Jalan Citarum Segera Dibeton, Wali kota Agustina Pastikan Penanganan Permanen
abduh imanulhaq May 16, 2026 11:14 PM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Kerusakan bergelombang di Jalan Citarum, Kota Semarang, dipastikan akan segera diperbaiki melalui proyek betonisasi yang disiapkan oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng.

Perbaikan dilakukan menyusul kondisi ruas jalan arteri sekunder tersebut yang dinilai membahayakan pengendara, terutama saat jam sibuk.

Ruas Jalan Citarum yang berada di wilayah Kelurahan Mlatibaru, Kecamatan Semarang Timur, selama ini menjadi jalur utama keluar masuk kawasan Central Business District (CBD).

Tingginya volume kendaraan yang melintas membuat kondisi jalan bergelombang di sejumlah titik semakin dikeluhkan masyarakat.

Meski secara kasat mata permukaan jalan terlihat cukup baik, namun pada beberapa bagian ditemukan penurunan badan jalan yang memicu gelombang cukup tinggi.

Kondisi itu disebut berpotensi mengganggu konsentrasi pengendara roda dua hingga memicu kecelakaan lalu lintas.

Agustina menyampaikan bahwa proses perbaikan Jalan Citarum kini telah memasuki tahapan administrasi lelang.

“Sekarang tahapannya baru masuk lelang Bagian Pengadaan Barang dan Jasa atau PBJ. Nantinya jalan tersebut akan dilakukan betonisasi,” ujarnya, Jumat (15/5/2026).

Betonisasi dipilih sebagai metode penanganan untuk memperkuat struktur jalan yang selama ini menerima beban kendaraan cukup tinggi setiap hari.

Jalan dengan lebar sekitar delapan meter itu diketahui menjadi penghubung kawasan permukiman padat, pertokoan, sekolah, rumah sakit hingga area komersial di Semarang Timur.

Arus kendaraan yang padat, terutama pada pagi dan sore hari, disebut menjadi salah satu faktor yang mempercepat penurunan kualitas permukaan jalan.

Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah titik jalan mengalami gelombang yang cukup tajam.

Menurut wali kota, perbaikan dilakukan agar kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan dapat ditingkatkan.

Betonisasi juga diharapkan mampu memberikan daya tahan lebih lama dibandingkan lapisan aspal sebelumnya.

“Karena volume kendaraan di kawasan itu cukup tinggi, maka penanganannya dipersiapkan dengan betonisasi supaya lebih kuat,” tandasnya.(***) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.