Waspadai Wangiri Fraud, Telepon Misterius Bisa Bikin Pulsa Hilang
Mawaddatul Husna May 18, 2026 06:54 PM

TRIBUNGAYO.COM - Kasus penipuan digital dengan modus Wangiri Fraud kembali mencuat dan menelan banyak korban di berbagai daerah. 

Modus ini memanfaatkan rasa penasaran pengguna telepon seluler terhadap panggilan tak terjawab, terutama dari nomor asing atau berkode internasional yang tidak dikenal.

Istilah wangiri sendiri berasal dari bahasa Jepang, gabungan kata “wan” (one/ring) dan “giri” (cut), yang secara harfiah berarti “sekali dering lalu ditutup”. 

Nama ini sangat sesuai dengan praktiknya pelaku hanya membiarkan telepon berdering sebentar, kemudian menutup panggilan sebelum sempat dijawab. 

Tujuannya sederhana yakni memancing korban untuk menelpon balik.

Begitu korban melakukan panggilan balik, sambungan biasanya diarahkan ke nomor premium internasional dengan tarif sangat tinggi. 

Dalam hitungan menit, pulsa bisa terkuras habis tanpa disadari. 

Praktik ini dilakukan secara massal menggunakan sistem otomatis, sehingga ribuan nomor bisa menjadi target dalam waktu singkat.

Fenomena ini bukan hal baru, namun tetap efektif karena banyak pengguna yang belum mengenali pola penipuan tersebut. 

Nomor asing yang muncul sering kali menimbulkan rasa penasaran, apalagi jika panggilan dilakukan berulang kali. 

Pelaku memanfaatkan psikologi korban yang cenderung ingin mengetahui siapa yang menelepon.

Mengutip laman resmi Diskominfo Jabar, berikut modus dan bahaya wangiri fraud yang dilansir dari Kompas TV, Senin (18/5/2026).

1. Melakukan Panggilan Secara Acak

Pelaku melakukan panggilan ke banyak nomor secara acak di berbagai wilayah. 

Dalam beberapa kasus, mereka juga mengirim SMS yang meminta korban untuk menghubungi nomor tertentu.

2. Memancing Korban untuk Menelepon Balik

Penerima telepon yang merasa penasaran biasanya akan mencoba menghubungi kembali nomor tersebut. 

Padahal, nomor itu sering kali merupakan nomor internasional dengan tarif mahal atau layanan premium.

3. Menahan Korban di Sambungan Telepon

Setelah terhubung, korban tidak langsung berbicara dengan seseorang. 

Sebaliknya, mereka akan mendengar rekaman suara, musik, atau nada tunggu yang membuat seolah-olah panggilan sedang diproses.

4. Menguras Pulsa atau Tagihan Telepon

Selama panggilan berlangsung, biaya akan terus berjalan dengan tarif tinggi per menit. 

Dalam skema ini, pelaku mendapatkan keuntungan dari pembagian pendapatan dengan penyedia layanan nomor premium.

5. Korban Baru Sadar Setelah Dirugikan

Banyak korban tidak langsung menyadari penipuan ini hingga pulsa mereka habis atau tagihan telepon membengkak secara tidak wajar.

Modus ini dapat menyasar siapa saja, termasuk pengguna yang tidak terbiasa dengan nomor internasional. 

Dalam beberapa kasus, panggilan balik ke nomor asing juga berpotensi membuka celah terhadap penipuan lanjutan.

Seperti pencurian data pribadi atau pengiriman tautan berbahaya melalui SMS lanjutan.

Karena itu, penting bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap panggilan tak dikenal, terutama yang hanya berdering singkat dan berasal dari kode negara asing. (*)

Baca juga: Hati-hati! Penipuan Atasnamakan Koperasi Merah Putih Kian Marak

Baca juga: Waspada! Beredar Surat Mutasi Palsu di Aceh Tengah, BKPSDM: Itu Hoaks dan Penipuan

Baca juga: Modus Penipuan Kerap Sasar Jamaah Jelang Keberangkatan, CJH Diimbau Waspadai Penelepon Gelap

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.