BANGKAPOS.COM--Suasana duka menyelimuti sebuah rumah sederhana di Kelurahan Lesung Batang, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung.
Rumah bercat krem yang berada di sudut perempatan itu tampak lengang tanpa aktivitas berarti setelah kabar meninggalnya seorang prajurit TNI, Pratu Ferischal Alfarizky Abelsa, mengejutkan keluarga dan warga sekitar.
Anggota Denkesyah Palembang Kesdam II/Sriwijaya tersebut meninggal dunia usai menjadi korban penembakan di Kafe Panhead, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, Sumatera Selatan.
Peristiwa tragis itu diduga melibatkan sesama anggota TNI dan kini tengah ditangani aparat berwenang.
Pantauan di lokasi rumah keluarga korban pada Senin (18/5/2026), dua bangunan rumah yang berada dalam satu halaman terlihat tertutup rapat.
Tidak tampak aktivitas penghuni di sekitar rumah tersebut.
Di bagian teras, hanya terlihat dua unit sepeda motor terparkir tanpa ada tanda-tanda keramaian keluarga yang biasanya terjadi ketika suasana berkabung berlangsung.
Ketua RT 19 setempat, Azunandar, mengatakan kedua orang tua korban sudah berangkat ke Palembang sejak akhir pekan lalu setelah menerima kabar duka mengenai anak mereka.
“Orang tuanya waktu dapat informasi kejadian itu langsung berangkat ke Palembang. Bapaknya pagi, ibunya sore,” ujar Azunandar saat ditemui di sekitar rumah korban.
Menurut Azunandar, Pratu Ferischal memang lahir dan besar di Belitung karena kedua orang tuanya sudah lama menetap di daerah tersebut.
Meski tidak terlalu dekat secara pribadi, ia mengenal korban sebagai sosok pemuda yang biasa bergaul layaknya anak-anak muda lain di lingkungan sekitar.
Ia menyebut Ferischal tidak banyak berubah meski sudah menjadi anggota TNI. Ketika pulang kampung, korban masih menyapa warga sekitar dan menunjukkan sikap ramah.
“Terakhir saya ketemu tahun lalu waktu dia pulang kampung. Saya sempat tegur, wah tentara sekarang. Dia juga salaman,” katanya mengenang.
Ferischal diketahui langsung mendaftar menjadi anggota TNI setelah lulus sekolah menengah atas.
Menurut warga sekitar, keberhasilannya lolos menjadi prajurit TNI sempat membuat keluarga dan lingkungan tempat tinggalnya bangga.
Karena itu, kabar kematiannya membuat warga sekitar terkejut dan tidak percaya.
“Saya sempat datang ke rumah orang tuanya untuk memastikan kabar itu benar,” ungkap Azunandar.
Baca juga: Bocah 11 Tahun di Rokan Hulu Tewas Diduga Dianiaya Ibu Kandung, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan
Baca juga: Perjalanan Kasus Wakil Gubernur Babel, Hellyana Dari Dilaporkan hingga Divonis 4 Bulan Penjara
Kabar penembakan yang menewaskan Ferischal pertama kali diterima keluarga pada Sabtu lalu.
Mendengar informasi tersebut, kedua orang tuanya langsung berangkat ke Palembang untuk melihat kondisi anak mereka sekaligus mengurus proses pemakaman.
Menurut informasi yang diterima keluarga, jenazah Ferischal akhirnya dimakamkan di Palembang.
Keputusan itu diambil karena orang tua korban diketahui berasal dari kota tersebut.
Meski besar di Belitung, keluarga besar korban memang masih memiliki hubungan kuat dengan Palembang sebagai kampung asal mereka.
Hingga kini, suasana rumah keluarga korban di Belitung masih tampak sepi. Beberapa tetangga mengaku masih sulit percaya bahwa Ferischal meninggal dunia dalam insiden penembakan yang melibatkan sesama anggota TNI.
Peristiwa penembakan yang menewaskan Ferischal terjadi di Kafe Panhead, kawasan Kecamatan Ilir Barat I, Palembang.
Insiden tersebut langsung menjadi perhatian publik karena melibatkan anggota TNI aktif.
Dari hasil pemeriksaan awal, aparat telah menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus tersebut.
Mereka adalah seorang anggota TNI berinisial Sertu MRR dan seorang warga sipil berinisial DS.
Hingga kini aparat masih mendalami motif penembakan serta kronologi lengkap kejadian yang menyebabkan Ferischal kehilangan nyawa.
Pihak berwenang juga masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang berada di lokasi saat insiden terjadi.
Belum banyak informasi resmi yang disampaikan terkait detail pertikaian maupun hubungan antara korban dan para tersangka sebelum penembakan berlangsung.
Kasus ini langsung menyita perhatian masyarakat, terutama karena melibatkan sesama anggota TNI.
Banyak pihak berharap proses hukum berjalan transparan dan profesional agar penyebab pasti kejadian dapat terungkap.
Peristiwa tersebut juga memunculkan keprihatinan mendalam di kalangan masyarakat Belitung yang mengenal korban sebagai sosok muda yang baru memulai karier sebagai prajurit negara.
Sejumlah warga mengaku tidak menyangka Ferischal harus meninggal dunia dalam usia muda dan dalam situasi tragis seperti itu.
“Kami semua kaget. Anak itu baik dan sopan,” ujar salah seorang warga sekitar rumah korban.
Penanganan kasus kini dilakukan secara serius oleh aparat gabungan, termasuk Polisi Militer, guna memastikan seluruh fakta terungkap.
Pemeriksaan terhadap tersangka dan saksi masih terus berlangsung. Aparat juga mengumpulkan barang bukti dari lokasi kejadian, termasuk rekaman CCTV dan keterangan pengunjung kafe.
Kasus penembakan ini diperkirakan masih akan berkembang seiring proses penyidikan yang berjalan.
Masyarakat kini menunggu penjelasan resmi terkait motif dan kronologi lengkap insiden yang menewaskan Pratu Ferischal Alfarizky Abelsa.
Di balik proses hukum yang berjalan, keluarga korban kini harus menghadapi kehilangan besar.
Ferischal yang dikenal sebagai kebanggaan keluarga harus meninggal dunia secara tragis di usia muda.
Bagi warga Lesung Batang, kabar tersebut meninggalkan luka mendalam.
Banyak tetangga mengenang Ferischal sebagai pemuda sederhana yang berhasil mewujudkan cita-citanya menjadi anggota TNI.
Kini, rumah yang biasanya menjadi tempat berkumpul keluarga itu justru dipenuhi suasana sunyi setelah kepergian Ferischal untuk selamanya.
Warga berharap kasus tersebut dapat diusut tuntas dan para pelaku mendapatkan hukuman setimpal sesuai aturan hukum yang berlaku.(*)
(Posbelitung.co/Dede Suhendar)