Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Panglima Laot Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), T Indra Kusuma, menyiapkan program pelatihan teknik las, teknik mesin, dan manufaktur bubut untuk anak-anak nelayan di kawasan pesisir.
Program itu menyasar pemuda putus sekolah untuk mencetak tenaga mekanik lokal yang siap kerja.
Indra mengatakan, Kabupaten Abdya masih kekurangan sumber daya manusia di bidang mekanik dan operator mesin bubut.
Akibatnya, sebut Indra, masyarakat masih bergantung pada tenaga kerja dari luar daerah, terutama dari Medan, untuk menangani pekerjaan teknis tertentu.
“Untuk pekerjaan tertentu, kita masih mendatangkan tenaga dari Medan, Sumatera Utara,” kata Indra Kusuma, Sabtu (16/5/2026).
Menurutnya, kebutuhan mekanik di Abdya terus meningkat, mulai dari perbaikan mesin kapal nelayan, kendaraan, hingga alat produksi usaha masyarakat.
Baca juga: Prabowo Luncurkan Gerai Koperasi Desa Merah Putih, Pembangunan 4 KDMP di Abdya Rampung 100 Persen
"Namun, keterbatasan tenaga ahli membuat biaya perbaikan lebih mahal dan proses pengerjaan kerap memakan waktu lebih lama," ucapnya.
Ia menilai ketergantungan terhadap mekanik dari luar daerah menjadi persoalan serius bagi masyarakat pesisir.
"Saat mesin kapal atau kendaraan rusak, nelayan sering kesulitan mendapatkan teknisi yang dapat bekerja cepat," ungkapnya.
Karena itu, Panglima Laot Abdya berencana menggelar pelatihan berbasis praktik selama satu tahun penuh.
Program tersebut lebih menitikberatkan pada pengalaman kerja langsung di bengkel dibanding pembelajaran teori di ruang kelas.
“Anak-anak langsung praktik. Mereka melihat tutorial melalui YouTube menggunakan infokus, setelah itu langsung mencoba di lapangan,” katanya.
Baca juga: Angin Kencang Rusak Atap Rumah, BPBD Abdya Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem
Indra optimistis pelatihan itu dapat melahirkan tenaga mekanik baru yang mampu mengisi kebutuhan pasar kerja lokal.
"Selain menciptakan tenaga kerja produktif, program ini juga kita harapkan dapat menekan angka pengangguran di kalangan pemuda pesisir," kata Indra.
Menurutnya, banyak anak-anak nelayan memiliki potensi, tetapi tidak memiliki akses keterampilan setelah berhenti sekolah.
"Karena itu, pelatihan ini dirancang agar peserta memiliki kemampuan teknis yang dapat langsung digunakan untuk bekerja," ujarnya.
“Kalau mereka serius, saya yakin bisa menjadi montir yang andal. Abdya tidak boleh terus bergantung pada tenaga luar,” tambah Indra.
Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, Indra berharap adanya bantuan pemerintah dan donatur, terutama untuk pengadaan peralatan perbengkelan.
Baca juga: Satu Calon Jamaah Haji Abdya Tunda Berangkat
Sebab, sebut Indra, sebagian besar proses pembelajaran akan menggunakan alat praktik secara langsung.
Ia mengatakan bahwa dirinya akan turun langsung sebagai instruktur utama tanpa dibayar.
"Keberhasilan pelatihan bergantung pada kemauan dan disiplin peserta. Kalau rajin dan disiplin, mereka bisa punya masa depan dari keterampilan ini,” pungkas Indra.
Sebagai informasi, Indra merupakan mekanik yang telah berkecimpung di bidang tersebut sejak 1985 dan pernah menjadi supervisor mekanik garansi perusahaan mesin kapal Indoyuchai wilayah Aceh. (*)