SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Keluarga besar Pratu PS (23), anggota Denkesyah 02.04.04 Palembang yang tewas dalam insiden penembakan di Cafe, Resto, Bar And Live Music Panhead, Sabtu (16/5/2026) dini hari, menyisakan duka mendalam.
Pihak keluarga mengaku sangat syok atas kematian korban yang dinilai tidak wajar.
Adik kandung korban, Faradita, mengungkapkan bahwa dirinya baru mengetahui kabar duka tersebut pada Sabtu subuh sekitar pukul 06.00 WIB melalui telepon dari sang tante.
Ia diinformasikan bahwa kakaknya meninggal dunia akibat luka tembak yang diduga dilakukan oleh sesama oknum TNI.
Baca juga: Kodam II Sriwijaya Benarkan Insiden Penembakan Sesama Anggota TNI, Pelaku Sudah Diamankan di POMDAM
"Saya langsung mendatangi RS Bhayangkara Moh Hasan untuk memastikan. Sesampainya di sana, ternyata benar kakak saya sudah meninggal dunia dengan luka tembak di bagian perut," ujar Faradita saat ditemui di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Sabtu (16/5/2026).
Faradita mengaku tidak memiliki firasat buruk sebelum kejadian.
Namun, ia mengenang pertemuan terakhirnya dengan sang kakak pada Jumat (15/5/2026) sore sekitar pukul 16.00 WIB di rumah tantenya.
"Sudah lama tidak ketemu. Kemarin sore tiba-tiba kakak main ke rumah tante menanyakan kabar. Saat itu saya sempat meminta uang Rp 10 ribu ke kakak, lalu dia pamit pergi lagi," kenangnya.
Atas peristiwa tragis yang merenggut nyawa kakaknya tersebut, Faradita mewakili pihak keluarga meminta keadilan dan berharap pelaku dapat diproses hukum secara tegas.
"Kami keluarga sangat syok. Kami berharap pelaku dihukum setimpal dengan perbuatannya," pungkas Faradita.