.
(*)
Penulis: Fatimaj Majid