TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - Petugas kloter menjalani pembinaan akbar sebagai persiapan rangkaian ibadah haji Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna).
Mereka menjalani pembinaan jelang momen puncak ibadah haji tersebut.
Rangkaian pembinaan berlangsung di Sektor 2 Syisyah.
Mereka yang mengikuti pembinaan yakni ketua kloter, pembina ibadah dan tenaga medis.
"Pembinaan ini, guna mematangkan persiapan jelang puncak ibadah haji," ujar Kepala Kantor Kementrian Haji dan Umroh Pekanbaru, Haryati kepada Tribunpekanbaru.com, Sabtu (16/5/2026).
Menurutnya, sosialisasi ini terpusat di Musholla Hotel Emaar al Taqwa Hotel 206 sektor 2, Mekkah.
Ada perwakilan dari 22 kloter yang berada di bawah naungan Sektor 2 Syisyah.
Para peserta yang hadir merupakan garda terdepan pelayanan jemaah yakni para ketua kloter, pembina ibadah, tenaga kesehatan serta perwakilan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).
Ia menyebut ada sejumlah narasumber yang memberibarahan langsung dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Mereka yakni Direktur Jenderal (Dirjen) Layanan Haji dan Umrah, Ian Heriyawan.
Fokus utama dalam pembinaan ini adalah persiapan teknis dan mitigasi pergerakan jemaah menjelang fase krusial Armuzna.
Ada sejumlah poin penting yang menjadi bahasan utama meliputi skema pergerakan jemaah.
Lalu terkait penerapan skema Murur, mabit dengan cara melintas di Muzdalifah dan Tanazul, kepulangan lebih awal atau penyesuaian penempatan.
Layanan logistik, sinergi pengaturan jadwal transportasi, distribusi akomodasi. Lalu pemenuhan konsumsi jemaah selama berada di Armuzna.
Ada juga bahasan tentabg perlindungan Jemaah Rentan serta sosialisasi regulasi Badal Jamarat.
Ia menyebut bahwa ini prioritas bagi jemaah lanjut usia, jemaah risiko tinggi kesehatan, penyandang disabilitas, serta petugas/keluarga pendamping.
"Satu pembadal tidak lebih mewakili lima orang jemaah haji," ujarnya.
(Tribunpekanbaru.com/Fernando Sikumbang)