TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Harga tiket pesawat melambung, tingginya harga avtur menjadi penyebab harga tiket melonjak tajam.
Dari pantauan di situs Traveloka, Senin (18/5/2025), Penerbangan dari Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru (PKU) ke Bandara Soekarno Hatta Jakarta (CGK) pada tanggal 20 Mei 2026 berada di kisaran Rp 1,4 - 3,4 juta.
Lebih mahal lagi ketika menjelang libur nasional, seperti sehari jelang Idul Adha 26 Mei 2026 mendatang, tiket pesawat PKU-CGK berada di kisaran harga Rp 1,5 - 3,9 juta.
Harga tiket yang meroket tentu saja dikeluhkan sebagian masyarakat yang kerap menggunakan moda transportasi udara tersebut.
Watleli (65) misalnya, warga Pekanbaru ini kerap mengunjungi anak cucunya di Bandung Jawa Barat, minimal dua kali setahun ia berangkat ke sana.
Biasanya ia naik pesawat menuju Jakarta lalu melanjutkan perjalan ke Bandung menggunakan Bus Damri.
Namun tahun ini ia urung melaksanakannya lantaran tiket pesawat yang mahal, apalagi ia bepergian bersama sang suami.
"Dahulu masih dapat tiket Rp 800 ribuan, sekarang sudah gak ada lagi yang segitu," ujarnya.
Baca juga: Harga Tiket Pesawat Melonjak, Pemprov Riau Perketat Perjalanan Dinas
Baca juga: Harga Tiket Pesawat Naik, Warga Pekanbaru Ini Batal ke Surabaya
Meski demikian, ia masih akan tetap ke berangkat ke Bandung, namun menggunakan bus.
Harga tiket bus Pekanbaru - Bandung dibanderol sekitar Rp 850 ribu dinilai masih masuk akal.
Hanya saja perjalanan tentu akan lebih lama, ketika naik pesawat hanya butuh waktu 1 jam 45 menit, sedangkan naik bus bisa mencapai 37 jam, atau dua hari satu malam.
"Gak apa-apa, sebelumnya juga pernah naik bus ke Bandung, jalannya santai sekalian lihat-lihat daerah lain," ujarnya.
Menurutnya, dengan menaiki bus ia bisa berhemat banyak, apalagi perginya lebih dari satu orang, namun ia tetap berharap harga tiket pesawat bisa turun dan ramah di kantong.
"Kalau bisa memilih tentu inginnya naik pesawat, tapi kondisi keuangan tidak memungkinkan, semoga pemerintah bisa kasi solusi entah gimana caranya biar tiket pesawat bisa terjangkau," tambah Watleli.
( Tribunpekanbaru.com/Theo Rizky )