Polisi Bongkar Drama Begal Palsu di Bandar Lampung, Pria Mengaku TNI Dibekuk 
soni yuntavia May 17, 2026 10:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Drama pembegalan yang dilaporkan seorang pria muda ke Polresta Bandar Lampung ternyata hanyalah rekayasa.

Polisi mengungkap sepeda motor yang disebut dirampas tiga pelaku bersenjata sebenarnya telah dijual sendiri oleh pemiliknya.

Pria berinisial Mrp (21), warga Kemiling, awalnya datang ke SPKT Polresta Bandar Lampung bersama seorang perempuan pada Kamis (14/5) siang. Ia mengaku menjadi korban begal di kawasan PJR Panjang.

Dalam laporannya, Mrp menyebut dirinya disergap tiga orang tak dikenal yang membawa senjata tajam dan senjata api. Untuk memperkuat ceritanya, ia bahkan mengaku sebagai anggota TNI AL.

Namun polisi menemukan sejumlah kejanggalan saat melakukan penyelidikan. Setelah dicek ke pihak TNI AL, identitas pelaku ternyata bukan prajurit aktif.

“Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, pelaku mengakui bahwa laporan pembegalan tersebut tidak benar,” kata Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, AKP Gigih Andriansyah.

Motor yang dilaporkan hilang ternyata sudah dijual seharga Rp6,5 juta kepada temannya. Uang hasil penjualan disebut digunakan untuk kebutuhan hidup setelah pelaku tidak lagi bekerja.

Kini, bukannya terbebas dari cicilan kendaraan, Mrp justru harus menghadapi ancaman pidana hingga 10 tahun penjara karena memberikan laporan palsu kepada aparat kepolisian.

Keliling ke Natar 

Seorang remaja bernama Evo Gavin Filosha, warga Perumahan BKP (Bukit Kemiling Permai), Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, menjadi korban dugaan pencurian sepeda motor oleh sekelompok pelaku, Sabtu (28/3/2026).

Motor milik korban berupa Honda Beat warna putih biru bernomor polisi BE 2748 AAA diduga dibawa kabur para pelaku setelah korban diajak berkeliling hingga ke wilayah Natar, Lampung Selatan.

Peristiwa bermula saat korban berada di Jalan Bumi Nanti, Gang Sawah Baru, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Labuhan Ratu, Bandar Lampung, tepatnya di sekitar kawasan dekat Sekolah Kautsar.

“Saat kejadian saya sedang main ke gang dekat sekolah Kautsar, lalu berhenti di pinggir jalan,” ujar Evo, Senin (30/3/2026).

Menurut pengakuan korban, para pelaku menghampirinya dan menanyakan aktivitas yang sedang dilakukannya. Setelah itu korban dibawa menggunakan sepeda motor milik pelaku.

Korban mengaku sempat diajak berkeliling dan ditanya mengenai identitas pribadi serta pekerjaan orang tuanya.

Para pelaku disebut menggunakan dua unit sepeda motor, yakni Honda Genio warna hitam putih dan Honda Beat hitam merah.

“Pelakunya ada empat orang, tetapi yang terlihat jelas oleh saya ada tiga orang,” katanya.

Evo kemudian dibawa menuju wilayah Sarirejo, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, hingga masuk ke area kebun.

Di lokasi tersebut, pelaku menjatuhkan ikat pinggang dan meminta korban mengambilnya. Saat korban turun, para pelaku langsung meninggalkan lokasi sambil membawa sepeda motor korban.

( Tribunlampung.co.id / Bayu Saputra )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.