BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Warga Desa Pongok, Kecamatan Kepulauan Pongok, Kabupaten Bangka Selatan mengeluhkan kondisi jalan di wilayah mereka yang dinilai masih banyak mengalami kerusakan.
Sejumlah ruas jalan di desa kepulauan tersebut tampak berlubang dan sebagian masih menggunakan lapisan batu koral beraspal yang kondisinya mulai rusak dimakan usia. Warga mengaku harus ekstra hati-hati saat melintas karena harus memilih jalur yang masih layak dilewati.
Budi, seorang warga Desa Pongok, mengatakan kondisi jalan yang rusak membuat kendaraan miliknya lebih cepat mengalami kerusakan, terutama pada bagian ban.
Menurut dia, sejumlah ruas jalan yang masih menggunakan batu koral aspal kini banyak berlubang dan belum diketahui kapan terakhir kali diperbaiki.
"Kalau kami di pulau ini jalannya jelek betul," kata Budi kepada Bangkapos.com, Sabtu (16/5/2026).
Pantauan di lapangan, memang terdapat sejumlah ruas jalan di sekitar pelabuhan yang telah menggunakan konstruksi semen atau cor kasar dan terlihat relatif lebih baik.
Namun, ketika memasuki kawasan permukiman warga lebih dalam, kondisi jalan masih tampak mengalami kerusakan di sejumlah titik.
Budi mengatakan, jalan berbahan semen tersebut mulai dibangun pada 2024. Meski demikian, beberapa bagian kini mulai mengalami kerusakan sehingga ketika hujan turun, genangan air masih kerap terjadi.
"Bikin ban motor saya cepat rusaknya. Kalau yang mau melahirkan saya rasa kalau lewat jalan itu bisa melahirkan langsung itu," ujarnya berseloroh dengan logat Ambon.
Baca juga: Cerita 4 Jam ke Pulau Pongok, Laut Biru dan Ketangguhan Warga Pesisir di Ujung Selatan Bangka
Keluhan itu, kata dia, bukan tanpa alasan. Sebagai masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan dengan akses transportasi yang terbatas menuju Pulau Bangka, warga berharap fasilitas dasar seperti infrastruktur jalan dapat menjadi perhatian pemerintah.
Budi berharap pemerintah tidak hanya berfokus pada pembangunan di Pulau Bangka, tetapi juga memperhatikan kondisi masyarakat di wilayah kepulauan seperti Desa Pongok.
Menurut dia, akses menuju pulau yang sudah cukup sulit seharusnya diimbangi dengan infrastruktur yang memadai di dalam desa.
"Ke sini saja susah, jangan sampai hidup di sini juga dibuat susah karena jalannya jelek," ungkapnya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya, Nyaik. Ia menyoroti kondisi jalan di kawasan sekitar SMAN 1 Pongok yang disebut sebagai akses utama menuju sekolah, namun hingga kini belum mendapat perbaikan optimal.
"Apalagi jalan di dekat sekolah itu, padahal itu jalan utama anak-anak sekolah," ujarnya.
Warga berharap pemerintah daerah dapat segera melakukan perbaikan terhadap ruas jalan rusak di Desa Pongok agar aktivitas masyarakat menjadi lebih mudah dan warga kepulauan turut merasakan akses jalan yang layak.
Bagi masyarakat Pongok, jalan yang baik bukan sekadar soal kenyamanan, melainkan penunjang aktivitas sehari-hari di pulau kecil yang terpisah dari daratan utama Bangka. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)