Wawali Manado Apresiasi Tim Gabungan yang Padamkan Api dan Evakuasi Korban Kebakaran di Megamall
Alpen Martinus May 17, 2026 08:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Kebakaran di Megamall Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (16/5/2026) menyita perhatian banyak orang.

Tak ketinggalan Wakil Wali Kota Manado Richard Sualang.

Ia terlihat berada di lokasi saat kebakaran terjadi.

Baca juga: Sosok Patricia Tamawiwy Korban Meninggal Kebakaran Megamall Manado, Komunikasi Sampai Saat Terakhir

Dirinya menyaksikan saat saat menegangkan di mana pemadam berupaya memadamkan api. 

Pun saat para korban dievakuasi.

Richard turut melakukan koordinasi serta memberi semangat kepada para petugas damkar yang lagi berjibaku dengan api.

Richard Sualang turut didampingi oleh Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Manado Charles Rotinsulu, Kepala Dinas Kesehatan Manado Bobby Kereh, Sekretaris Damkar Manado, Kepala Rumah Sakit Daerah Kota Manado Hesky Lintan, camat serta Lurah Wenang Selatan. 

Wakil Wali Kota Manado Richard Sualang mengucapkan turut berdukacita atas peristiwa kebakaran berujung maut tersebut. 

"Selaku pemerintah Kota Manado kami haturkan turut berdukacita dan berbelasungkawa yang sangat mendalam bagi korban yang meninggal dunia pada kejadian ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan penghiburan. Juga bagi seluruh yang terdampak di kejadian ini semoga diberikan ketabahan," kata dia Minggu (17/5/2026). 

Richard mengapresiasi para petugas yang telah berjibaku memadamkan api sambil menyelamatkan 
jiwa manusia.

"Tentunya kami memberikan apresiasi bagi seluruh tim gabungan yang telah menjalankan tugas mereka dengan sangat baik. Khususnya bagi petugas Pemadam Kebakaran yang sigap dan berjibaku memadamkan api serta mengevakuasi para korban," kata dia. 

Kejadian tersebut menyebabkan lima orang korban, satu di antaranya meninggal dunia.

Empat lainnya luka luka dan jalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Manado. 

Terbakarnya Megamall juga mengoyak hati warga. 

Megamall selama ini merupakan pusat perbelanjaan utama di Manado dan telah jadi ikon kota. 

Manajemen Megamas Manado memastikan lima korban peristiwa kebakaran Megamall, Sabtu 16 Mei 2026 malam semuanya merupakan staff atau karyawan pusat perbelanjaan tersebut. 

Direksi Megamas, Amelia Tungka menyatakana hal tersebut. "Mereka karyawan mal, staff engineering," kata Amelia usai evakuasi korban. 

Katanya, lima orang korban di mana satu di antaranya meninggal dunia berada di lantai paling atas. 

"Mereka awalnya di bawah, lalu ke atas berupaya memadamkan api dari cooling water kami di paling atas," ujar Amelia. 

Amelia menyatakan, musibah itu memukul segenap keluarga besar Megamas. Baik manajemen maupun karyawan. 

"Kita tidak pernah mau ada musibah seperti ini," katanya sendu. 

Terkait itu, Amelia memastikan Megamall Manado belum beroperasi hingga waktu yang belum ditentukan. 

"Untuk operasional kita lihat nanti, seperti apa," jelasnya lagi.

Daftar korban kebakaran

Lima orang dinyatakan menjadi korban kebakaran pusat perbelanjaan Megamall Manado, Sabtu 16 Mei 2026.

Kapolresta Manado, Kombes Pol Irham Halid menyatakan, lima korban terjebak di lantai atas titik kebakaran. 

Satu korban, perempuan meninggal dunia. 

Empat korban lainnya, semuanya pria selamat. 

Lima korban berdasarkan pernyataan kapolresta pasca evakuasi ialah:

1. Stenly
2. Gilbert Sanger
3. Adit Rumese
4. Nando Tara
5. Pricilia Tamawiwy (meninggal)

Empat warga tersebut selamat tanpa mengalami luka bakar.

Saat ini mereka menjalani perawatan di RS Bhayangkara Manado. 

Sementara, korban meninggal atas nama Pricilia Tamawiwy. Korban ditemukan meninggal di tempat

Jenazah Pricilia juga dibawa ke RS Bhayangkara Manado untuk mendapatkan tindakan lanjutan. 

"Kami menyatakan turut berdukacita untuk korban meninggal," kata Irham. 

Terkait itu, Kapolresta Manado menyatakan Megamall belum dapat beroperasi. 

"Sehubungan dengan peristiwa ini, status quo, menunggu hasil penyelidikan," ujarnya lagi.

Kapolresta menyatakan, penyebab kebakaran dan sumber api belum bisa dipastikan. 

"Kami belum bisa pastikan. Demikian juga nilai kerugiannya. Masih akan didalami," katanya lagi. 

Ia memastikan, olah TKP akan dilaksanakan Minggu 17 Mei 2026. Prosedur ini akan melibatkan tim gabungan Dirkrimum dan Bidlabfor Polda Sulut dan Reskrim Polresta.(ART) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.