Bloodlines Familia MC Luncurkan Platform Digital, Siap Masuki Era Baru Pengelolaan Komunitas Modern
Kemal Setia Permana May 17, 2026 06:11 PM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Komunitas motor gede Bloodlines Familia MC (BLF) menghadirkan platform digital terintegrasi sekaligus meresmikan badan hukum PT Inti Keluarga Nusantara,  Kota Bandung, Minggu (17/5/2026).

Peluncuran ini menjadi tonggak baru bagi Bloodlines Familia MC dalam melakukan
transformasi komunitas berbasis teknologi dan tata kelola profesional.

Tidak hanya menghadirkan sistem digital untuk kebutuhan internal anggota, platform itu juga diproyeksikan menjadi pusat komunikasi, administrasi, hingga media informasi resmi komunitas moge tersebut.

Acara dihadiri jajaran pengurus Bloodlines Familia MC, anggota komunitas dari berbagai daerah, serta tim pengembang platform dari Temika Cyber.

Ketua Bloodlines Familia MC, Pramu Widagdo Surachman mengatakan digitalisasi menjadi kebutuhan mendesak di tengah perkembangan komunitas yang semakin besar dan tersebar di berbagai kota.

Baca juga: Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda 2026 di Bandung Sumbang Dua Truk Sampah

Menurutnya, selama ini pengelolaan komunitas masih dilakukan secara manual dan terpencar melalui berbagai grup komunikasi yang dinilai kurang efektif.

“Selama ini kami mengelola keanggotaan, kegiatan, dan komunikasi secara manual atau melalui grup chat yang terpencar-pencar. Kami merasa sudah waktunya BLF punya ekosistem digital yang terpusat satu platform yang benar-benar mencerminkan identitas dan nilai komunitas kami,” ujar Pramu di Jalan Dr Sutami.

Dia menegaskan, transformasi digital bukan sekedar mengikuti perkembangan teknologi, melainkan bagian dari strategi menjaga eksistensi dan soliditas komunitas di masa depan.

“Komunitas yang tidak bertransformasi secara digital akan semakin sulit mempertahankan relevansinya, terutama di mata generasi anggota yang lebih muda,” katanya.

Pramu menyebut, salah satu persoalan utama yang selama ini dihadapi komunitas adalah pengelolaan data anggota yang belum terpusat dan sulitnya koordinasi kegiatan lintas daerah.

“Ada beberapa persoalan nyata yang selama ini kami hadapi, semisal data keanggotaan yang tidak terpusat, sulitnya koordinasi event lintas kota, ketidaktransparanan alur keuangan, dan tidak adanya media komunikasi resmi yang bisa menjadi wajah BLF ke publik,” ujarnya.

Baca juga: Bobotoh Geulis Asal Kiaracondong Ini Optimistis Persib Bisa Libas PSM Makassar di Kandangnya

Dia mengatakan kehadiran platform digital itu diharapkan mampu memperkuat rasa solidaritas antaranggota tanpa menghilangkan nilai utama komunitas yang dibangun dari interaksi langsung.

“Solidaritas bukan hanya dibangun di atas motor bersama, tapi juga dijaga melalui sistem yang membuat setiap anggota merasa dihargai dan diakui,” ucapnya.

Selain meluncurkan platform digital, BLF juga meresmikan PT Inti Keluarga Nusantara sebagai badan hukum resmi yang akan menjadi payung institusional komunitas.

Pramu menjelaskan legalitas tersebut membuka peluang lebih luas bagi BLF untuk menjalin kerja sama formal dengan berbagai pihak.

“Dengan platform digital dan legalitas melalui PT Inti Keluarga Nusantara, kami ingin membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak — dari industri otomotif, pariwisata, hingga program sosial kemasyarakatan,” katanya.

Dia menambahkan, pembentukan badan hukum menjadi bagian dari upaya membangun komunitas yang tidak hanya kuat secara persaudaraan, tetapi juga profesional secara kelembagaan.

"Ini bukan sekadar upgrade teknologi, ini adalah deklarasi bahwa BLF siap tumbuh ke level berikutnya,” ujar Pramu.

Sementara itu, CEO PT Temika Cyber, Vicky Satriani Anggara, mengatakan pengembangan platform dilakukan melalui pendekatan kolaboratif dengan memahami kebutuhan nyata komunitas. Menurut Vicky, BLF memiliki karakter komunitas yang kuat sehingga membutuhkan sistem digital yang tidak
sekadar formalitas.

“BLF bukan sekadar klien biasa bagi kami. Ini adalah komunitas dengan identitas yang kuat, nilai kekeluargaan yang tulus, dan kebutuhan digital yang sangat konkret,” kata Vicky.

Dia menjelaskan, platform dirancang agar mampu mengintegrasikan berbagai kebutuhan komunitas dalam satu sistem yang mudah digunakan oleh seluruh anggota.

“Tantangan terbesarnya adalah mengintegrasikan fitur-fitur yang secara fungsional cukup kompleks, seperti payment gateway, manajemen finance, dan digital card membership dalam antarmuka yang tetap mudah digunakan oleh anggota dari berbagai latar belakang,” ujarnya.

Vicky menyebut platform digital BLF memiliki enam pilar utama, yakni media digital resmi komunitas, member page terverifikasi, manajemen event, sistem pembayaran, modul keuangan, serta kartu anggota digital.

“Komunitas motor yang mature membutuhkan lebih dari sekadar grup chat. Mereka membutuhkan sistem yang bisa memvalidasi keanggotaan, mengelola iuran dengan transparan, mengkoordinasikan kegiatan dengan efisien, dan memiliki media untuk bersuara secara resmi,” katanya.

Dia juga mengungkapkan bahwa platform tersebut dibangun dengan sistem lintas perangkat sehingga dapat diakses melalui desktop maupun ponsel tanpa harus mengunduh aplikasi khusus.

“Pengembangan ke arah aplikasi mobile native adalah roadmap yang kami pertimbangkan seiring dengan perkembangan kebutuhan komunitas ke depannya,” ujar Vicky.

Baca juga: Disankis AFC, Persib Sesalkan Ulah Oknum Suporter Rugikan Klub dan Bobotoh Lain yang Makin Dewasa

Ke depan, BLF juga membuka peluang pengembangan program sosial berbasis digital yang dapat diintegrasikan langsung ke dalam platform komunitas. Pramu mengatakan pihaknya ingin membangun komunitas moge yang tidak hanya dikenal karena gaya hidup berkendara, tetapi juga memiliki kontribusi sosial yang nyata bagi masyarakat.

“Salah satu aspirasi kami adalah mengintegrasikan program sosial BLF ke dalam platform mulai dokumentasi kegiatan bakti sosial, penggalangan dana untuk kegiatan kemasyarakatan, hingga koordinasi dengan komunitas lain untuk program bersama,” ujarnya.

Melalui peluncuran platform digital dan pembentukan badan hukum resmi ini, BLF menargetkan seluruh anggota aktif sudah terintegrasi penuh ke dalam sistem digital dalam satu tahun ke depan.

Pada tahap berikutnya, platform tersebut diharapkan menjadi pusat operasional komunitas sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi berbasis komunitas otomotif.

“Kami optimistis platform ini akan menjadi tulang punggung operasional komunitas, sekaligus mulai menghasilkan nilai ekonomi melalui berbagai program yang dikelola PT Inti Keluarga Nusantara,” kata Pramu. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.