TRIBUNNEWSMAKER.COM - Nama Shindy Lutfiana kini tengah menjadi sorotan publik usai polemik yang terjadi dalam ajang Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026.
Sosok master of ceremony (MC) tersebut ramai diperbincangkan setelah komentarnya terhadap protes peserta bernama Josepha Alexandra menuai kontroversi.
Dalam momen itu, Josepha diketahui menangis usai jawabannya dinilai salah oleh juri, padahal peserta lain yang memberikan jawaban serupa justru dinyatakan benar.
Namun, Shindy disebut menganggap keberatan yang disampaikan Josepha hanya sebatas perasaan semata.
Hal itulah yang kemudian memicu reaksi publik di media sosial.
Rupanya, bukan hanya Josepha Alexandra yang pernah dibuat menangis oleh sikap Shindy saat memandu acara.
Baca juga: Polemik Lomba Cerdas Cermat, Disdik Kalbar Sebut Speaker Error, MPR Minta Maaf & Nonaktifkan Juri
Seorang pemilik wedding organizer (WO) dengan akun Threads @syavaniifg ikut membongkar pengalaman kliennya saat menggunakan jasa Shindy sebagai MC pernikahan.
Dalam unggahannya, Syava mengaku sebenarnya sudah belasan kali mempercayakan Shindy untuk memandu acara wedding.
Sebab, Shindy dikenal sebagai MC profesional yang cukup aktif di dunia pernikahan.
Bahkan dalam profilnya, Shindy mendeklarasikan diri sebagai profesional MC wedding dan memiliki kelas public speaking bernama Sinar Bicara.
Namun di balik citra profesional tersebut, Syava mengungkap pernah ada momen klien menangis akibat sikap Shindy saat acara berlangsung.
Menurut pengakuannya, hal itu terjadi karena Shindy disebut tidak mengikuti instruksi serta permintaan dari pihak klien saat memandu acara pernikahan.
Akibatnya, suasana yang seharusnya menjadi momen bahagia justru berubah menjadi penuh kekecewaan.
Pengakuan tersebut pun langsung ramai dibahas warganet setelah nama Shindy Lutfiana viral dalam polemik Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026.
Hingga kini, perbincangan mengenai sikap Shindy masih terus bergulir di media sosial dan memunculkan berbagai respons dari publik.
Baca juga: Disalahkan Juri Cerdas Cermat, Josepha Alexandra Kini Bernasib Mujur, Dapat Beasiswa S1 ke Tiongkok
"Aku sama suami punya WO. Dan salah satu MC langganan kami — yang udah kami pakai belasan kali, yang kami rekomendasiin ke klien kami dengan penuh keyakinan — namanya Shindy Lutfiana.
Sampai kami nonton video itu. LCC 4 Pilar MPR. Anak SMA nangis, protes, dan dia bilang: "Mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja."
Suamiku langsung nutup HP. Diem. Terus bilang: "Itu dia banget." tulisnya di Thread.
Syava menceritakan pengalaman ketika Shindy memandu acara.
Saat itu Shindy sama sekali tidak mendengar permintaan dari klien.
Bahkan kliennya sampai menangis karena Shindy tidak menjalankan intruksi dan permintaan.
"Yang bikin kami merinding bukan videonya. Tapi ingatannya.
Waktu itu ada klien kami — pengantin perempuannya nervous banget, udah bilang ke Shindy sebelum acara minta jangan diburu-buru di sesi sungkeman karena mamanya sakit.
Di tengah acara, Shindy tetap ngebut. Waktu kami tegur pelan di backstage, dia jawab: "Tenang kak, aku yang pegang mic, aku yang tau situasinya."
Kami diam. Klien kami nangis bukan karena haru. " tulisnya.
Ia dan suami kemudian memutuskan untuk mengakhiri hubungan kerja dengan Shindy.
Keputusan tersebut disampaikan melalui pesan chat.
Namun Shindy tidak terima, dia memberi pembelaan.
"Kak, itu kan beda konteks. Itu acara formal bukan wedding"
"Aku juga udah minta maaf ke publik, masa masih diungkit," tulis Shindy Lutfiana di chat.
Syava merasa menyesal karena baru sekarang menyadari ketidakprofesionalan Shindy sebagai MC.
"Pas kami WA dia, kami bilang mau STOP kerja sama, ini jawabannya..
Aku baca chat itu tiga kali. Nunjukin ke suami. Suamiku cuma ketawa satu kali, pahit, terus bilang: "Ya udah. Kita udah tau jawabannya dari dulu. Kita aja yang lama ngelihatnya."
Dan itu yang paling nyesek sebenernya" tulisnya.
Lewat akun TikTok Shindy Lutfiana sudah menyampaikan permintaan maaf.
Dia mengaku legowo atas dampak dari polemik ini.
"Aku bisa menerima itu semua dengan tabah, sabar, ini memang resiko yang harus aku terima atas kesalahanku," tulisnya.
Ia hanya menyesali orang terdekat dan teman justru tidak memberinya dukungan.
"Tidak ada yang lebih menyakitkan dalam kejadian ini, ketika aku melihat dari teman-teman sejawat seprofesiku memanfaatkan moment jatuhnya aku sekarang untuk menghakimiku bahkan merayakannya," tulis Shindy.
(Tribunnewsmaker.com/TribunnewsBogor.com/Sanjaya Ardhi)