Sosok Burhanuddin Pria Viral Berkaus 'Darah Polisi Itu Segar', Dikira Intel TNI Penyusup Demo Pati
rival al manaf May 17, 2026 01:14 PM

TRIBUNJATENG.COM, PATI — Inilah sosok Muhammad Burhanuddin pria viral mengenakan kaus Darah Polisi Itu Segar di Demo Pati.

Sosoknya sempat disebut sebagai intel dan penyusup demo, kini melakukan klarifikasi.

Di media sosial beredar kabar ia disebut sebagai penyusup dari kalangan intelijen TNI.

Sosoknya terekam kamera warga dalam aksi unjuk rasa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di depan Mapolresta Pati, Rabu lalu (13/5/2026).

Baca juga: Viral Intel Diduga jadi Penyusup Demo di Pati, TNI-Polri Tegaskan Pelaku Murni Warga Sipil

Baca juga: BREAKING NEWS, Penahanan Ashari Kiai Cabul Pati Dipindah ke Polda Jateng

Mulanya, pada aksi unjuk ras mengkritik kinerja Polresta Pati tersebut ada seorang pria berbadan gempal yang mengenakan penutup wajah (balaclava) dan kaus hitam.

Pada bagian punggung kaus tersebut terdapat tulisan provokatif: "Darah Polisi Itu Segar".

Padahal, sebelum aksi dimulai, Koordinator AMPB Teguh Istiyanto sudah menginstruksikan pada seluruh peserta aksi agar tidak mengenakan masker maupun penutup wajah lainnya.

Hal ini demi mengantisipasi adanya penyusup yang bisa membuat aksi demonstrasi menjadi tidak kondusif.

Selain mengenakan kaus bertulisan provokatif, pria tersebut juga membawa cat semprot warna putih dan menuliskan kata-kata makian pada polisi di aspal jalan maupun median jalan.

Belakangan, marak beredar di media sosial foto pria tersebut berfoto di depan sebuah tempat dengan papan penanda "Unit Intel Kodim 0718/Pati".

Warganet pun berspekulasi bahwa sosok "penyusup" tersebut merupakan anggota intel TNI.

Namun, pada Sabtu (16/5/2026), pria tersebut tampak dalam sebuah video klarifikasi yang tersebar di berbagai akun media sosial.

Dalam video klarifikasi tersebut, pria yang mengaku sebagai warga sipil bernama Muhammad Burhanuddin itu didampingi oleh Dandim Pati Letkol Arm Timotius Yogi dan Plt Wakapolresta Pati Kompol Anwar.

Video tersebut antara lain diunggah oleh akun Facebook "Eko Kuswanto (mbahto)".

Burhanuddin mengklarifikasi tuduhan bahwa dirinya adalah seorang penyusup dari anggota intelijen saat aksi demonstrasi di Kabupaten Pati.

Dia menegaskan statusnya yang sempat simpang siur di media sosial. 

Ia menyatakan bahwa dirinya sama sekali bukan bagian dari aparat keamanan, melainkan hanya masyarakat sipil biasa. 

Foto dirinya di kantor intelijen diakuinya sebagai dokumentasi pribadi yang disalahgunakan oleh pihak lain.

"Saya tidak ada maksud dan tujuan menyebarkan foto tersebut, melainkan story WA saya diambil oleh orang yang tidak bertanggung jawab dengan tujuan mengadu domba institusi kepolisian dan TNI di Pati," ujar Burhanuddin dalam pernyataannya.

Ia juga menegaskan bahwa keikutsertaannya dalam aksi demonstrasi pada 13 Mei 2026 di depan Mapolresta Pati murni atas inisiatif sendiri, tanpa ada arahan atau paksaan dari pihak mana pun.

Sementara, Komandan Kodim (Dandim) 0718/Pati, Letkol Arm Timotius Yogi, menjelaskan kronologi sebenarnya yang memicu kesalahpahaman tersebut. 

Dia menjelaskan bahwa Burhanuddin awalnya sempat diamankan oleh intel karena melakukan aksi vandalisme di jalanan saat demo berlangsung.

Petugas kemudian membawa Burhanuddin ke unit intel untuk diajak berkomunikasi secara persuasif demi menjaga kondusivitas aksi. 

Burhanuddin lalu meminta izin untuk berfoto di kantor unit intel Kodim.

Foto itulah yang kemudian ia jadikan status WhatsApp, lalu disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab hingga viral di media sosial.

Letkol Arm Timotius Yogi menyayangkan penyebaran foto tersebut karena berpotensi menciptakan kondisi yang tidak stabil di wilayah Pati. Namun, ia memastikan bahwa koordinasi antar-aparat tetap berjalan kuat.

"Kami bersama Polresta menjamin bahwa keamanan dan kondusifitas di Kabupaten Pati bisa berjalan dengan lancar," tegas dia.

Senada dengan Dandim, pihak kepolisian yang diwakili oleh Plt. Wakapolresta Pati, Kompol Anwar, turut memberikan pernyataan resmi. 

Kompol Anwar menyampaikan bahwa pihak Kepolisian Resor Kota Pati telah melakukan konfirmasi dan menerima laporan kronologis lengkap terkait insiden penyebaran foto tersebut.

Untuk mengakhiri spekulasi liar yang beredar di tengah masyarakat, Kompol Anwar kembali mempertegas identitas Burhanuddin.

"Kami pun juga kemarin sudah konfirmasi dengan sebaik-baiknya, bahwa Mas Burhanuddin ini adalah bukan anggota Kodim dan bukan anggota Intel. Beliau adalah masyarakat biasa," kata Kompol Anwar.

Di akhir penjelasannya, Kompol Anwar memastikan bahwa insiden ini tidak memengaruhi hubungan kerja sama kepolisian dan militer di wilayah tersebut, serta menegaskan bahwa sinergitas TNI-Polri di Kabupaten Pati akan tetap solid. (Mazka Hauzan Naufal)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.