Jelang Idul Adha, Harga Cabai Rawit di Pasar Tradisional Kota Palu Naik hingga Rp10 Ribu per Kg
Regina Goldie May 18, 2026 02:10 PM

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, harga sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional Kota Palu mengalami kenaikan, terutama cabai dan tomat.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Palu, Andriani, mengatakan kenaikan harga terjadi di Pasar Inpres Manonda dan Pasar Masomba.

“Menjelang Idul Adha ini memang untuk kebutuhan pokok di Kota Palu ada beberapa yang cenderung naik,” ujar Andriani saat ditemui di ruang kerjanya di Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Senin (18/5/2026).

Ia mengatakan komoditas yang mengalami kenaikan paling mencolok adalah cabai rawit merah.

“Untuk rica naik sampai Rp10 ribu, awalnya biasanya Rp40 ribu sekarang sudah Rp50 ribu,” katanya.

Berdasarkan laporan harian Disperindag Kota Palu per 18 Mei 2026, harga cabai rawit merah di Pasar Masomba tercatat naik dari Rp40 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram.

Baca juga: Nasir Abdul Fattah Dorong Pemanfaatan Buku Bacaan di Kantor Desa Menjadi Ruang Literasi Masyarakat

Sementara di Pasar Inpres Manonda, harga cabai rawit merah masih bertahan di angka Rp45 ribu per kilogram.

Selain cabai rawit, harga tomat juga mengalami kenaikan hingga Rp15 ribu per kilogram.

Andriani mengatakan kenaikan harga tomat dipengaruhi tingginya harga di tingkat petani.

“Jadi memang kami sudah tanya orang pertanian kenapa bisa tomat naik, ternyata memang harga dari petani sudah Rp13 ribu dan di pasar sekarang sudah Rp15 ribu,” jelasnya.

Menurut dia, tingginya harga tomat juga dipengaruhi distribusi hasil panen ke luar daerah.

“Petani ini sudah ada tengkulak yang mengambil dari luar, jadi mungkin harga di luar lebih tinggi makanya banyak dari petani yang menjual ke luar,” katanya.

Meski demikian, Andriani memperkirakan harga tomat akan kembali turun seiring masuknya masa panen berikutnya.

Baca juga: Kabid Propam Polda Sulteng Minta Anggota Polri dan Masyarakat Waspada Penipuan Digital

Selain cabai dan tomat, sejumlah komoditas lain juga mengalami perubahan harga.

Di Pasar Masomba, harga cabai keriting turun dari Rp45 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram. Harga bawang merah juga turun dari Rp45 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram.

Sementara itu, harga telur ayam ras di Pasar Masomba bertahan di angka Rp40 ribu per kilogram, sedangkan di Pasar Inpres Manonda berada di kisaran Rp35 ribu per kilogram.

Andriani menyebut harga telur saat ini cenderung turun dibanding beberapa waktu lalu.

“Yang lain malah cenderung turun, seperti telur yang kemarin-kemarin sampai Rp70 ribu sampai Rp65 ribu, sekarang turun,” ujarnya.

Berdasarkan laporan harian Disperindag Kota Palu, sejumlah komoditas lainnya juga masih stabil di dua pasar pantauan tersebut.

Baca juga: Wakil Ketua I DPRD Dorong Penguatan Literasi, Jinurain: Donggala Maju Dimulai dari Budaya Membaca

Harga beras medium dan premium masih bertahan di kisaran Rp14 ribu hingga Rp17 ribu per kilogram.

Harga gula pasir kemasan tetap Rp20 ribu per kilogram, minyak goreng premium Rp24 ribu per liter, serta Minyakita berada di kisaran Rp15.500 hingga Rp15.700 per liter.

Harga daging ayam ras juga masih stabil di kisaran Rp37.500 hingga Rp38 ribu per kilogram.

Sementara harga daging sapi paha belakang, paha depan, dan sandung lamur tetap berada di angka Rp140 ribu per kilogram.

Untuk menjaga stabilitas harga menjelang Idul Adha, Disperindag Kota Palu akan menggelar Gade Nulumako atau pasar berjalan.

Baca juga: Wakil Ketua I DPRD Dorong Penguatan Literasi, Jinurain: Donggala Maju Dimulai dari Budaya Membaca

“Insya Allah Dinas Pertanian dan Dinas Perindag akan menyediakan bahan pokok yang bersubsidi agar masyarakat dapat membeli barang yang terjangkau,” kata Andriani.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap menjadi konsumen bijak dan tidak melakukan penimbunan bahan pokok.

“Kami mengimbau kepada masyarakat Kota Palu untuk sama-sama menjadi konsumen bijak. Berbelanja sesuai kebutuhan, tidak perlu kita menimbun, karena insyaallah kebutuhan pangan pokok untuk Kota Palu masih cukup terpenuhi,” tutupnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.