BANJARMASINPOST.CO.ID - Hari ini digelar sidang isbat penentuan Idul Adha 1447 H. Apakah Puasa Arafah di Indonesia bersama Wukuf di Arab Saudi?
Hari Raya Idul Adha dalam penanggalan Masehi adalah hari ke-10 Zulhijjah sementara di Tanah Suci, sehari sebelumnya pada 9 Zulhijjah ibadah haji memasuki puncaknya yakni wukuf di Arafah.
Pada Idul Adha, hari besar umat Islam ini cukup khas karena dikenal sebagai hari penyembelihan hewan kurban.
Ini merupakan bentuk ketakwaan dan ketaatan kepada Allah, mengikuti jejak Nabi Ibrahim as dan putranya, Nabi Ismail as.
Lantas, kapan Idul Adha di Indonesia? Berikut ulasannya.
Baca juga: Diprediksi Dilaksanakan Serentak, Ustadz Abdul Somad Jelaskan Tata Cara Shalat Idul Adha
Jemaah haji di seluruh dunia akan berkumpul di Padang Arafah saat 9 Zulhijah untuk melakukan wukuf sebagai puncak rangkaian ibadah haji.
Wukuf di Arafah pada 1447 diperkirakan pada akhir Mei.
Selengkapnya, berikut jadwal puncak ibadah haji 2026 berdasarkan Rencana Perjalanan Haji (RPH) yang dirilis Kemenhaj:
Sebelum 2 peristiwa suci itu diperingati umat muslim (Idul Adha dan wukuf di Arafah), maka tentu ada penetapan 1 Zulhijah 1447.
Kementerian Agama (Kemenag) akan melakukan pemantauan hilal awal Zulhijah 1447 Hijriah di 88 titik yang tersebar di seluruh Indonesia.
Pemantauan ini menjadi tahapan penting dalam sidang isbat penentuan awal Zulhijah sekaligus penetapan Hari Raya Idul Adha 1447 H.
Sidang isbat awal Zulhijah 1447 H dijadwalkan berlangsung pada 17 Mei 2026 M atau bertepatan dengan 29 Zulkaidah 1447 H.
Kegiatan tersebut akan digelar di Auditorium H.M. Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jalan M.H. Thamrin No. 6, Jakarta.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, mengatakan sidang isbat akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari duta besar negara sahabat, Wakil Menteri Agama, Komisi VIII DPR RI, jajaran eselon I dan II Kemenag, BMKG, Badan Informasi Geospasial (BIG), BRIN, Majelis Ulama Indonesia (MUI), organisasi kemasyarakatan Islam, pakar falak, Tim Hisab Rukyat Kemenag, akademisi, hingga pimpinan pondok pesantren.
"Sidang isbat menjadi forum bersama untuk memadukan hasil hisab dan rukyatul hilal guna menetapkan awal Zulhijah 1447 H secara akurat dan dapat diterima seluruh umat Islam Indonesia," ujar Arsad, dikutip dari kemenag.go.id, Selasa (12/5/2026).
Posisi Hilal Awal Zulhijah 1447 H
Berdasarkan hasil perhitungan hisab, seluruh sistem hisab menyepakati bahwa ijtimak menjelang Zulhijah 1447 H terjadi pada Ahad, 17 Mei 2026 sekitar pukul 03.00.55 WIB.
Saat proses rukyat berlangsung, posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia diperkirakan sudah berada di atas ufuk dengan ketinggian antara 3º 37' 51" hingga 6º 54' 23".
Sementara sudut elongasi atau jarak sudut antara bulan dan matahari berada pada kisaran antara 8º 58' 23" hingga 10º 36' 52".
Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam penentuan awal bulan Zulhijah dan penetapan Hari Raya Iduladha 2026.
Untuk memastikan akurasi pengamatan, Kemenag bersama Kanwil Kemenag, Kemenag Kabupaten/Kota, Peradilan Agama, ormas Islam, dan instansi terkait akan menggelar rukyatul hilal di 88 lokasi pemantauan.
Jika pemantauan menunjukkan hilal terlihat, maka Senin (18/5/2026) adalah awal bulan Zuljijah 1447 H. dan Idul Adha 10 Zuljijah 1447 H akan jatuh 27 Mei 2026.
Muhammadiyah Tetapkan Idul Adha 147H Pada 27 Mei 2026
Sementara itu, Muhammadiyah telah menetapkan kapan Hari Raya Idul Adha 2026.
Berdasarkan Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025, Hari Raya Idul Adha 2026 akan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.
Penetapan ini didasarkan pada hasil hisab astronomis global yang menggunakan parameter Kalender Global (PKG).
Ijtimak menjelang Zulhijah 1447 H terjadi pada hari Sabtu Pon, 16 Mei 2026 pukul 20.01.02 UTC.
Secara astronomis, ijtimak merupakan titik konjungsi antara Matahari dan Bulan yang menjadi awal pergantian bulan kamariah.
Namun, pada saat Matahari terbenam di hari ijtimak tersebut, belum ada satu wilayah pun di muka bumi yang memenuhi PKG 1, yaitu tinggi Bulan minimal 5 derajat dan elongasi minimal 8 derajat sebelum pukul 24.00 UTC.
Tidak hanya itu, PKG 2 juga tidak terpenuhi.
Setelah pukul 24.00 UTC, tidak ditemukan satu pun wilayah di daratan Amerika yang memenuhi syarat tinggi Bulan minimal 5 derajat, elongasi minimal 8 derajat, serta ijtimak terjadi sebelum fajar di Selandia Baru.
Karena dua parameter tersebut tidak terpenuhi, maka awal Zulhijah tidak dapat dimulai pada 17 Mei, melainkan ditetapkan pada Senin, 18 Mei 2026.
Dari penetapan itulah kemudian dihitung bahwa 10 Zulhijah atau Hari Raya Idul Adha jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.
(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com)