Komplotan Perampok Pukul lalu Sekap 5 Satpam Smelter di Bangka, Bawa Dua Truk Angkut Balok Timah
Hendra May 18, 2026 06:29 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemandangan mencolok tersaji di halaman belakang Mapolres Bangka, saat jajaran kepolisian menggelar rilis pers pengungkapan kasus pencurian besar-besaran di PT Panca Mega Persada (PMP), Senin (18/6/2026) sore.

Barang bukti yang berhasil disita dari tangan 10 pelaku dipamerkan dalam jumlah yang sangat fantastis. Di atas meja utama berlapis kain biru, perhatian langsung tertuju pada gunungan uang tunai senilai ratusan juta rupiah.

Terlihat ada ratusan lembar uang pecahan Rp100 ribu berwarna merah, pecahan Rp50 ribu berwarna biru tampak diikat rapi dalam beberapa blok tebal berjejer di samping koper-koper besar yang diduga digunakan pelaku sebagai wadah penyimpanan.

Selain itu, terlihat ditiga unit kendaraan tumpukkan balok timah yang berjumlah ratusan balok timah murni berukuran besar diletakkan berjajar.

Permukaan balok logam yang abu-abu keperakan dan berbobot sangat berat, itu menjadi bukti nyata komoditas bernilai tinggi yang diincar oleh komplotan ini.

"Dari hasil interogasi singkat, kesepuluh pelaku ini mengakui semua perbuatannya. Mereka melancarkan aksi dengan cara melubangi tembok pagar bagian belakang PT PMP yang kondisinya memang sudah lapuk," terang Kapolres Bangka, AKBP Deddy Dwitiya Putra, dalam konferensi persnya.

Dalam melancarkan aksi nekatnya, kawanan pencuri ini tergolong sangat terencana. Bahkan pelaku nekat melakukan kekerasan terhadap petugas keamanan setempat.

Setelah berhasil menjebol pertahanan luar perusahaan, kawanan ini bergerak cepat ke pos penjagaan. Mereka langsung menyergap lima orang satpam yang sedang bertugas malam itu.

"Para pelaku langsung menyekap dan menyandera kelima satpam penjaga PT PMP. Mereka melakukan pengancaman, menutup mata serta mengikat tangan para satpam agar tidak bisa melapor atau melakukan perlawanan," ungkapnya.

"Untuk satpam tidak mengalami luka-luka, namanya disekap dengan menggunakan tutup kepala dan dilakban tanggannya. Gudang itu tidak beroperasi, jadi uang ini ditemukan pas saat penangkapan di luar gudang," sambungnya.

Setelah situasi di dalam area pabrik berhasil dikuasai, para pelaku dengan leluasa menguras balok timah berharga yang disimpan di dalam fasilitas untuk mengangkut barang bukti yang berbobot sangat berat itu, para pelaku telah menyiapkan armada khusus.

"Untuk membawa keluar balok timah hasil curian, para pelaku mengaku menggunakan dua unit truk. Kendaraan truk ini sebelumnya sudah disewa oleh salah satu pelaku berinisial Abi khusus untuk melancarkan aksi pengangkutan ini," bebernya.

Bahkan diakui AKBP Deddy, diantara sepuluh orang pelaku ini ada mantan pegawai dari PT PMP Jelitik yang terlibat dalam aksi pencurian dengan kekerasan barang bukti balok timah fan uang tunai.

"Iya memang, kita masih dalami ada indikasi mantan dari pegawai yang pernah bekerja di PT PMP Jelitik," ujarnya.

Sementara pengungkapan kasus ini, setelah adanya laporan dari pihak PT PMP ke Mapolres Bangka atas kejadian pencurian dengan kekerasaan yang dilakukan para pelaku, Sabtu (16/5/2026) lalu dan timgab amankan para pelaku beserta barang bukti, Minggu (17/5/2026) kemarin. (Bangkapos.com/Adi Saputra).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.