Pro Kontra Ucapan Prabowo Soal Orang Desa Gak Pakai Dolar, Influencer Sindir, Politisi PDIP Kritik
Musahadah May 18, 2026 03:32 PM

 

SURYA.CO.ID - Pernyataan Presiden Prabowo Subianto bahwa rakyat di desa tidak pakai dolar, kini menjadi pro kontra di masyarakat. 

Pernyataan Prabowo itu disampaikan saat meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Sabtu (16/5/2026).

Seperti diketahui, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS merosot hingga mencapai level terendah sepanjang sejarah, yakni di posisi Rp17.645 per dolar AS pada Senin (18/5/2026) pukul 10.50 WIB.

Prabowo menyebut kondisi pangan dan energi nasional masih aman di tengah tekanan global dan gejolak nilai tukar.

"Rupiah begini, rupiah begini, apa, dolar begini, dolar begini. Orang, rakyat di desa enggak pakai dolar kok, iya kan? Pangan aman, energi aman, ya banyak negara panik, Indonesia masih oke. Kita banyak, banyak yang diberikan Yang Maha Kuasa," ujar Presiden Prabowo.

Baca juga: Setuju dengan Pernyataan Prabowo Soal Orang di Desa Gak Pakai Dolar, Ini Sosok Mukhamad Misbakhun

Prabowo juga menyinggung situasi geopolitik global yang memengaruhi rantai pasok dunia, termasuk dampak perang di Timur Tengah terhadap distribusi energi dan pupuk.

"Sekarang sudah terbukti banyak negara yang kesulitan, yang panik karena perang di Timur Tengah, Selat Hormuz ditutup. 20 persen BBM dunia lewat Selat Hormuz. Berarti pupuk terpengaruh, karena banyak pupuk berasal dari minyak dan gas, gas, gas. Pupuk dari urea ya, urea sangat dibutuhkan. Sekarang saya dapat laporan dari Menteri Pertanian, banyak negara minta pupuk dari Indonesia," kata Prabowo.

Ia menyebut sejumlah negara seperti Australia, Filipina, India, Bangladesh, hingga Brasil mulai mencari pasokan komoditas dari Indonesia, termasuk pupuk urea dan beras.

Berikut pro kontra yang ditimbulkan dari pernyataan Prabowo tersebut. 

Jerome Poline beri sindiran halus 

Di media sosial Instagram, influencer Jerome Polin mengunggah foto saat dirinya menikmati segelas kopi di Times Square, New York.

 Pada bagian caption, Jerome Polin menulis pernyatan satire soal membeli kopi menggunakan dolar karena dirinya sedang berada di kota bukan di desa.

"Abis cobain minum kopi di kota (karena bayarnya pake US dollar). 

Enak, tapi ya mirip kopi pada umumnya sih (emoji tertawa).." tulis Jerome Polin.

Jerome Polin lalu mengaku segelas kopi tersebut terasa sangat mahal, mengingat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di posisi Rp17.645.

"Pas tadi beli, rate 1 USD = 17.600, harga kopinya 8 USD = 8x17600=Rp 140.800. 

Jadi rekor kopi susu termahal yang pernah aku minum wadidaw," tulis Jerome.

Politisi PDIP  Soroti Gaya Komunikasi Prabowo

Politikus PDIP Ferdinand Hutahaean angkat bicara terkait polemik pernyataan Prabowo Subianto.

Ferdinand mengatakan banyak pihak salah paham dengan pernyataan Prabowo itu. 

Sebab, mereka mengartikan kalimat itu secara harfiah seolah-olah kepala negara tak paham dampak dolar terhadap kehidupan masyarakat. 

"Saya percaya kalau Pak Prabowo tahu bahwa hampir semua komponen bahan baku dalam kehidupan kita ini terkait dengan dolar. Saya percaya Pak Prabowo tahu itu," kata Ferdinand dikutip dari Instagramnya pada Senin (18/5/2026).

Ia menjelaskan, maksud sebenarnya dari ucapan Prabowo adalah mengajak masyarakat tetap optimistis di tengah gejolak ekonomi dan kekhawatiran terhadap pelemahan rupiah.

"Saya ingin menerjemahkan yang dimaksud Pak Prabowo ini, dugaan saya bahwa beliau ingin mengajak kita untuk optimistis sepanjang fundamental ekonomi kuat seperti yang disampaikan Purbaya dan kita swasembada pangan seperti yang disampaikan oleh Amran Sulaiman, menteri pertanian. Maka, tidak ada yang perlu kita khawatirkan. Presiden Prabowo ingin menyampaikan itu," jelas Ferdinand. 

Dalam penjelasannya, Ferdinand juga menyinggung gaya komunikasi Prabowo yang dinilainya tidak bertele-tele. 

Menurutnya, terkadang gaya komunikasi straight to the point itu membuat publik salah memahami maksud yang disampaikan.

"Jadi, kita harus paham juga bahwa Prabowo ini adalah sosok yang tidak pernah pintar beretorika. Prabowo ini tidak pintar menyusun kata-kata yang halus dan mendayu-dayu. Prabowo ini adalah orang yang straight to the point," katanya. 

Ferdinand pun merasa sangsi apabila Prabowo tidak memahami bahwa kenaikan nilai tukar dolar berdampak terhadap kehidupan rakyatnya. 

"Masa sih, Prabowo tidak ngerti bahwa komponen kehidupan kita menggunakan dolar saya tidak yakin. Prabowo pasti tahu. Jadi apa maksudnya? Mungkin seperti itu lah kira-kira. Ini adalah ajakan optimisme dan tidak perlu khawatir," pungkasnya.

Anggota DPR Sepakat

SETUJU - Ketua Komisi XI DPR RI, Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun. Misbakhun baru-baru ini angkat bicara terkait pernyataan Prabowo sebut orang desa gak pakai dolar.
SETUJU - Ketua Komisi XI DPR RI, Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun. Misbakhun baru-baru ini angkat bicara terkait pernyataan Prabowo sebut orang desa gak pakai dolar. (Tribunnews.com)

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun menyatakan sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta masyarakat, khususnya di pedesaan, untuk tidak panik menghadapi fluktuasi kurs.

Menurut Misbakhun, masyarakat di level akar rumput pada dasarnya tidak terlibat langsung dalam transaksi berbasis dolar AS sehingga dampak pelemahan rupiah tidak dirasakan secara langsung dalam aktivitas harian.

"Apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden terkait dengan nilai tukar, beliau benar bahwa masyarakat diminta tenang, terutama masyarakat pedesaan karena memang mereka tidak terkait langsung dengan transaksi yang menggunakan dollar," kata Misbakhun, Minggu (17/5/2026), dikutip SURYA.co.id dari Tribunnews.

Ia menambahkan bahwa dampak terbesar justru dirasakan oleh sektor yang bergantung pada impor dan kelompok masyarakat dengan aktivitas internasional.

"Yang terpengaruh adalah transaksi-transaksi yang menggunakan impor, orang-orang kaya yang bepergian ke luar negeri," ujarnya melanjutkan.

Sebagai Ketua Komisi XI DPR RI yang membidangi keuangan dan perbankan, Misbakhun melihat pernyataan Presiden Prabowo bukan sekadar respons politik, melainkan upaya menjaga stabilitas psikologis masyarakat agar tidak terpengaruh isu ekonomi global.

Menurut dia, penggunaan rupiah sebagai alat transaksi utama di Indonesia menjadi alasan masyarakat tidak perlu bereaksi berlebihan terhadap pergerakan dolar AS.

"Karena memang rupiah menjadi alat transaksi di seluruh Indonesia. Jadi masyarakat Indonesia dalam bertransaksi tidak menggunakan dollar, menggunakan rupiah. Dan inilah yang menjadi salah satu poin penting yang disampaikan oleh Bapak Presiden," ucapnya.

Meski demikian, politikus Partai Golkar tersebut mengingatkan bahwa pelemahan rupiah tetap perlu menjadi perhatian serius pemerintah dan otoritas moneter.

Baca juga: 6 Fakta Tentang Museum Marsinah di Nganjuk yang Diresmikan Presiden Prabowo, Ini Sumber Dananya

Dalam pernyataannya, Misbakhun secara khusus meminta Bank Indonesia segera mengambil langkah konkret untuk mengendalikan nilai tukar rupiah.

Ia menilai posisi rupiah saat ini sudah terlalu jauh dari asumsi makro yang tercantum dalam APBN 2024.

"Untuk itu BI, Bank Indonesia untuk segera melakukan upaya stabilisasi, melakukan upaya-upaya yang konkret bagaimana memberikan kembali rupiah pada penguatan yang memadai," tutur Misbakhun.

Misbakhun juga menyoroti potensi dampak lanjutan terhadap sektor industri nasional. Menurutnya, pelemahan rupiah dapat memicu kenaikan harga bahan baku impor yang kemudian berimbas pada inflasi.

Ia mengingatkan bahwa sektor industri yang masih bergantung pada impor akan menghadapi tekanan lebih besar apabila kurs rupiah terus melemah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.