Senam Pagi di Tengah Tanah Suci, Cara Jemaah Riau Jaga Stamina Jelang Puncak Haji
Ariestia May 16, 2026 11:29 PM

Laporan Ibnu Mas'ud

TRIBUNPEKANBARU.COM, MAKKAH - Menjelang puncak ibadah haji, jemaah asal Riau yang tergabung dalam Kloter 03 Batam memiliki cara tersendiri menjaga kebugaran di tengah aktivitas ibadah yang padat di Tanah Suci.

Di tengah suhu Kota Makkah yang berkisar 37 derajat Celsius, para jemaah rutin mengikuti senam pagi dan penyuluhan kesehatan agar kondisi tubuh tetap prima menghadapi rangkaian ibadah Armuzna.

Kegiatan tersebut dilaksanakan rutin setiap pagi di area hotel tempat jemaah menginap.

Meski sederhana, suasana senam terlihat penuh semangat dan diikuti antusias oleh para jemaah, termasuk lansia.

Aktivitas ini menjadi salah satu cara menjaga kebugaran tubuh setelah beberapa hari menjalani aktivitas ibadah di Masjidil Haram.

Tenaga kesehatan haji Kloter 03 Batam, drg. Harvandi, mengatakan kegiatan senam dan penyuluhan kesehatan dilakukan bersama ketua kloter serta tim pelayanan haji lainnya sebagai bentuk persiapan fisik menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Menurut drg. Harvandi yang sehari-hari bertugas sebagai Kepala Puskesmas Jalan Langsat Kota Pekanbaru, menjaga kebugaran jemaah sangat penting agar mereka tidak mudah kelelahan saat memasuki fase ibadah yang lebih berat beberapa hari ke depan.

"Kita ajak jamaah rutin bergerak, senam ringan, dan diberikan penyuluhan kesehatan supaya tetap sehat dan lebih siap menghadapi puncak haji nanti," ujarnya saat dihubungi di sela pemeriksaan kesehatan jemaah.

Menariknya, selain penyuluhan kesehatan umum, para jemaah juga mendapatkan layanan pemeriksaan gigi gratis selama berada di Tanah Suci.

Pelayanan tersebut langsung dilakukan oleh drg. Harvandi kepada jemaah yang membutuhkan pemeriksaan maupun penanganan ringan.

"Kita ingin jamaah merasa nyaman dan bahagia selama di Tanah Suci," katanya.

Hingga saat ini, aktivitas ibadah jemaah asal Riau masih berjalan normal. Jemaah tetap rutin menuju Masjidil Haram menggunakan bus salawat yang terus beroperasi dari hotel menuju terminal dekat masjid dan kembali lagi ke hotel secara bergantian sepanjang hari.

Menariknya, kondisi suhu di Makkah saat ini justru dirasakan tidak terlalu berbeda dengan Pekanbaru.

Hal tersebut membuat banyak jemaah asal Riau cukup cepat beradaptasi dengan cuaca sehingga tetap semangat bolak-balik ke Masjidil Haram untuk melaksanakan tawaf dan salat berjamaah.

Di sisi lain, suasana berbeda terlihat pada jemaah haji khusus atau haji plus yang baru beberapa hari terakhir memasuki Kota Makkah.

Pada Sabtu, 16 Mei 2026, hampir seluruh rombongan haji khusus terlihat mulai melaksanakan ziarah Kota Makkah secara serentak.

Sejak pagi hari, antrean bus sudah tampak berjajar di depan hotel-hotel untuk membawa jemaah mengikuti rangkaian ziarah. Program ini menjadi bagian penting dari manasik lapangan sebelum memasuki puncak ibadah haji.

Lokasi yang dikunjungi di antaranya Jabal Tsur, Arafah, Muzdalifah, Mina, hingga Jabal Nur yang terdapat Gua Hira.

Selain bernilai sejarah dan spiritual, ziarah ini juga dimanfaatkan sebagai sarana pengenalan medan bagi jemaah agar lebih memahami lokasi pelaksanaan wukuf dan mabit nantinya.

Bagi para jemaah, kegiatan ziarah sebelum puncak haji terasa sangat penting karena membantu mereka memahami situasi lapangan secara langsung.

Dengan melihat lokasi lebih awal, jemaah diharapkan tidak terlalu bingung ketika memasuki fase Armuzna yang menjadi inti pelaksanaan ibadah haji. (Tribunpekanbaru.com/Alexander)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.