Senyum Bripka Arya dalam Mimpi Jadi Kenangan Terakhir bagi Yovita Tri Gusti
Noval Andriansyah May 17, 2026 12:19 AM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Di tengah duka yang belum reda, Yovita Tri Gusti masih menyimpan satu momen yang terus membekas di ingatannya saat berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung.

Istri Bripka (Anumerta) Arya Supena itu mengaku sempat memimpikan sang suami sesaat setelah ksatria Bhayangkara tersebut gugur.

Dalam mimpi itu, Yovita melihat dirinya dan sang suami berada di kendaraan berbeda. Saat berpapasan, Arya membuka kaca jendela mobil lalu tersenyum kepadanya.

Momen itu terus teringat di benaknya di tengah kehilangan besar yang kini harus dihadapi bersama anak-anak mereka.

“Sampai sekarang anak-anak masih sering menangis dan mengigau ingin dipeluk ayahnya,” ujar Yovita lirih saat diwawancarai dalam program Saksi Kata di rumah duka kawasan Segala Mider, Bandar Lampung, Sabtu (16/5/2026).

Baca juga: Almarhum Bripka Arya Mendadak Romantis, Kenangan Yovita Sebelum Suami Berpulang

Yovita mengenang suaminya sebagai sosok ayah dan suami yang hangat. Di rumah, Arya disebut tak segan membantu pekerjaan sederhana seperti mengupas bawang hingga menemani anak belajar menjelang ujian.

Baginya, Arya bukan hanya anggota polisi, tetapi juga kepala keluarga yang selalu hadir untuk orang-orang di sekitarnya.

“Dia suka menolong orang, banyak yang dibantu tapi orang bahkan tidak tahu kalau dia polisi,” katanya.

Kenangan kecil itu kini justru menjadi hal yang paling dirindukan.

Yovita juga mengingat firasat-firasat yang muncul sebelum tragedi terjadi. Sehari sebelum kejadian, sang suami tiba-tiba meminta mengumpulkan dokumen keluarga seperti akta, kartu keluarga, hingga KTP.

Saat itu Arya hanya menjawab tenang bahwa semua dokumen disiapkan kalau sewaktu-waktu dibutuhkan.

Tak hanya itu, rekan-rekan Arya juga sempat melihat perubahan sikap almarhum yang lebih banyak termenung dan memilih tetap berada di kantor saat piket.

Menurut cerita temannya, Arya bahkan enggan pulang karena khawatir anak-anak akan menangis saat melihatnya pergi lagi bertugas.

Kini, di rumah mereka di Jalan Mata Intan, aroma baju dinas Arya yang belum dicuci masih disimpan Yovita untuk mengobati rindu anak-anak.

“Bajunya dicium anak-anak karena masih ada bau ayahnya,” ucapnya.

Di tengah kesedihan, Yovita berharap masa depan anak-anaknya tetap mendapat perhatian dan perlindungan negara setelah kepergian sang suami.

Ia juga menitipkan pesan kepada para anggota kepolisian agar selalu berhati-hati saat bertugas karena ada keluarga yang menunggu di rumah.

“Saya berharap aparat kepolisian selalu berhati-hati dalam bertugas, karena anak dan istri menunggu di rumah,” katanya.

Bagi Yovita, sang suami pergi sebagai ksatria Bhayangkara yang gugur saat menjalankan tugas.

Ia pun terus memanjatkan doa agar almarhum mendapat tempat terbaik.

“Semoga suami saya tenang di surga firdaus,” tutupnya.

( Tribunlampung.co.id / Bayu Saputra )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.