TRIBUNFLORES.COM, ILE BOLENG - Kepala Sekolah Menengah (SMK) Negeri Ile Boleng, Aloysius Ara Kian, menyebutkan siswa-siswi jurusan Broadcasting dan Perfilman (BCF) harus dibekali dengan ilmu jurnalistik.
Menurut pria yang akrab disapa Alo itu, menulis serta membuat foto dan video jurnalistik penting bagi siswa jurusan perfilman karena kemampuan itu membentuk dasar profesional seorang pembuat karya visual.
Film tidak hanya soal kamera dan editing, tetapi juga tentang cara memahami realitas, menyusun cerita, dan menyampaikan pesan kepada penonton secara kuat dan bertanggung jawab.
"Menulis serta membuat foto dan video jurnalistik bukan hanya pelengkap bagi siswa perfilman, tetapi bagian penting dari proses menjadi pembuat film yang kreatif, peka, kritis, dan profesional,"ujar Alo disela-sela kegiatan pelatihan jurnalistik di Lab Multimedia SMKN Ile Boleng, Jalan Anggrek Nomor 7 Desa Lewopao, Kecamatan Ile Boleng, Pulau Adonara, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Senin (18/5/2026).
Pelatihan jurnalistik tersebut mendatangkan pemateri jurnalis, Gege Donofan dari TRIBUNFLORES.COM.
"Kegiatan kami pada hari ini adalah kegiatan yang biasa kami kenal sebagai “guru tamu”, yaitu kegiatan yang diselenggarakan melalui kerja sama dengan pihak Tribun News Maumere. Pada kesempatan ini, kami menghadirkan guru tamu yang memberikan materi tentang jurnalistik, videografi, dan fotografi,"ujar Alo.
Baca juga: SMKN Ile Boleng di Flores Timur Gelar Pelatihan Jurnalistik, Dorong Siswa Harus Menulis
Ia mengatakan sebelum siswa-siswi jurusan (BCF) turun melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) mereka dibekali dengan berbagai ilmu dan pengetahuan termasuk jurnalistik.
"Kami berharap kesempatan seperti ini tidak hanya berlangsung hari ini, tetapi juga dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang. Ke depan, kami merencanakan adanya sinkronisasi dengan pihak Tribun News Maumere untuk mengombinasikan pembelajaran di bidang jurnalistik dengan mata pelajaran pada Program Keahlian Produksi dan Perfilman,"ujarnya.
Ia mengaku bersyukur siswa-siswi jurusan BCF antusias mengikuti pelatihan tersebut dari pagi hingga sore hari.
"Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami sangat bersyukur dapat menghadirkan guru tamu dari Tribun News. Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan pendampingannya sejak pagi hingga malam hari ini. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut. Kami juga sangat menghargai kerja sama yang telah terjalin bersama Tribun News,"ujarnya.
Ia mengatakan setiap tahun SMKN Ile Boleng mengirimkan siswa-siswi BCF ke beberapa kantor media massa yang ada di NTT termasuk di kantor TribunFlores di Maumere, Kabupaten Sikka.
"Terkait kegiatan PKL, saat ini kurang lebih sudah memasuki tahun ketiga kami menjalin kerja sama dengan pihak Tribun News. Setiap tahun kami mengirimkan peserta didik untuk melaksanakan PKL di Tribun News. Pada tahun ini, kami merencanakan mengirim sekitar 4 hingga 15 peserta didik. Kami berharap kerja sama dengan rekan-rekan di Tribun News dapat terus berjalan dengan baik serta terus memberikan bimbingan kepada peserta didik kami, sehingga setelah kembali dari kegiatan magang mereka memiliki kompetensi yang baik sesuai dengan bidangnya,"ujarnya.
Sementara itu, Donofan dalam materinya menjelaskan soal dasar-dasar jurnalistik.
Menurutnya, sekolah harus menjadi tempat belajar bagi siswa untuk mulai menulis.
Ia menyampaikan pentingnya pemahaman dasar-dasar jurnalistik bagi pelajar dalam sebuah materi yang dibawakan kepada peserta didik.
Dalam penyampaiannya, ia menekankan bahwa sekolah menjadi ruang belajar yang mendukung siswa untuk mulai menulis dan mengembangkan kemampuan literasi.
Menurut dia, kemampuan menulis tidak hanya penting untuk kebutuhan akademik, tetapi juga menjadi sarana bagi siswa dalam menyampaikan gagasan, informasi, dan kreativitas.
Ia berharap sekolah dapat mendorong budaya literasi melalui berbagai kegiatan jurnalistik, seperti majalah sekolah, buletin, maupun media digital siswa.
“Sekolah harus menjadi tempat belajar siswa untuk mulai menulis,” ujarnya dia.
Sementara itu peserta kegiatan, Marselina Bulu Ola (17) mengaku senang dan bangga karena bisa mengikuti kegiatan tersebut.
"Harapanya bisa belajar lagi tentang dunia jurnalistik. Menurut saya jadi jurnalis banyak mendapatkan ilmu dan pengetahuan,"ujarnya.
Ketua Program Jurusan Broadcasting dan Perfilman SMK Negeri ILe Boleng, Primus Kia Saya, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran wartawan TribunFlores di sekolah itu.
Ia menjelaskan bahwa dirinya mulai mengajar di SMK Negeri ILe Boleng sejak tahun 2015, ketika jurusan yang ada saat itu masih bernama Multimedia.
Seiring perkembangan waktu, pada tahun 2026 jurusan tersebut berubah nama menjadi Broadcasting dan Perfilman.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat yang sangat besar bagi siswa maupun guru. Ia merasa senang karena melalui kegiatan itu para siswa yang sebelumnya kurang tertarik menulis kini mulai belajar dan berani menulis.
Ia juga menyampaikan bahwa materi yang diberikan oleh pihak Tribun News sangat membantu proses pembelajaran di sekolah.
Lebih lanjut, ia berharap kerja sama antara pihak sekolah dan Tribun News dapat terus terjalin dengan baik pada masa mendatang. Ia juga berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan di tahun-tahun berikutnya karena dinilai sangat bermanfaat bagi pengembangan kemampuan siswa.
Selain itu, pihak sekolah berharap pada bulan Juni mendatang terdapat siswa SMK Negeri Leboleng yang dapat melaksanakan praktik kerja lapangan di Tribun News Maumere dan diterima dengan baik di sana.
Melalui kerja sama tersebut, diharapkan hubungan antara kedua pihak semakin erat sehingga kegiatan-kegiatan positif seperti ini dapat terus terlaksana pada masa yang akan datang.
"Pelatihan bertujuan agar siswi-siswa yang akan mengikuti Praktek Kerja Lapangan (PKL) mendapatkan gambaran tentang kerja jurnalistik,"ujarnya.
Untuk diketahui, awal Juni 2026 mendatang, SMKN Ile Boleng akan mengirimkan puluhan siswa untuk mengikuti PKL di dunia industri. Mereka akan ditempatkan di kantor media massa dan tempat lainnya di luar Kabupaten Flores Timur.