Ratusan Sopir MBG di Pekalongan Dapat Pelatihan Mengemudi Setelah Insiden 2 Kecelakaan
rival al manaf May 17, 2026 01:14 PM

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Dua insiden kecelakaan tunggal yang melibatkan kendaraan Satuan Pelayanan Pengangkutan Gas (SPPG) di Kabupaten Pekalongan, menjadi alarm serius bagi kepolisian.

Sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pekalongan menggelar pembekalan dan pelatihan keselamatan berkendara bagi ratusan sopir SPPG, Sabtu (16/5/2026).

Kegiatan yang digelar di Aula Setia Polres Pekalongan tersebut diikuti sebanyak 176 pengemudi dari 88 unit SPPG yang beroperasi di seluruh wilayah Kabupaten Pekalongan.

Pelatihan ini difokuskan, pada peningkatan kemampuan teknis berkendara sekaligus penguatan kesadaran akan pentingnya keselamatan di jalan raya.

Kasat Lantas Polres Pekalongan, AKP Alfian Kharisma Putra, mengatakan bahwa para peserta mendapatkan pembekalan menyeluruh, mulai dari etika berkendara, pemahaman terhadap aturan dasar lalu lintas, hingga teknik defensive driving atau mengemudi antisipatif.

"Pembekalan ini kami berikan, agar para pengemudi memiliki kemampuan dan teknik berkendara yang baik, sehingga bisa lebih sigap menghadapi berbagai situasi di jalan dan meminimalkan risiko kecelakaan," ujarnya kepada Tribunjateng.com.

Selain materi keselamatan berkendara, seluruh sopir juga menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kondisi fisik mereka tetap prima saat bertugas, dan praktik berkemudi.

Hasil pemeriksaan tersebut, nantinya akan menjadi bahan rekomendasi bagi pengelola SPPG di Kabupaten Pekalongan.

"Ini menjadi evaluasi bersama. Kami ingin memastikan, para pengemudi tidak hanya memahami aturan lalu lintas, tetapi juga memiliki kesiapan fisik dan mental dalam berkendara," jelasnya.

Pelatihan safety driving tersebut digelar sebagai respons atas pentingnya aspek keselamatan dalam mendukung keberhasilan program MBG, terlebih para sopir memegang peran vital dalam memastikan makanan sampai dalam kondisi baik dan sesuai jadwal.

Ia berharap, melalui pelatihan tersebut para sopir dapat meningkatkan disiplin dan keterampilan mengemudi, sehingga keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lain dapat lebih terjamin.

Sementara itu, Santo, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan tersebut.

Menurutnya, materi yang diberikan sangat penting untuk menunjang tugas sehari-hari, terutama dalam memastikan makanan yang didistribusikan dapat sampai dengan aman kepada para penerima manfaat.

"Ini baru pertama kali, saya ikut latihan bersama para sopir di Polres Pekalongan. Banyak materi yang diberikan, mulai dari keselamatan berkendara hingga kesiapan saat menjalankan tugas di lapangan," katanya.

Ia berharap, ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan secara maksimal saat bertugas, sehingga distribusi makanan bergizi dari pemerintah dapat berjalan lancar tanpa hambatan.

"Semoga, dalam pelaksanaan tugas nanti kami semua bisa sampai tujuan dengan selamat, dan anak-anak bisa menerima Program Makan Bergizi Gratis dari pemerintah tepat waktu," tambahnya. (Dro)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.