Puncak Napak Tilas Padjadjaran Digelar di Bandung Malam Ini, 27 Daerah Tampilkan Kesenian Sunda
Muhamad Syarif Abdussalam May 16, 2026 04:33 PM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran, Binokasih Mulang Salaka berakhir di Kota Bandung. 

Acara akan dimulai nanti malam, dari Kiara Artha Park, lalu menuju Jalan Jakarta, Jalan Supratman dan berakhir di Jalan Diponegoro (Gedung Sate). 

Rangkaian Milangkala Tatar Sunda, Napak Tilas Padjadjaran yang mengarak Mahkota Binokasih ini, dimulai dari Kabupaten Sumedang pada 3 Mei 2026, kemudian bergerak menuju Kawali, Ciamis, Kampung Naga di Tasikmalaya, Garut, Cianjur, Bogor, Karawang, Depok dan Kabupaten Cirebon.

Puncak Napak Tilas Padjadjaran ini berakhir di Kota Bandung dalam kegiatan kirab budaya kesenian kabupaten dan kota se-Jabar pada Sabtu 16 Mei 2026.

Pada Minggu malam, 17 Mei 2026 dilanjutkan dengan acara Peuting Munggaran Milangkala Tatar Sunda, menampilkan pertunjukan kolosal kebudayan di Gedung Sate. 

Menurut pantauan, Jalan yang akan menjadi rute kirab nanti malam sudah dihias menggunakan bendera putih dan janur kuning di setiap sisinya, mulai dari Jalan Jakarta, Jalan Supratman hingga Jalan Diponegoro yang menjadi akhir dari kirab tersebut. 

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jabar, sekaligus Ketua Panitia Milangkala Tatar Sunda, Dedi Supandi, mengatakan puncak kirab akan berlangsung mulai pukul 19.30 WIB hingga 22.00 WIB. Seniman dari 27 kabupaten dan kota di Jabar akan menampilkan berbagai kesenian yang dijamin menarik untuk ditonton.

"Bukan hanya itu, beberapa perwakilan dari luar Jabar juga akan hadir, seperti dari Aceh, DKI Jakarta, Surakarta, Jogjakarta, Ponorogo, hingga Tegal dan Brebes," ujar Dedi, Sabtu (16/5/2026).

Selain kesenian, Mahkota Binokasih Sanghyang Pake juga diarak dalam rangkaian kirab. Dedi memastikan, Mahkota Binokasih yang diarak selama kirab adalah mahkota asli, buka replika. 

"Itu asli, bukan replika. Meskipun di Sumedang ada replikanya, tetapi yang ini 100 persen asli. Dan inilah sebenarnya yang ingin kita sampaikan bahwa Sunda atau Jawa Barat memiliki budaya yang cukup kaya sejak zaman dulu," katanya.

Selama acara nanti, panitia telah menyiapkan layanan medis di setiap titik sepanjang rute kirab. Meski demikian, masyarakat juga perlu memastikan tubuh dalam kondisi sehat saat menonton kirab.

Puncak acara Milangkala Tatar Sunda berlanjut pada Minggu (17/5/2026) malam dengan menampilkan panggung Peuting Munggaran Milangkala Tatar Sunda di Parkir Barat Gedung Sate. 

Acara kesenian pada kirab budaya maupun di atas panggung dapat disaksikan masyarakat secara gratis, tanpa dipungut biaya.

Dedi mengatakan, pada Milangkala Tatar Sunda tahun selanjutnya, acara akan digelar di daerah yang belum disinggahi pada tahun ini. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.