Minyakita Tembus Rp21 Perliter di Pasar Batangase Maros, Pedagang Keluhkan Kelangkaan Stok
Ansar May 17, 2026 02:07 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Harga minyak goreng di Pasar Batangase, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan mengalami lonjakan harga.

Selain melonjak, stok dari distributor pun sulit didapatkan.

Kondisi ini disebut-sebut sudah terjadi dalam sebulan terakhir.

Pedagang, Mitha Makmur mengatakan harga Minyakita kini tembus di angka Rp21 ribu perliter.

Padahal, sebelumnya hanya di kisaran Rp18 ribu perliter saja.

"Harganya sudah naik selisih Rp3 ribu perliter sejak sebulan terakhir," bebernya.

Selain minyak subsidi, harga minyak curah juga naik signifikan.

Jika sebelumnya hanya Rp28 ribu perbotol, kini dijual dengan harga Rp30 ribu.

Sementara itu, Mitha mengatakan minyak kemasan non subsidi, tak lagi dijualnya sebab sulit didapatkan meski telah memesan ke distributor.

"Harganya juga naik, tapi saya tidak jual karena susah didapat di kampas karena stoknya tidak ada," sebutnya.

Tak hanya minyak goreng, komiditi kacang tanah juga mulai merangkak naik.

Kini, harga kacang tanah berkisar Rp36 ribu kilogram hingga Rp38 ribu perkilogram tergantung ukuran dan kulitasnya.

"Kacang juga kencang naiknya Rp2-3 ribu perkilogram," sebutnya.

Ia pun berharap pemerintah dapat turun tangan mengawasi stok minyak dari pihak distributor hingga ke tangan pedagang.

Menurutnya, kelangkaan stok dapat memicu kenaikan harga minyak di pasaran.

Salah satu pembeli, Umma mengeluhkan tingginya harga Minyakita.

Ia menyebut sebelumnya harganya hanya Rp16-18 ribu kini naik menjadi Rp21 ribu perliter.

"Mau beli kemasan, lebih mahal lagi bisa sampai Rp25 ribu," bebernya.

Ia menilai kenaikan harga minyak berdampak besar terhadap pengeluaran rumah tangga.

Apalagi kenaikan harga tidak hanya terjadi pada komoditi minyak saja.

"Sangat memberatkan, semoga bisa stabil lagi suapaya ibu rumah tangga seperti saya bisa menyesuikan pengeluaran lagi," tutupnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.