Sosok Andi Gani Sebut Museum Marsinah yang Diresmikan Prabowo di Nganjuk Tak Dibiayai Pemerintah
Musahadah May 16, 2026 04:32 PM

 

SURYA.CO.ID, JAKARTA - Ini lah sosok Andi Gani Nena Wea, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI)  yang menyebut Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, tidak menggunakan dana pemerintah, baik APBN maupun APBD.  

Menurut Andi Gani, Museum Marsinah yang baru saja diresmikan Presiden Prabowo Subianto, murni dibangun secara gotong royong oleh keluarga besar KSPSI AGN.

“Total anggaran museum ini mencapai hampir Rp 3,8 miliar,” jelas Andi Gani usai peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk, Sabtu (16/5/2026).

“Saya pastikan tidak ada dana pemerintah, tidak ada APBN maupun APBD. Semua berasal dari gotong royong keluarga besar KSPSI AGN,” tegasnya.

Menurut Andi Gani, kekuatan ekonomi koperasi buruh menjadi fondasi utama pembangunan museum tersebut.

Baca juga: Rekam Jejak Andi Gani Presiden KSPSI Jadi Penasehat Ahli Kapolri saat Hari Buruh, Orang Dekat Jokowi

Ia menerangkan, jaringan koperasi buruh di bawah KSPSI AGN kini memiliki aset hingga triliunan rupiah.

“KSPSI AGN memiliki basis koperasi yang sangat kuat. Total aset koperasi buruh kami sudah mencapai Rp 2,1 triliun. Ada koperasi buruh yang asetnya Rp 750 miliar, ada yang Rp 300 miliar,” bebernya.

Andi Gani mengatakan, pembangunan Museum Marsinah dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan Marsinah, sebagai simbol perjuangan buruh Indonesia.

“Ini bentuk penghormatan kami kepada Ibu Marsinah sebagai pejuang buruh. Karena itu museum ini dibangun secara gotong royong oleh keluarga besar KSPSI di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah yang baru saja diresmikan Presiden Prabowo ini nantinya dibuka untuk umum secara gratis setiap hari, mulai pukul 10.00 WIB hingga 17.00 WIB.

Pengelolaan museum juga melibatkan keluarga Marsinah, dan yayasan yang dibentuk KSPSI Jawa Timur.

Dalam kesempatan itu, Andi Gani turut menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo yang hadir langsung untuk meresmikan museum sekaligus berziarah ke makam Marsinah.

“Ini bentuk penghormatan negara yang luar biasa kepada perjuangan buruh dan kepada Ibu Marsinah,” tutupnya.

Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk ini diinisiasi oleh Andi Gani bersama Ketua Dewan Penasihat KSPSI sekaligus Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Ketua DPD KSPSI Jawa Timur Ahmad Fauzi, serta jajaran pengurus KSPSI di berbagai daerah di Indonesia.

Siapakah Andi Gani? 

Andi Gani Newa Wea diangkat penjadi penasehat Kapolri bidang perburuhan bertepatan dengan peringatan May Day.
Andi Gani Newa Wea diangkat penjadi penasehat Kapolri bidang perburuhan bertepatan dengan peringatan May Day. (kolase tribunnews)

Selain menjadi Presiden KSPI, Andi Gani juga menjabat sebagai Komisaris Utama (Komut) PT PP (Persero) Tbk

Andi Gani merupakan salah satu Komisaris Utama BUMN termuda.

Pada saat pertama kali diangkat pada 2023, usianya baru 39 tahun.

Sosok Andi Gani selama ini dikenal sebagai pimpinan kelompok buruh.

Ia aktif mengomandoi Konfederasi Buruh ASEAN dan menjabat juga sebagai Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI).

Di luar aktivitasnya sebagai aktivis buruh dan Komut PT PP, Andi Gani juga dikenal dekat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Andi Gani merupakan loyalis Jokowi sejak Kepala Negara itu merintis karier politik dari Solo sebagai Wali Kota Solo.

Kemudian, secara aktif Andi Gani turut menggalang dukungan buruh saat Jokowi maju menjadi Gubernur DKI Jakarta dan Pemilihan Presiden selama 2 periode.

Ia bahkan sempat diminta bergabung ke dalam jajaran Kabinet Kerja Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Namun, ia lebih memilih tetap menjadi Komisaris Utama PT PP untuk berkonsentrasi penuh membantu Presiden Jokowi di bidang infrastruktur.

Dalam RUPS tahunan PT PP sendiri terdapat sejumlah perubahan. Ayodhia GL Kalake diangkat sebagai Komisaris menggantikan posisi Letjend (Purn) Sumardi yang sebelumnya menjabat sebagai Komisaris.

Sedangkan di posisi Direksi, perseroan mengangkat Sinur Linda Gustina Manurung sebagai Direktur Strategi Korporasi dan HCM perseroan menggantikan posisi M Toha Fauzi yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Operasi 2.

“Selain beberapa mata acara rutin yang diputuskan dalam RUPS Tahunan, Pemegang Saham PTPP juga menyetujui adanya perubahan susunan pengurus perseroan,” ujar Andi Gani Nena Wea yang juga merangkap sebagai Komisaris Independen.

Jadi Penasehat Ahli Kapolri 

Andi Gani diangkat menjadi Penasihat Ahli Kapolri Bidang Ketenagakerjaan saat momen Hari Buruh Internasional atau May day 2024. 

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan pengangkatan Andi Gani Nena Wea itu atas kesepakatan teman-temannya di konfederasi.  

"Ada satu yang membedakan hari ini, atas kesepakatan rekan-rekan konfederasi, terkait masalah keperburuhan, hak-hak yang mereka perjuangkan di dalam teman-teman sepakat menunjuk Bung Andi Gani untuk menjadi Penasihat Ahli Kapolri Bidang Ketenagakerjaan," ungkap Kapolri dalam acara puncak May Day di Stadion Madya, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (1/5/2024). 

Diungkapkan Kapolri, peran Andi Gani nantinya akan membantu Polri terkait sengketa antara buruh dan pengusaha. 

"Di lapangan kita banyak mendengar banyak sengketa ketenagakerjaan antara buruh dan pengusaha. Ini bukan hal yang tidak bisa diselesaikan, tapi kita juga butuh ada informasi, masukan, sehingga secara komprehensif kita bisa menyelesaikan sengketa tanpa mencampuri stakeholder lain yang punya tugas sama," tuturnya. 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.