Heboh Fotokopi e-KTP Jadi Bungkus Jajanan di Pekalongan, Warga Khawatir Data Disalahgunakan
M Zulkodri May 17, 2026 10:24 PM

 

POSBELITUNG.CO--Warga di Pekalongan kembali dibuat resah setelah ditemukan fotokopi e-KTP yang digunakan sebagai pembungkus jajanan tradisional oleh pedagang kaki lima.

Peristiwa tersebut diketahui terjadi saat seorang warga di wilayah Wonopringgo membeli kue putu di sekitar tempat tinggalnya.

Namun, warga itu terkejut ketika menyadari alas pembungkus makanan yang dipakai ternyata merupakan salinan kartu tanda penduduk elektronik milik seseorang.

Yang membuat masyarakat semakin khawatir, data pada identitas tersebut masih terlihat cukup jelas, mulai dari nama, alamat, hingga nomor induk kependudukan (NIK).

Temuan itu kemudian ramai diperbincangkan di media sosial setelah diunggah sebagai bentuk peringatan agar masyarakat lebih berhati-hati menjaga dokumen pribadi.

Warga Khawatir Data Pribadi Disalahgunakan

Munculnya fotokopi e-KTP sebagai bungkus makanan memicu kekhawatiran publik terkait potensi penyalahgunaan data pribadi.

Banyak warga menilai dokumen identitas seharusnya tidak dibuang sembarangan karena bisa dimanfaatkan untuk berbagai tindak kejahatan digital, seperti pendaftaran pinjaman online ilegal, registrasi kartu SIM, hingga penipuan berbasis identitas.

Sejumlah masyarakat menduga fotokopi KTP tersebut berasal dari arsip lama atau dokumen bekas yang dibuang tanpa dimusnahkan terlebih dahulu.

Padahal, dokumen yang memuat data pribadi seharusnya dihancurkan dengan cara dicacah, disobek kecil-kecil, atau dibakar agar informasi di dalamnya tidak dapat dibaca kembali.

Perlindungan Data Dinilai Masih Lemah

Kasus ini juga dinilai menjadi bukti bahwa kebocoran data pribadi tidak selalu berasal dari sistem digital atau peretasan internet.

Kelalaian sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti membuang fotokopi identitas tanpa dimusnahkan, ternyata juga dapat membuka peluang terjadinya penyalahgunaan data.

Pengamat keamanan data menilai kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan identitas pribadi masih perlu terus ditingkatkan, terutama di era digital saat ini.

Satu lembar fotokopi KTP yang tampak sepele dapat dimanfaatkan pihak tertentu untuk berbagai kepentingan ilegal jika jatuh ke tangan yang salah.

Warga dan Pedagang Diminta Lebih Waspada

Masyarakat kini diimbau lebih selektif ketika menyerahkan salinan identitas kepada pihak tertentu, khususnya jika tidak ada kebutuhan administrasi yang jelas.

Selain itu, warga juga diminta tidak sembarangan membuang dokumen pribadi yang masih memuat informasi penting.

Di sisi lain, para pedagang dan pelaku usaha kecil diingatkan untuk tidak menggunakan kertas bekas dokumen pribadi sebagai pembungkus makanan maupun barang dagangan.

Peristiwa di Pekalongan ini menjadi pengingat bahwa perlindungan data pribadi merupakan tanggung jawab bersama yang harus diperhatikan secara serius oleh seluruh masyarakat.(*)

 

 

 

 

Warga Pekalongan kembali dibuat resah setelah muncul temuan fotokopi e-KTP yang digunakan sebagai bungkus jajanan tradisional di tengah masyarakat.

Peristiwa tersebut terjadi saat seorang warga dari wilayah Wonopringgo membeli kue putu dari pedagang kaki lima di sekitar tempat tinggalnya.

Tanpa sengaja, warga itu menyadari bahwa alas pembungkus makanan yang digunakan ternyata merupakan fotokopi kartu tanda penduduk elektronik milik seseorang.

Yang membuat khawatir, data pada identitas tersebut masih terlihat cukup jelas dan dapat dibaca oleh siapa saja yang memegang bungkus makanan itu.

Temuan tersebut kemudian menjadi perbincangan di media sosial setelah diunggah sebagai bentuk peringatan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati menjaga dokumen pribadi.

Di tengah maraknya pembahasan soal larangan penahanan maupun penggunaan fotokopi e-KTP dalam layanan administrasi, kejadian ini dinilai semakin memperlihatkan lemahnya perlindungan terhadap data pribadi masyarakat.

Khawatir Disalahgunakan

Banyak warga mengaku khawatir karena informasi penting seperti nama, alamat, hingga nomor induk kependudukan bisa saja disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Penggunaan dokumen identitas sebagai pembungkus makanan dianggap sangat berbahaya karena data pribadi dapat dengan mudah tersebar tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Tak sedikit masyarakat yang mempertanyakan dari mana asal fotokopi KTP tersebut hingga akhirnya bisa berakhir menjadi bungkus jajanan di pinggir jalan.

Beberapa warga menduga dokumen itu berasal dari tumpukan arsip bekas yang dibuang tanpa dihancurkan terlebih dahulu.

Padahal, dokumen seperti fotokopi KTP seharusnya dimusnahkan dengan cara dicacah atau dibakar agar data di dalamnya tidak dapat lagi dibaca.

Kasus semacam ini juga memunculkan kekhawatiran soal potensi penyalahgunaan identitas untuk pinjaman online ilegal, pendaftaran kartu SIM, hingga tindak penipuan digital.

Masyarakat pun diminta lebih selektif ketika menyerahkan salinan identitas pribadi kepada pihak tertentu, terutama jika tidak disertai alasan yang jelas.

Selain itu, warga juga diingatkan untuk tidak sembarangan membuang dokumen yang masih memuat informasi penting terkait data pribadi.

Pengamat keamanan data menilai kesadaran masyarakat mengenai perlindungan identitas pribadi masih perlu terus ditingkatkan di era digital seperti sekarang.

Sebab, satu lembar fotokopi KTP yang terlihat sepele dapat dimanfaatkan untuk berbagai tindak kejahatan jika jatuh ke tangan yang salah.

Temuan bungkus makanan berbahan fotokopi KTP ini menjadi bukti bahwa kebocoran data pribadi tidak selalu terjadi melalui sistem digital, tetapi juga bisa berasal dari kelalaian sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Warga berharap ada edukasi lebih luas dari pemerintah maupun lembaga terkait mengenai pentingnya menjaga dan memusnahkan dokumen identitas secara aman.

Di sisi lain, para pelaku usaha dan pedagang juga diimbau untuk tidak menggunakan kertas bekas dokumen pribadi sebagai pembungkus makanan atau barang dagangan.

Peristiwa di Pekalongan ini pun menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa perlindungan data pribadi merupakan tanggung jawab bersama yang harus diperhatikan dengan serius.

(Tribunnewsmaker.com/ Listusista)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.