Geger Isolator Gardu Distribusi Listrik di Barito Kuala Keluarkan Percikan Api, Bertahan Cukup Lama
M.Risman Noor May 16, 2026 09:07 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Warga Jalan Taman Sari Bunga, Barito Kuala, Kalimantan Selatan digegerkan dengan kemunculan api di isolator gardu distribusi listrik.

Api tersebut muncul dari bagian permukaan salah satu isolator yang terpasang di saluran udara tegangan menengah (SUTM).

Dilansir melalui unggahan akun Instagram @peristiwakalsel Sabtu (16/5/2026) warga yang melihat kemunculan api tersebut pun terdengar panik dan meminta petugas PLN untuk segera datang.

Terlihat percikan api berwarna kebiruan berkobar di bagian permukaan isolator.

Baca juga: Pertama di Banjarbaru, Gerai KMP Landasan Ulin Timur Resmi Beroperasi

Baca juga: Petani Rangda Malingkung Tapin Panen Padi Siam Kupang, Tikus dan Burung Mayar Ganggu Produksi

Tiang listrik penyangga isolator gardu distribusi tersebut berada tempat di pinggiran Jalan Taman Sari Bunga.

“PLN nah PLN tolong di Taman Sari Bunga,” ucap pria yang merekam peristiwa tersebut.

Warga khawatir api yang muncul semakin membesar dan membahayakan arus listrik serta warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Api tersebut berkobar dalam kurun waktu yang cukup lama dan tak jua padam.

Meski demikian api hanya muncul dari salah satu bagian isolator dan tidak menjalar ke bagian tiang listrik lainnya.

Belum diketahui secara pasti penyebab kemunculan api dari permukaan isolator gardu distribusi listrik itu.

Baca juga: Dukung Program Nasional, Polres Kotabaru Kembali Panen Raya Jagung 1,3 ton di Pulaulaut Barat 

Geger Api di Tapin

Rumah milik warga di Desa Asam Randah, Kecamatan Hatungun, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan terbakar, Jumat (16/5/2026) sore.

Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 17.47 Wita dan menghanguskan satu unit rumah milik Ali Fandi. 

Berdasarkan laporan Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Tapin, rumah yang terbakar dihuni satu kepala keluarga dengan total empat jiwa. 

Akibat kejadian itu, bangunan rumah mengalami kerusakan hingga 100 persen dengan taksiran kerugian mencapai sekitar Rp 150 juta. 

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. 

Pemadaman api juga dilakukan warga sekitar secara manual menggunakan ember untuk mencegah api meluas ke bangunan lainnya. 

"Sementara korban tinggal di tempat keluarganya, kebetulan rumah di kanan dan kiri itu rumah keluarga si korban," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid/Danti Ayu)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.