Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhammad Uqel
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Meningkatnya kasus kekerasan seksual di lingkungan sekolah menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Serang.
Wakil Bupati Serang, Najib Hamas, meminta guru Bimbingan dan Konseling (BK) serta wali kelas bergerak cepat dalam melindungi siswa dari potensi kekerasan seksual di sekolah.
Hal itu disampaikan Najib Hamas saat menghadiri Pelatihan Konseling Sekolah Anti Kekerasan Seksual di Gedung Global Indonesia School, Desa Pelamunan, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Sabtu (16/5/2026).
Baca juga: Cegah Kekerasan Seksual di Sekolah, PGRI Kabupaten Serang Gelar Pelatihan Konseling
Kegiatan hasil kolaborasi PGRI Kabupaten Serang dan Universitas Indraprasta PGRI tersebut diikuti para guru BK dan wali kelas dari berbagai sekolah di Kabupaten Serang. Pelatihan digelar untuk meningkatkan kemampuan pendidik dalam mendeteksi, mencegah, hingga menangani potensi kekerasan seksual di lingkungan sekolah.
Menurut Najib Hamas, tantangan dunia pendidikan saat ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran, tetapi juga memastikan peserta didik merasa aman dan terlindungi selama berada di sekolah.
“Kami dari Pemerintah Kabupaten Serang sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berharap pelatihan seperti ini terus dilaksanakan sesuai kebutuhan sekolah,” ujar Najib Hamas kepada TribunBanten.com.
Ia menegaskan, guru memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman melalui pengawasan, edukasi, serta pendampingan terhadap siswa.
“Selain ada aturan hukum yang mengatur tindakan kekerasan seksual, para pendidik juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan edukasi kepada siswa agar kasus serupa tidak terjadi di lingkungan sekolah,” katanya.
Politisi PKS itu berharap para peserta pelatihan dapat menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing, mulai dari menyosialisasikan pentingnya perlindungan anak hingga membangun budaya sekolah yang lebih peduli terhadap keamanan dan kenyamanan siswa.
“Targetnya, ekosistem perlindungan dan edukasi di setiap sekolah bisa berjalan maksimal sehingga potensi kekerasan di lingkungan pendidikan dapat ditekan,” pungkasnya.