Gencatan Senjata Diperpanjang, Israel-Hezbollah Tetap Saling Serang
Tiara Shelavie May 18, 2026 11:38 PM

Hal ini menunjukkan perang di Lebanon masih berlanjut meski gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat telah diperpanjang.

Dilansir Reuters, permusuhan antara Hezbollah yang didukung Iran dan Israel kembali memanas setelah konflik AS-Israel dengan Iran.

Bentrokan terus berlangsung sejak Presiden AS Donald Trump pertama kali mengumumkan gencatan senjata pada 16 April, dengan pertempuran sebagian besar terbatas di Lebanon selatan.

Perpanjangan gencatan senjata selama 45 hari, yang diumumkan setelah putaran ketiga perundingan yang dimediasi AS antara Lebanon dan Israel pada Jumat, mulai berlaku tengah malam, kata seorang pejabat Lebanon.

Mediasi yang dipimpin AS ini berjalan paralel dengan upaya diplomasi untuk mengakhiri konflik AS-Iran. Iran mengatakan penghentian perang Israel di Lebanon merupakan salah satu syarat kesepakatan terkait konflik yang lebih luas. Hezbollah sendiri menolak pembicaraan Beirut dengan Israel.

Baca juga: Serangan Drone dan Rudal Memanas, Hizbullah Minta Lebanon Hentikan Negosiasi dengan Israel

Serangan dan drone peledak

Pada malam sebelumnya, serangan Israel di dekat kota Baalbek, Lebanon timur, menewaskan komandan kelompok militan Jihad Islam Palestina, sekutu Hezbollah,  bersama putrinya, menurut sumber keamanan Lebanon.

Militer Israel mengatakan pihaknya telah menewaskan komandan tersebut, Wael Mahmoud Abd al-Halim, dalam serangan setelah mengambil langkah untuk “mengurangi risiko bahaya terhadap warga sipil.” Israel tidak menyebut soal kematian putrinya.

Hezbollah mengatakan mereka meluncurkan drone peledak ke posisi pertahanan udara Iron Dome di wilayah Galilea, Israel utara, serta melakukan serangan lain terhadap pasukan Israel di Lebanon.

Militer Israel menyatakan beberapa serangan yang ditujukan ke tentara Israel di Lebanon selatan, termasuk drone peledak, telah melintasi wilayah Israel.

Militer Israel mengatakan tidak bisa mengomentari laporan serangan udara tersebut tanpa koordinat lokasi masing-masing, dan belum segera menanggapi klaim serangan Hezbollah terhadap posisi Iron Dome.

Sebelumnya pada Senin, militer Israel mengatakan telah menyerang lebih dari 30 lokasi Hezbollah di Lebanon selatan dalam 24 jam terakhir, serta memperingatkan warga di tiga desa agar meninggalkan rumah mereka karena Israel berniat melakukan operasi terhadap Hezbollah.

Korban tewas terus bertambah

Pasukan Israel menduduki zona keamanan yang mereka deklarasikan sendiri di wilayah selatan, tempat mereka menghancurkan desa-desa dengan alasan melindungi Israel utara dari serangan pejuang Hezbollah yang beroperasi di area sipil.

Kementerian Kesehatan Lebanon pada Minggu melaporkan jumlah korban tewas di Lebanon sejak perang pecah pada 2 Maret telah mencapai 2.988 orang, termasuk 613 perempuan, anak-anak, dan tenaga kesehatan.

Data tersebut tidak menjelaskan berapa banyak korban yang merupakan kombatan.

Sumber yang mengetahui data korban Hezbollah mengatakan banyak pejuang Hezbollah yang tewas tidak masuk dalam angka resmi kementerian.

Reuters pada 4 Mei melaporkan ribuan pejuang Hezbollah telah tewas dalam perang ini, mengutip perkiraan korban dari dalam kelompok tersebut. Kantor media Hezbollah saat itu membantah angka tersebut.

Pihak berwenang Israel mengatakan 18 tentara tewas akibat serangan Hezbollah atau saat beroperasi di Lebanon selatan sejak 2 Maret, ditambah seorang kontraktor yang bekerja untuk kementerian pertahanan Israel.

Serangan Hezbollah juga menewaskan dua warga sipil di Israel utara.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.