Usai Remaja Tewas Dikeroyok di Labusel, Ayah dan Anak Pelaku Penikaman Serahkan Diri ke Polisi
Muhammad Tazli May 16, 2026 11:27 PM

TRIBUN-MEDAN.com, LABUHANBATU SELATAN – Seorang remaja bernama Wahyudi Kurniawan (17) tewas diduga akibat pengeroyokan yang terjadi di Dusun Kandang Motor, Desa Aek Batu, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Kamis (14/5/2026) sore.

Dalam kasus tersebut, Polsek Torgamba mengamankan dua terduga pelaku yang merupakan ayah dan anak, yakni SPO alias Yetno (36) dan SPT alias Tio (18), warga Dusun Cinta Makmur, Desa Aek Batu.

Kapolres Labuhanbatu Selatan, AKBP Aditya S.P. Sembiring, S.I.K., melalui Kapolsek Torgamba, AKP Sunipan Gurusinga, S.H., mengatakan pihak kepolisian bergerak cepat usai menerima laporan adanya keributan yang menyebabkan seorang remaja mengalami luka tusuk hingga meninggal dunia.

“Begitu mendapat laporan, personel Polsek Torgamba langsung turun ke lokasi, melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, meminta keterangan saksi-saksi, serta melakukan pengejaran terhadap para pelaku,” ujar AKP Sunipan Gurusinga.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, peristiwa itu diduga dipicu persoalan pribadi terkait komunikasi korban dengan anak perempuan salah satu pelaku melalui aplikasi WhatsApp.

Baca juga: Polres Tapsel Ikut Panen Raya Jagung Serentak, Dorong Ketahanan Pangan Nasional

Kejadian bermula sekitar pukul 17.00 WIB saat korban bersama rekannya, Aldo Aima Panggabean, melintas menggunakan sepeda motor Yamaha Vixion warna hitam tanpa pelat nomor di depan rumah SPT alias Tio. Saat itu, Tio diduga melempar batu ke arah korban dan meminta mereka berhenti, namun korban tetap melanjutkan perjalanan.

Korban kemudian mendatangi rumah saksi bernama Muhammad Ridwan alias Glembo di Dusun Kandang Motor untuk mengajak berjalan-jalan. Sekitar 30 menit kemudian, Tio bersama ayahnya, Yetno, datang menggunakan sepeda motor Yamaha NMAX warna hitam.

Di lokasi sempat terjadi cekcok mulut. Yetno disebut mempertanyakan alasan korban menghubungi anak perempuannya melalui pesan WhatsApp. Korban membantah tuduhan tersebut hingga berujung perkelahian antara korban dan Tio.

“Saat situasi memanas, saksi sempat melerai. Namun karena anaknya diduga tidak mampu mengimbangi korban, ayahnya kemudian turun tangan sambil membawa pisau dan menikam korban di bagian punggung kiri belakang,” terang Kapolsek.

Akibat tikaman tersebut, korban terjatuh dan mengeluarkan banyak darah. Kedua pelaku kemudian melarikan diri dari lokasi kejadian.

Warga yang mengetahui peristiwa itu segera melaporkannya ke Polsek Torgamba. Polisi yang dipimpin langsung Kapolsek bersama personel Reskrim dan piket SPK langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku.

Setelah identitas pelaku diketahui, polisi mendatangi rumah keduanya. Namun saat itu para pelaku tidak berada di tempat sehingga keluarga diminta kooperatif untuk menyerahkan mereka.

Sekitar pukul 18.45 WIB, kedua pelaku akhirnya menyerahkan diri ke Polsek Torgamba untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu, hasil olah tempat kejadian perkara menunjukkan korban mengalami luka tusuk benda tajam di bagian punggung kiri belakang yang menyebabkan korban kehilangan banyak darah hingga meninggal dunia.

Jenazah korban sempat dibawa ke Puskesmas Model Cikampak untuk pemeriksaan luar oleh dokter jaga, Dr. Nurhayati. Setelah pemeriksaan selesai, pihak keluarga membawa jenazah ke rumah duka untuk dimakamkan.

Kapolsek Torgamba menegaskan bahwa kedua tersangka beserta sejumlah saksi saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Torgamba.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan menyerahkan setiap persoalan kepada pihak berwajib. Jangan sampai emosi sesaat berujung pada hilangnya nyawa seseorang dan membawa penyesalan berkepanjangan,” tutup AKP Sunipan Gurusinga. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.