BANGKAPOS.COM – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan tarif listrik PT PLN (Persero) periode 18–24 Mei 2026.
Penetapan tarif tersebut mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024 tentang Tarif Tenaga Listrik yang Disediakan oleh PT PLN (Persero).
Dalam ketetapan tersebut, Kementerian ESDM memastikan tidak ada perubahan tarif listrik pada triwulan II 2026 atau periode April–Juni 2026, baik untuk pelanggan subsidi maupun non-subsidi.
Mengetahui besaran tarif listrik penting, agar dapat menyisihkan anggaran untuk membeli token listrik bagi pelanggan prabayar.
Baca juga: Dikeroyok Korban, Sosok RN Oknum TNI Diduga Tembak Perut Kanan Pratu F saat Joget di Kafe
Dengan demikian, tarif listrik dan harga token listrik PLN pada periode 18–24 Mei 2026 dipastikan tetap sama dan tidak mengalami penyesuaian.
Pemerintah menyebut keputusan untuk mempertahankan tarif listrik dilakukan guna menjaga daya beli masyarakat serta mendukung stabilitas ekonomi di tengah kondisi global yang masih dinamis.
Lalu, berapa rincian harga token listrik PLN untuk periode 18–24 Mei 2026 dan jika membeli token senilai Rp50 ribu akan mendapatkan berapa kWh?
Sebelum menghitung jumlah kWh yang diperoleh dari pembelian token listrik, masyarakat perlu mengetahui terlebih dahulu rincian tarif listrik PLN yang berlaku.
Baca juga: Pilu Sang Adik Lihat Tubuh Pratu F Terbujur Kaku Tewas Ditembak, Uang Rp10 Ribu Kenangan Terakhir
Berikut rincian tarif listrik untuk seluruh golongan pelanggan pada periode 18-24 Mei 2026:
Tarif listrik pelanggan rumah tangga
Golongan R-1/TR kecil daya 900 VA-RTM: Rp 1.352 per kWh
Golongan R-1/TR kecil daya 1.300 VA: Rp 1.444,70 per kWh
Golongan R-1/TR kecil daya 2.200 VA: Rp 1.444,70 per kWh
Golongan R-2/TR menengah daya 3.500-5.500 VA: Rp 1.699,53 per kWh
Golongan R-3/TR,TM besar daya di atas 6.600 VA: Rp 1.699,53 per kWh
Tarif listrik pelanggan bisnis
Golongan B-2/TR kecil daya 6.600 VA-200 kVA: Rp 1.444,70 per kWh
Golongan B-3/TM,TT menengah daya di atas 200 kVA: Rp 1.114,74 per kWh
Tarif listrik pelanggan industri
Golongan I-3/TM daya di atas 200 kVA: Rp 1.114,74 per kWh
Golongan I-4/TT daya di atas 30.000 kVA: Rp 996,74 per kWh
Tarif listrik keperluan fasilitas pemerintah dan penerangan jalanan umum
Golongan P-1/TR daya 6.600 VA-200 kVA: Rp 1.699,53 per kWh
Golongan P-2/TM tegangan menengah daya di atas 200 kVA: Rp 1.522,88 per kWh Golongan P-3/TR untuk penerangan jalan umum: Rp 1.699,53 per kWh
Golongan L/TR, TM, TT daya pada berbagai tegangan: Rp 1.644,52 per kWh
Tarif listrik keperluan pelayanan sosial
Golongan S-1/TR daya 450 VA: Rp 325 per kWh
Golongan S-1/TR daya 900 VA: Rp 455 per kWh
Golongan S-1/TR daya 1.300 VA: Rp 708 per kWh
Golongan S-1/TR daya 2.200 VA: Rp 760 per kWh
Golongan S-1/TR daya 3.500 VA-200 kVA: Rp 900 per kWh
Golongan S-2/TM daya lebih dari 200 kVA: Rp 925 per kWh
Tarif listrik subsidi pelanggan rumah tangga
Golongan R-1/TR daya 450 VA: Rp 415 per kWh
Golongan R-1/TR daya 900 VA: Rp 605 per kWh
Perlu diketahui, setiap pembelian token listrik akan dikonversi ke dalam satuan kilowatt hour (kWh). Jumlah kWh yang diterima pelanggan dapat berbeda-beda, tergantung pada golongan daya listrik (VA) yang digunakan serta besaran Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang berlaku di masing-masing daerah.
Sebagai contoh di Jakarta, tarif PPJ untuk pelanggan PLN dibedakan berdasarkan golongan daya sebagai berikut:
Adapun perhitungan jumlah kWh yang diperoleh dapat menggunakan rumus berikut:
(Nominal token – PPJ daerah) ÷ tarif dasar listrik = kWh yang didapatkan
Berikut rincian perkiraan kWh yang didapatkan jika membeli token Rp50 ribu untuk masing-masing golongan pelanggan rumah tangga non-subsidi di Jakarta:
1. Rumah tangga daya 900 VA
(Rp 50.000 - 2,4 persen) : Rp 1.352 = kWh yang didapatkan
(Rp 50.000 - Rp 1.200) : Rp 1.352 = kWh yang didapatkan
Rp 48.800 : Rp 1.352 = kWh yang didapatkan
Rp 48.800 : Rp 1.352 = 36,09 kWh
2. Rumah tangga daya 1.300-2.200 VA
(Rp 50.000 - 2,4 persen) : Rp 1.444,70 = kWh yang didapatkan
(Rp 50.000 - Rp 1.200) : Rp 1.444,70 = kWh yang didapatkan
Rp 48.800 : Rp 1.444,70 = kWh yang didapatkan
Rp 48.800 : Rp 1.444,70 = 33,78 kWh
3. Rumah tangga daya 3.500-5.500 VA
(Rp 50.000 - 3 persen) : Rp 1.699,53 = kWh yang didapatkan
(Rp 50.000 - Rp 1.500) : Rp 1.699,53 = kWh yang didapatkan
Rp 48.500 : Rp 1.699,53 = kWh yang didapatkan
Rp 48.500 : Rp 1.699,53 = 28,54 kWh
4. Rumah tangga daya 6.600 VA lebih
(Rp 50.000 - 4 persen) : Rp 1.699,53 = kWh yang didapatkan
(Rp 50.000 - Rp 2.000) : Rp 1.699,53 = kWh yang didapatkan
Rp 48.000 : Rp 1.699,53 = kWh yang didapatkan
Rp 48.000 : Rp 1.699,53 = 28,24 kWh
Itulah rincian tarif listrik dan harga token listrik PLN yang berlaku pada periode tersebut.
Besaran kWh yang diperoleh pelanggan dapat berbeda tergantung golongan daya listrik dan pajak daerah yang dikenakan.
(Kompas.com/Alicia Diahwahyuningtyas/Resa Eka Ayu Sartika) (Bangkapos.com)