Minta Bayaran Kencan, Wanita 40 Tahun Ditikam di Eks Lokalisasi Lampung, Pelaku Hilang Tanpa Jejak
Delta Lidina May 18, 2026 06:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Seorang wanita bernama Dedek Ayu alias Ayu (40) harus menjalani perawatan medis setelah menjadi korban penikaman di kawasan eks lokalisasi Panjang, Bandar Lampung.

Peristiwa berdarah itu terjadi di Kafe Bintang 1, kawasan Eks Lokalisasi Pemandangan Panjang, Jumat (15/5/2026) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.

Hingga kini, pria yang diduga sebagai pelaku masih dalam pengejaran aparat kepolisian.

Kapolsek Panjang AKP Ipran mengatakan tim kepolisian masih mengumpulkan informasi terkait identitas pria yang sebelumnya sempat bersama korban di lokasi kejadian.

"Kami masih melakukan penyelidikan terhadap pria yang sempat mengencani korban tersebut," kata Kapolsek Panjang, AKP Ipran, Minggu (17/5/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pelaku datang ke Kafe Bintang 1 sebelum akhirnya menghabiskan waktu bersama korban di dalam kamar.

Situasi berubah tegang ketika korban meminta uang kencan kepada pelaku.

Diduga tersulut emosi, pria tersebut langsung melakukan penikaman terhadap Ayu sebelum melarikan diri.

Kapolsek Panjang, AKP Ipran mengatakan, peristiwa itu terjadi di eks Lokalisasi Pemandangan Panjang atau tepatnya di Kafe Bintang 1.

Ipran mengatakan, menurut keterangan korban bahwa sekira pukul 01.30 WIB pelaku datang ke kafe Bintang 1.

Keduanya berkencan dan pelaku pada saat dimintai uang kencan, pelaku marah dan langsung menikam korban.

Setelah melakukan penikaman, pelaku kabur dari kamar dalam kondisi hanya mengenakan celana pendek warna krem sambil mendorong sepeda motornya.

Ada Gerak-gerik Mencurigakan

Beberapa saksi sempat melihat gerak-gerik mencurigakan tersebut dan mencoba menghampiri pelaku.

Namun pria itu berhasil melarikan diri setelah motornya menyala dan melaju ke arah Jalan Soekarno Hatta.

Setelah itu pelaku keluar berlari dari kamar hanya mengenakan celana pendek krim sambil mendorong motornya.

Baca juga: Pengakuan Pembunuh Istri Pegawai Pajak di Manokwari, Rampok untuk Bayar Judol, Tikam Korban 3 Kali

Para saksi melihat dan beberapa orang ada menghampiri pelaku. "Pada saat itu pelaku sedang menghidupkan motornya dan langsung pergi menuju Jalan Soekarno Hatta," kata Ipran.

Petugas kepolisian bersama tim Inafis kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara.

Dari lokasi, polisi menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan pelaku, mulai dari kaus hitam lengan pendek hingga sandal sport berwarna hitam kombinasi putih.

Selain itu, bercak darah juga ditemukan di tempat tidur dan lantai kamar lokasi kejadian.

Polisi telah melakukan olah TKP bersama tim inafis, ditemukan kaus lengan pendek hitam yang diduga milik pelaku.

Ilustrasi wanita penghibur di malam hari
Ilustrasi wanita penghibur di malam hari (Istimewa via Tribunnews)

Kemudian sepasang sendal merk sport warna hitam list putih yang diduga milik pelaku.

"Ada bercak darah di tempat tidur dan lantai kamar, korban dibawa ke IGD RSUDAM untuk penanganan medis," kata Ipran.

Saat ini korban masih menjalani penanganan medis di IGD RSUDAM.

Sementara itu, aparat telah memeriksa empat orang saksi guna membantu proses penyelidikan dan memburu keberadaan pelaku.

Polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap 4 orang saksi. Ipran menjelaskan bahwa pelaku saat ini tengah diburu oleh tim. Pelaku masih dalam pengejaran dan penyelidikan oleh tim.

"Untuk pelaku masih dicari gambarannya, dari tadi keliling-keliling mencari informasi sana-sini. Masih dalam penyelidikan," kata Ipran.

Istri di Temanggung Jawa Tengah Dibacok Suami Sendiri

Peristiwa tragis lain juga menimpa seorang ibu dua anak berinisial DRS di Dusun Krajan, Desa Ngaren, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung. Korban tewas setelah diduga dibacok suaminya sendiri berinisial K pada Minggu (17/5/2026) siang.

Insiden berdarah itu terjadi di rumah korban saat suasana awalnya tampak biasa. Menurut keterangan warga, sebelum kejadian pelaku sempat datang untuk menjemput kedua anak mereka dan membawa anak-anak tersebut ke rumahnya di Desa Traji, Kecamatan Parakan.

Tak lama setelah itu, K kembali mendatangi rumah korban. Saat itu DRS diketahui tengah duduk bersama ibunya di area teras rumah.

Kedatangan pelaku berubah menjadi petaka. Korban diduga diserang menggunakan sabit hingga mengalami luka fatal di bagian leher dan pundak.

"Mereka sudah tidak tinggal bersama satu tahunan lebih. Kejadian jam 12-an tadi," ucap Kepala Dusun Krajan, Abdulah Safii kepada Kompas.com, Minggu.

Setelah melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor. Adik korban, Faza (18), sempat mencoba mengejar pelaku, namun gagal menangkapnya.

"Saya lagi di kamar. Saya dengar ibu saya teriak-teriak minta tolong. Ternyata kakak sudah (terluka)," ujarnya.

Pihak kepolisian membenarkan bahwa pelaku hingga kini masih dalam pengejaran.

Penjabat sementara Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Putra, mengatakan korban meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka serius yang dialaminya.

"Terduga pelaku memakai sabit," ungkapnya. (TribunNewsmaker/TribunLampung/BanjarmasinPost)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.