TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - DPRD Jember menggelar dua rapat paripurna secara berurutan pada Senin (18/5/2026). Namun, anggota Komisi D, Achmad Syahri As Siddiqi, tidak terlihat hadir dalam agenda tersebut.
Dua rapat paripurna yang berlangsung di gedung DPRD Jember itu membahas penetapan perubahan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Kabupaten Jember 2026 serta laporan hasil pelaksanaan reses masa persidangan I tahun 2026. Sidang dimulai sekitar pukul 14.45 WIB.
Meski sejumlah anggota dewan tidak hadir, rapat tetap dapat dilaksanakan karena jumlah peserta memenuhi kuorum.
Dari pantauan di ruang sidang, kursi milik Achmad Syahri tampak kosong. Namanya masih terpasang di meja anggota Komisi D, tepat di deretan kedua dari belakang.
Absennya Syahri menjadi sorotan karena namanya tengah ramai diperbincangkan dalam sepekan terakhir. Politikus muda dari Partai Gerindra itu viral setelah terekam kamera bermain game sambil merokok saat rapat dengar pendapat Komisi D DPRD Jember.
Baca juga: Alasan BK DPRD Jember Belum Periksa Achmad Syahri Meski Sudah Diputus Bersalah DPP Gerindra
Kasus tersebut bahkan berlanjut hingga sidang etik di Majelis Kehormatan Partai (MKP) DPP Gerindra.
Rekan satu komisinya, Mochamad Hafidi, mengatakan Syahri sudah memberi kabar terkait ketidakhadirannya.
“Tadi menelepon saya, bilangnya tidak enak badan sehingga tidak bisa hadir,” ujar Hafidi.
Baca juga: Hasil Sidang Etik Achmad Syahri di DPP Gerindra, Anggota DPRD Jember Menyesal
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jember, Hanan Kukuh Ratmono, menegaskan pihaknya mengikuti keputusan Majelis Kehormatan Partai terkait kasus yang menimpa Syahri.
“Secara prinsip Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Jember tegak lurus pada hasil keputusan MKP. MKP sudah menyampaikan putusannya adalah peringatan keras, dan terakhir,” kata Hanan.
Ia menegaskan tidak boleh ada pengulangan pelanggaran serupa di kemudian hari. Jika kembali terjadi, Syahri disebut berpotensi menghadapi sanksi lebih berat hingga pemecatan.
Menurut Hanan, Fraksi Gerindra tidak melakukan pemanggilan khusus kepada Syahri karena persoalan tersebut sudah ditangani langsung oleh DPP Partai dan keputusan etik telah dijatuhkan.
Baca juga: Anggota DPRD Jember Viral Main Game dan Merokok Saat RDP Minta Maaf
Hanan juga mengungkap alasan yang disampaikan Syahri terkait aksinya bermain game saat rapat berlangsung.
“Saya sempat bertanya, ‘Ra, kenapa main game?’ Jawabnya rapat berlangsung mulai jam 10 pagi sampai jam 2 siang. Nah, jam 1 lupa untuk memberi makan sapi-sapinya,” ujar Hanan.
Namun, sapi yang dimaksud ternyata berada dalam permainan simulasi pertanian yang sedang dimainkan Syahri saat rapat berlangsung.
Pernyataan itu kembali memicu perhatian publik karena dianggap sebagai bentuk kelalaian dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.