TRIBUNSTYLE.COM - Inul Daratista ikut bersuara soal kasus yang tengah menjerat Mantan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim.
Melalui akun Instagramnya, Inul menyerukan pembelaannya terhadap Nadiem Makarim.
Curhatan Inul yang membela Nadiem itu ia ungkap melalui unggahan di Instagram Story pada Jumat (15/5/2026).
Inul Daratista mengaku miris melihat Nadiem Makarim dituntut 18 tahun penjara.
Ia berharap agar Nadiem Makarim bisa sabar menghadapi masalah tersebut.
Tak hanya itu, Nadiem juga menyebut bahwa banyak yang mendukung dan memberi semangat pada Nadiem.
Baca juga: Serupa Jerome Polin, Maudy Ayunda Enggan Bekerja di Pemerintahan Setelah Lihat Nasib Nadiem Makarim
"Sosmed isinya bikin emosii sabar yo pak Nadiem kita semua berdoa buatmu. Jangan sakit pak, aku yakin Allah bersamamu yang kuat orang yang zoliim dengan bapak pasti cepat matinnya pak... !!!," tulis Inul Daratista.
Lebih lanjut, Inul lantas bercerita bahwa ia sempat dirayu oleh oknum agar masuk dunia politik. Namun, tawaran itu ditolak mentah-mentah oleh sang biduan.
Istri Adam Suseno itu mengaku tak mau lantaran takut menyakiti hati rakyat dan makan uang rakyat. Selain itu, ia juga mengungkap soal ketakutannya dijebak dalam kasus tertentu.
"R.I.P Makanya dari dulu aku dirayu masuk parlemen dan anggota dewan Ra Sudi-ga mau !"
"Biar dijanjiin dikasih duit milyaran, sampe dimentorin kalo ga bisa akan di-back up dari belakang dan sekolahku yang cuma tamatan SD-SMP bisa dipoles aku ra sudi."
"Haram hukume !!!! menyakiti hati rakyat, makan duit rakyat, nyiksa hatine rakyat, bahayanya apalagi kalo jadi tumbal alemooong," ujarnya.
"Lihat orang dizolimin atiku mak jleb !! Sedangkan para suhunya cari aman ongkang ongkang leyeh-leyeh senyam senyum makan tidur berbantal uang wes mbuuuhhh zolim," lanjutnya.
Meski begitu, Inul sempat berandai-andai jika dirinya jadi penegak hukum atau seseorang yang memiliki jabatan. Ia mengaku akan menghukum orang-orang yang memakan uang rakyat. Bahkan, ia sampai menyinggung soal karma.
"Nek aku jadi (penegak hukum)? tak babat habis kabeh (semua) tak sikat kabeh..tak kukuti (ambilin semua) kabeh tak entekno (habiskan semua) kabeh yang bikin rakyat nangis darah."
"Sekalian jadi negara hutan ga ada hukum dan keadilan....terserah tarsan ingin jumpalitan gak ikut apa-apa ikut sebel, zolim zolii, semoga kena karma deh ah !!!" ucapnya.
Baca juga: Kasus Chromebook, Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun, Maudy Ayunda Takut Masuk Pemerintahan
Seperti diketahui, Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim dituntut 18 tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook. Melansir Kompas,com, Nadiem juga dituntut membayar denda Rp1 miliar serta uang pengganti senilai total sekitar Rp5,68 triliun.
Tuntutan itu dibacakan dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (13/5/2026). Jaksa Penuntut Umum meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman penjara disertai denda dan uang pengganti bernilai triliunan rupiah.
Mendapat tuntutan itu, Nadiem merasa kecewa dan sakit hati. Ia tak menyangka tuntutan yang diberikan padanya lebih berat dari tuntutan dalam kasus pembunuhan maupun terorisme.
"Ini adalah hari yang sangat, sangat, sangat mengecewakan. Mungkin tidak ada kata-kata yang bisa menjelaskan perasaan saya. Jadi, saya bingung. Kenapa? Kenapa tuntutan saya lebih besar daripada pembunuh? Tuntutan saya lebih besar daripada teroris?"
“Dan yang lebih menyakiti hati saya, dan ini hal yang saya tidak mengerti karena saya sudah mengabdikan diri saya 9-10 tahun kepada negara ini, bahwa ada uang pengganti. Jadi, tidak cukup saya dimasukkan ke penjara, mereka menggunakan uang pengganti sebesar Rp 4 triliun plus Rp 809 miliar, jadi totalnya itu Rp 5 triliun,” kata dia.
“Bahwa negara bisa melakukan ini kepada saya setelah semua pengabdian saya, ya, iya, saya sakit hati,” kata Nadiem. (Tribun Style/Grid.id)