SRIPOKU.COM - Iran sebelumnya telah memperingatkan bahwa negara-negara yang menjadi tuan rumah pangkalan militer Amerika Serikat (AS) atau memiliki kepentingan terkait Israel dapat menjadi target.
Ancaman tersebut bukan sekadar ucapan.
Pada 16 Mei 2026, militer Iran melancarkan serangan ke Uni Emirat Arab (UEA) melalui pesawat nirawak.
Iran sudah lama menaruh curiga bahwa UEA memiliki hubungan kuat dengan Israel.
Sepekan sebelum serangan Iran, Israel telah mengerahkan sistem pertahanan udara dan personel Iron Dome ke UEA untuk membantu mempertahankan diri dari kemungkinan serangan Iran.
Baca juga: Amerika Desak Iran Setujui Tuntutan Donald Trump, Pembukaan Selat Hormuz Jadi Syarat Perdamaian
Mengutip Aljazeera.com, serangan militer Iran memicu kebakaran di perimeter Pembangkit Energi Nuklir Barakah.
Tidak ada korban luka yang dilaporkan, dan para pejabat mengatakan tingkat radiasi tetap normal.
Pada hari Minggu, Kementerian Pertahanan UEA mengatakan pertahanan udara telah menangani “dengan berhasil” dua drone, sementara drone ketiga menabrak generator di dekat pabrik.
Pihak kementerian menambahkan bahwa drone diluncurkan dari “perbatasan barat”, tanpa memberikan rincian, dan mengatakan penyelidikan sedang berlangsung untuk menentukan sumber serangan.