Laporan wartawan TribunBanten.com Ade Feri Anggriawan
TRIBUNBANTEN.COM, TANGSEL - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai berdampak pada harga sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional Tangerang Selatan (Tangsel).
Sejumlah jenis sayuran dan bumbu dapur dilaporkan mengalami kenaikan harga dalam dua hari terakhir.
Untuk diketahui, per hari ini Senin (18/5/2026) nilai dolar tercatat berada di level Rp17.653,00 per 1 dolar AS.
Penguatan mata uang asing tersebut disebut turut memengaruhi biaya distribusi dan pasokan barang, termasuk komoditas hortikultura.
Baca juga: Penjual Tempe di Cilegon Respon Pidato Presiden Prabowo: Kalau Dolar Naik, Harga Kedelai Ikut Naik
Wahyu (50), salah satu pedagang sayuran di Pasar Serpong Tangsel, mengatakan kenaikan harga terjadi cukup cepat dalam beberapa hari terakhir.
Ia menyebut, beberapa komoditas utama mengalami lonjakan harga, meski tidak merata.
“Cabe keriting sekarang sekitar Rp60 ribu, sebelumnya masih Rp45 ribu,” ujarnya kepada TribunBanten.com, Senin (18/5/2026).
Selain itu, lanjut Wahyu, harga bawang merah juga mengalami kenaikan.
Jika sebelumnya berada di kisaran Rp45–50 ribu, kini naik menjadi sekitar Rp60 ribu per kilogram.
"Terus tomat juga naik, dari sebelumnya Rp10 ribu sekarang menjadi Rp15 ribu per kilogram," ucapnya.
Adapun untuk komoditas sayuran, seperti kentang dan buncis juga mengalami kenaikan harga sekitar dua ribu hingga tiga ribu rupiah.
"Kentang naik dari harga Rp15 ribu menjadi Rp18 ribu per kilogram. Terus kalau buncis sekarang saya jualnya Rp20 ribu per kilogram, sebelumnya Rp 18 ribu," ucapnya.
"Terus kemaren juga sebenarnya sayuran seperti timun, daun caisim itu sempat naik. Caisim tadinya Rp 20 ribu, tapi sekarang udah normal lagi Rp 15 ribu. Timun juga sempat naik Rp 13 ribu tapi sekarang udah standar lagi Rp 10 ribu per kilo," jelasnya.
Wahyu menduga, kenaikan harga ini dipengaruhi oleh faktor cuaca serta pengaruh penguatan dollar terhadap nilai tukar rupiah.
“Baru dua hari naik. Mungkin karena cuaca juga, sama mungkin dampak dollar juga yang lagi naik,” katanya.
Akibat kenaikan harga tersebut, kata Wahyu, pedagang mulai merasakan dampaknya lantaran jumlah pembeli yang mengalami penurunan dibandingkan hari-hari biasanya.
Banyak konsumen juga mengeluhkan harga yang mulai naik.
“Pembeli jadi agak berkurang, pada ngeluh juga karena harga naik,” ujarnya.
"Terus juga walau ada komoditas lain yang ga naik, pembeli juga mulai sepi karena mungkin ekonomi nya juga lagi susah sekarang mah," tuturnya.
Ia pun berharap, harga bisa kembali stabil dalam waktu dekat agar daya beli masyarakat tidak terus menurun.