Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Hamparan sawah hijau terbentang di satu sisi, sementara garis pantai terlihat di kejauhan pada sisi lainnya.
Menjelang matahari terbenam, suasana di Desa Terulung, Kecamatan Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan terasa lebih tenang dengan hembusan angin dan rindangnya pepohonan di sekitar lokasi.
Di tempat itulah Coffee Senja berdiri dan menjadi salah satu lokasi nongkrong favorit anak muda di Bengkulu Selatan dengan konsep bernuansa alam.
Pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati kopi, tetapi juga merasakan suasana santai dengan pemandangan persawahan hingga pantai dalam satu tempat.
Pantauan TribunBengkulu.com di lokasi, sesuai dengan namanya Coffee Senja, pengunjung dapat menikmati suasana senja sambil nongkrong dengan nuansa berbeda dan suasana tenang dari pepohonan yang masih asri.
Konsep tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi anak muda untuk mengunjungi tempat ini.
Coffee Senja juga sempat viral karena keunikannya yang memadukan alam persawahan dan pantai dalam satu lokasi.
Tempat nongkrong ini mulai dibuka sejak tahun 2024.
Meski sempat tutup sementara, usaha ini kembali berkembang pada awal tahun 2026 dengan menghadirkan nuansa baru, seperti pondok nongkrong dan tempat makan khas daerah.
Menurut pengelola Coffee Senja, Muhammad Hafiz Alfiqri, lokasi tersebut dipilih karena memiliki panorama yang dinilai cocok untuk bersantai dengan suasana yang tidak biasa.
“Daya tarik perpaduan sawah dan pantai ini menjadi ciri khas tersendiri. Selain itu kami juga menyediakan coffee racikan sendiri untuk pengunjung yang datang ke sini,” ujar Hafiz saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Sabtu (16/5/2026).
Arti Coffee Senja
Nama Coffee Senja dipilih karena dianggap sesuai dengan suasana tempat yang menyuguhkan pemandangan matahari terbenam sambil menikmati kopi.
Menjelang sore, pengunjung biasanya mulai memenuhi pondok-pondok kecil yang berada di area tersebut untuk menikmati suasana senja.
“Senja di sini kalau didukung cuaca bagus, pengunjung bisa melihat langsung matahari terbenam di laut,” ungkap Hafiz.
Selain Kopi Juga Hadirkan Makanan Khas Daerah
Tak hanya menyediakan kopi dan makanan ringan, Coffee Senja juga menghadirkan menu makanan khas daerah asal Bengkulu Selatan.
Untuk minuman dibanderol mulai Rp 7 ribu hingga Rp 20 ribu.
Sementara makanan ringan seperti kentang goreng, sosis, dan nugget dijual Rp 15 ribu per porsi.
Ada juga cireng dan gabing tapai dengan harga mulai Rp 15 ribu per porsi.
“Selain makanan ringan, di sini juga tersedia makanan khas dusun dengan harga tergantung gulainya, seperti ayam kampung, ikan nila asap, dan udang, mulai Rp 20 ribu per porsi. Menu makanan berat ini mulai dibuka sejak April 2026 lalu,” jelas Hafiz.
Tambahkan Konsep Baru
Untuk menambah daya tarik pengunjung, Coffee Senja juga akan menambah lokasi baru di bagian bawah area utama berupa tempat nongkrong yang dilengkapi taman.
Tempat ini buka mulai pukul 10.00 WIB hingga 22.00 WIB.
Dengan adanya UMKM ini, Coffee Senja mampu membuka lapangan pekerjaan bagi lima orang warga sekitar dengan omzet mencapai Rp 3 juta per hari saat ramai pengunjung.
Selain itu, setiap tahunnya tempat ini juga menyediakan paket buka bersama.
Hafiz berharap dengan adanya tambahan fasilitas dan konsep baru, usaha UMKM tersebut dapat terus berkembang dan menjadi salah satu destinasi favorit wisata di Bengkulu Selatan bagi seluruh kalangan.
Ke depannya, Coffee Senja diharapkan tidak hanya menjadi tempat nongkrong anak muda, tetapi juga mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah untuk menikmati suasana alam dan kuliner khas Bengkulu Selatan.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini