Pakai Tas Antijambret hingga Saling Jaga, Imbauan Jubir Gubernur DKI dan Polisi Usai 3 WNA Dijambret
Jaisy Rahman Tohir May 18, 2026 12:11 AM

TRIBUNJAKARTA.COM - Juru Bicara Gubernur Jakarta, Chico Hakim hingga Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, menyampaikan imbauan setalah rentetan kasus penjambretan terhadap warga negara asing (WNA).

Seperti diketahui, hanya dalam sebulan, tiga WNA dari negara berbeda dijambret di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Imbauan Jubir Gubernur

Chico Hakim mengatakan, pihaknya melakukan upaya mitigasi agar kasus kriminalitas serupa tak terjadi lagi.

Politikus PDIP itu mengatakan, Pemprov Jakarta akan mengoptimalisasi Jakarta Smart City dengan peningkatan cakupan CCTV dan integrasi real-time di titik-titik rawan, termasuk di kawasan Bundaran HI, Jalan M.H. Thamrin, Jalan Imam Bonjol, dan kawasan Menteng.

Pemprov Jakarta juga akan berkoordinasi dengan pengelola hotel, apartemen, kawasan bisnis, serta komunitas ekspatriat untuk sosialisasi kewaspadaan.

"Imbauan publik melalui media dan kanal resmi agar WNA maupun warga menggunakan tas anti-jambret, mengaktifkan fitur tracking ponsel, serta menghindari memegang HP di pinggir jalan saat ramai," ujar Chico kepada TribunJakarta, Jumat (15/5/2026).

Dukungan anggaran maupun infrastruktur pun terus diberikan sehingga aparat penega hukum dan masyarakat bisa aktif patroli menjaga lingkungan.

"Kami akan terus berkoordinasi erat dengan Polri untuk memperkuat mobile and foot patrol, operasi siber terhadap penadah barang curian, serta razia di area rawan. Setiap laporan melalui 110 atau Polsek setempat akan ditindaklanjuti cepat," jelasnya.

Chico pun mengatakan, Gubernur Jakarta Pramono Anung mendukung penindakan tegas terhadap pelaku kriminal.

"Kami mengimbau seluruh WNA dan warga Jakarta tetap waspada namun tenang. Keamanan Jakarta adalah tanggung jawab bersama," kata Chico.

Imbauan Pihak Kepolisian

Sementara itu, Kombes Iman Imanuddin, memperhatikan kondisi para korban saat menjadi sasaran pelaku jambret memiliki pola yang sama, yakni dalam keadaan sendiri.

Terlebih, korban dalam kondisi lengah terhadap ponsel yang dipegangnya.

"Yang paling pasti adalah kita yang korban terlihat lengah maka akan menjadi satu peluang besar disasar oleh pelaku-pelaku kejahatan seperti yang terjadi kemarin," ujar Iman di program Kompas Malam, Sabtu (16/5/2026).

Iman juga mengimbau warga Jakarta agar saling menjaga, sehingga mengurangi risiko menjadi korban kriminalitas.

"Masyarakat yang beraktivitas di sekitaran saling melihat atau saling memperhatikan supaya kita dikuatkan dari kesempatan para pelaku untuk melakukan kejahatannya sehingga kita tidak menjadi korban dari kejahatan itu sendiri," jelasnya.

WN Jerman

Sebelumnya, seorang WN Jerman dijambret saat hendak menyeberang jalan di dekat Posbloc, Sawah Besar, Jakarta Pusat pada Minggu (19/4/2026).

Aksi penjambretan itu terjadi sekira pukul 16.00 WIB, dan terekam oleh kamera dashboard mobil yang melintas, lalu diunggah ke media sosial.

Dari video tersebut terlihat pelaku jambret adalah dua orang yang naik sepeda motor.

Mereka melintas di Jalan Lapangan Banteng Utara, kemudian naik ke trotoar di depan Sekolah Santa Ursula. Kedua pelaku terlihat mendekati seorang pria yang membawa tas ransel besar dan berdiri di dekat pelican crossing.\

WNA DIJAMBRET DI SAWAH BESAR MENTENG
WNA DIJAMBRET DI SAWAH BESAR MENTENG - Tangkapan layar video viral seorang pria WNA asal Jerman yang mengejar dua orang pria pelaku jambret yang mengambil handphone miliknya. Peristiwa itu terjadi di depan Sekolah Santa Ursula, Sawah Besar, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (20/4/2026).(Tangkapan layar akun Instagram @jabodetabek24info).

Pelaku yang dibonceng lantas merampas ponsel pria yang belakangan diketahui merupakan WN Jerman itu, dan langsung kabur melaju kencang.

Si WNA sempat mengejar pelaku jambret itu, namun tak berhasil.

Tiga hari berselang, polisi berhasil menangkap dua pelaku penjambretan WN Jerman itu.

Dua pemuda itu berinisial Y dan F, ditangkap di wilayah Rawa Badak, Jakarta Utara, pada Rabu (22/4/2026).

Dalam perkembangannya, diketahui bahwa ponsel korban sudah berpindah ke tangan penadah berinisial AHS.

“Selain dua pelaku utama, polisi juga berhasil mengamankan satu orang penadah,” kata Kapolres Jakarta Pusat Kombes Reynold Hutagalung kepada Kompas.com, Sabtu (24/4/2026).

Ketiganya dijerat dengan Pasal 477 Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak pidana pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman pidana penjara paling lama 7 tahun.

WN Italia

Terkini, seorang WN Italia berinisial CL menjadi korban jambret saat sedang memesan transportasi online di kawasan Bundaran HI, Menteng Jakarta Pusat, Kamis (14/5/2026), sekitar pukul 16.10 WIB.

Aksi nekat pelaku ini terekam oleh kamera dashcam salah satu kendaraan yang melintas di lokasi, dan videonya viral di media sosial.

​Dalam rekaman video yang beredar, korban awalnya terlihat sedang berdiri di pinggir jalan sembari memainkan telepon genggamnya.

WNA DIJAMBRET DI MENTENG - Rekaman yang memperlihatkan seorang pemotor menjambret ponsel WNA di kawasan Bundaran HI, Menteng, Jakarta Pusat.
Istimewa
WNA DIJAMBRET DI MENTENG - Rekaman yang memperlihatkan seorang pemotor menjambret ponsel WNA di kawasan Bundaran HI, Menteng, Jakarta Pusat. Istimewa (Istimewa)

​Tak berselang lama, muncul seorang pelaku yang mengendarai sepeda motor berwarna merah. 

Pelaku langsung memepet posisi korban dan dengan cepat merampas ponsel dari genggaman WNA tersebut.

​Sadar menjadi korban kejahatan, WNA asal Italia itu sempat berusaha melakukan perlawanan dengan mengejar pelaku.

​Namun nahas, korban justru terjatuh hingga tersungkur di atas aspal jalanan dekat Bundaran HI. 

Sementara itu, pelaku yang sudah mendapatkan barang jarahannya langsung memacu sepeda motornya dengan kecepatan tinggi dan berhasil melarikan diri.

​Saat dikonfirmasi, Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu membenarkan adanya peristiwa tersebut. 

​"Korban merupakan WNA asal Italia. Barang yang diambil satu unit HP Motorola Neo 60," ujar Braiel saat dihubungi, Jumat (15/5/2026).

​Braiel menegaskan, saat ini pihak kepolisian tengah bergerak mengejar pelaku penjambretan yang meresahkan tersebut. Korban pun sudah dimintai keterangan resmi oleh penyidik.

​"Unit Reskrim Polsek dibantu Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat masih berupaya untuk mengidentifikasi pelaku. Korban sudah kami minta keterangan. Mohon dukungan semoga cepat terungkap," ungkapnya.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, mengatakan, hingga hari ini, Minggu (17/5/2026), pelaku penjambretan CL belum ditangkap.

"Kalau sudah dapat informasi InsyaAllah saya kabari" kata Erlyn kepada TribunJakarta, Minggu (17/5/2026).

WN Polandia

​Sebelumnya, pihak kepolisian juga sempat menangani kasus penjambretan serupa yang menyasar WNA asal Polandia bernama Andrezej Skorski di lokasi yang berbeda, tepatnya di kawasan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat.

Di mana dalam video yang diunggah di akun Instagram @polsekmetromenteng, pada Jumat (15/5/2026), WN Polandia itu berterimakasih karena ponselnya yang dicuri telah ditemukan.

"Halo, nama saya Andrezej Skorski, saya warga Polandia. HP saya dicuri dan saya menghubungi Polsek Metro Menteng. Dan setelah 24 jam, saya mendapat informasi dari pihak kepolisian bahwa ponsel saya telah ditemukan. Saya mengapresiasi dan sangat berterima kasih kepada aparat Polsek Metro Menteng karena mereka sangat profesional," kata Andrezec pada video yang diunggah @polsekmetromenteng.

Pada unggahan tersebut disebutkan, pelaku telah diamankan, kendati tidak disebutkan identitasnya.

Kapolsek tidak menampik bahwa wilayah hukumnya belakangan ini menjadi sasaran empuk para pelaku kejahatan jalanan dengan modus operandi yang sama.

"Benar ada beberapa kejadian pencurian HP modus jambret khususnya di wilayah Menteng yang dialami oleh WNI dan WNA," tutur Braiel.

​Berdasarkan hasil pemetaan dan analisis kepolisian, para pelaku ini umumnya bergerak secara acak. 

Mereka tidak menyasar target spesifik, melainkan memanfaatkan kelengahan masyarakat.

​"Pelaku modusnya random (acak) terhadap korban yang terlihat lengah di pinggir jalan. Untuk keterkaitan antara pelaku, sampai saat ini belum kita temukan modus komplotan pelaku jambret," imbuhnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.