Jaga Fokus Pemain Borneo FC dari Euforia Bali, Manajemen Langsung Boyong Skuad ke Jogja
Christoper Desmawangga May 16, 2026 07:09 PM

TRIBUNKALTIM.CO - Manajemen Borneo FC Samarinda mengambil keputusan dengan langsung memboyong skuatnya bertolak ke Yogyakarta untuk menggelar pemusatan latihan atau training center (TC) usai memetik kemenangan krusial 3-2 di kandang Bali United.

Langkah cepat ini diambil demi menjaga fokus penuh para pemain menjelang laga penentu pekan ke-33 BRI Super League melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini, Minggu (17/5/2026).

Manajer Borneo FC Samarinda, Dandri Dauri, membeberkan alasan mendasar di balik keputusan manajemen pasca-kemenangan dramatis atas Serdadu Tridatu di Bali.

Baca juga: Prediksi Persijap Jepara vs Borneo FC di Super League, H2H dan Jam Tayang

Motivasi tinggi dari hasil sempurna di Pulau Dewata dinilai menjadi daya tambah yang sangat positif bagi Juan Villa dkk, dalam menatap laga sisa kompetisi.

Selama menjalani program latihan di Yogyakarta, suasana tim dilaporkan sangat kondusif dan para pemain tampak menikmati setiap menu latihan yang diberikan oleh tim pelatih.

"Ini merupakan hal yang sangat baik untuk menjaga anak-anak tetap fokus, menjaga situasi tim tetap kondusif, mempertahankan kepercayaan diri yang ada, dan yang paling terpenting adalah membuat mereka tidak menganggap enteng kekuatan lawan," tutur Dandri.

Dandri juga memberikan peringatan keras kepada anak asuhnya agar tidak cepat puas dengan pencapaian saat ini dan terus menjaga mental bertanding karena kompetisi belum sepenuhnya usai.

Baca juga: Pusamania Ketuk Pintu Langit Demi Borneo FC Juara BRI Super League 2025/26

Borneo FC saat ini tengah membawa asa besar masyarakat Samarinda untuk merengkuh trofi juara.

Oleh karena itu, usaha dan kerja keras wajib kembali ditunjukkan saat berhadapan dengan Persijap Jepara nanti.

Mengingat jadwal pertandingan di fase akhir liga yang sangat berdekatan, manajemen tim berjuluk Pesut Etam ini bergerak cepat mengamankan fokus para pemain dengan menjauhkan mereka dari potensi gangguan luar.

Dandri secara blak-blakan menyebutkan bahwa faktor lain menjadi alasan utama mengapa manajemen memilih memisahkan tim dari euforia berlebihan di Bali.

Baca juga: Pekan ke-33 Super League: Persib Pincang di Makassar, Borneo FC Siap Kudeta Puncak di Jepara

"Kalau kami memilih untuk tetap bertahan di Bali, kami khawatir pikiran anak-anak (skuat Borneo FC) justru ke mana-mana atau keluyuran. Lagi pula, kita semua sudah tahu bahwa fasilitas latihan yang ada di Jogja itu sangat bagus dan memadai."

"Ini bukan hal baru lagi bagi kami, sudah biasa kami lakukan. Insya Allah, seluruh elemen tim siap menghadapi tantangan Persijap," tegas Dandri.

Ia sangat optimistis bahwa Borneo FC memiliki peluang yang sangat besar untuk keluar sebagai juara di akhir kompetisi nanti.

Menghadapi dua pertandingan terakhir, fokus tim bukan hanya karena Borneo FC akan mewakili Indonesia menghadapi kompetisi di level Asia musim depan, melainkan ada sebuah sejarah besar yang ingin diukir bersama masyarakat Kalimantan Timur.

Baca juga: Ujian Berat Persib Bandung Hapus Rekor Buruk dari PSM, Borneo FC Bisa Ambil Keuntungan

Keberhasilan ini nantinya ditegaskan bukan karena andil satu orang saja, melainkan buah dari kerja keras seluruh komponen tim yang hebat mulai dari jajaran pelatih, staf, pemain, hingga rekan-rekan media yang terus memberikan dukungan positif.

Di sisi lain, dukungan spiritual dari kota asal juga terus mengalir deras menuju Yogyakarta.

Kelompok suporter setia Pusamania bersama dengan warga Sungai Pinang Luar bahkan sampai menggelar prosesi doa bersama dan ibadah salat hajat khusus yang dipimpin oleh tokoh agama setempat demi mendoakan kejayaan dan keselamatan Pesut Etam.

Menanggapi aksi solidaritas tersebut, Dandri mengaku merasa sangat terharu sekaligus bangga atas totalitas tanpa batas yang ditunjukkan oleh para pendukung fanatik Pesut Etam.

Baca juga: Merasa Dianaktirikan Publik, Fabio Lefundes: Borneo FC Masih Hidup dan Siap Tikung Persib!

Baginya, fakta bahwa rekan-rekan Pusamania sampai meluangkan waktu melaksanakan salat hajat demi tim adalah sesuatu yang sangat luar biasa.

Manajemen berharap Borneo FC bisa tampil sebagai yang terbaik di akhir musim secara mandiri, tanpa harus menggantungkan nasib juara pada hasil pertandingan tim lain.

Sinergi positif dan rasa kepemilikan yang tinggi ini juga dirasakan langsung oleh masyarakat akar rumput.

Alus, salah seorang warga Sungai Pinang Luar yang ikut serta dalam jamaah salat hajat tersebut, mengungkapkan rasa bangganya yang mendalam terhadap klub kebanggaan warga Samarinda ini dan berharap penuh agar tahun ini trofi juara bisa mendarat di Kota Tepian. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.